Kementerian Pariwisata Lanjutkan Co-Branding dengan 13 Brand Lokal

Ajakan Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada korporasi untuk bersama-sama meperkuat brand Wonderful Indonesia (WI) di pasar global dan brand Pesona Indonesia (PI) di pasar domestik melalui co-branding partnership terus diminati sejumlah perusahaan Indonesia yang memiliki nama brand yang telah mendunia.

Setelah MoU Co-Branding tahap pertama yang diikuti sebanyak 28 brand pada 10 Agustus yang lalu, kini ada 13 brand lokal yang melakukan penandatangan MoU terkait dengan co-branding Wonderful Indonesia tersebut. Ke-13 brand lokal ini melakukan penandatangan MoU bersama dalam Rakornas Pariwisata III-2017 yang bertema Calendar of Event 2018, di Jakarta yang diselenggarakan pada 26-27 September 2017.

Ke-13 brand tersebut adalah JAS Airport Services (PT Jasa Angkasa Semesta), Alfamart/Alfamidi, Alfaland (PT Perkasa Internusa Mandiri) dan Omega Hotel Management, Aqua Danone, Aerofood ACS, BRI, Nutrifood, Propan, Sea Safari Cruises, PT KAI (Persero), Whitesky, Kopi Kapal Api, dan A-Six Oleh-Oleh.

"Terimakasih telah berkolaborasi, menyatukan kekuatan untuk menyandingkan dan mempromosikan WI dan PI di produk-produk yang dipasarkan. Co-branding tidak akan berhenti di sini, saat ini sudah 42 brand. Kita  menargetkan 100 brand hingga akhir tahun 2017, terdiri dari premium produk yang memiliki daya beli tinggi dan produk-produk yang menggunakan bahan dasar dari Nusantara,” ujar Menpar.

Atas tingginya animo dari para partisipan yang menyatakan minatnya untuk ikut dalam program Co-Branding Wonderful Indonesia ini, telah dibentuk satu Tim Khusus yang memastikan program ini berjalan efektif. Tim tersebut merupakan kolaborasi personil di jajaran Kemenpar dengan sejumlah pakar ternama di Indonesia.

Tim diketuai bersama oleh Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, dan Priyantono Rudito, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Strategis Kemenpar. Dalam menjalankan tugasnya, tim ini diperkuat oleh sejumlah nama yang telah diakui pengalaman dan keahliannya seperti: Yuswohady, Kemal Gani, Vita Datau Mesakh, Don Kardono, B. Rizanto Binol, dan Jay Wijayanto.

Esthy mengatakan bahwa nantinya semua merek ternama yang telah dikenal luas oleh pasar tersebut diajak bersama-sama mempromosikan "Wonderful Indonesia" untuk disandingkan dengan brand masing-masing. "Jumlahnya akan terus bertambah, ini bukti kolaborasi Indonesia Incorporated antara pemerintah dan kalangan bisnis berjalan dengan baik." ujar Esthy.

Ia juga menjelaskan bahwa bahwa ke-13 brand yang melakukan MoU tahap kedua ini sudah memenuhi tiga persyaratan yang telah ditetapkan. "Semuanya telah memenuhi tiga kriteria utama, seperti premium product, produk Indonesia, serta memiliki jaringan distribusi nasional dan internasional," jelasnya.

Salah satu brand yang ikut menandatangani MoU adalah Asix Oleh-Oleh yang diwakili Ashanty Hastuti. Istri Anang Hermansyah ini sangat gembira diajak Kemenpar untuk bersama melakukan co-branding A-six dengan Wonderful Indonesia. "Bersanding dengan Wonderful Indonesia sangat membanggakan, semoga kolaborasi ini bisa mengangkat nama WI dan A-Six bersama," katanya. A-Six (A-6) sendiri adalah singkatan inisial enam anggota keluarga Anang, semuanya berinisial A Anang, Ashanty, Aurel, Azirel, Arsy, dan Arsya, yang telah membuka gerai pertama di Malang.

Sejalan dengan hal tersebut, untuk memastikan efektivitas program co-branding, telah disusun strategi co-creation yang akan dijalankan bersama untuk semakin meningkatkan daya tarik bagi wisman dan wisnus yang berkunjung ke tujuan-tujuan wisata di Indonesia. Strategi ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan juga dari program pengembangan Nation Branding.

“Penandatangan Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan kerja sama antara Pemerintah dengan perusahaan/brand yang win win way. Melalui co-branding partnership, diharapkan kolaborasi dan sinergi brand WI/PI dengan brand/perusahaan di seluruh Tanah Air akan semakin intensif lagi. Dengan demikian partisipasi brand/perusahaan dalam mempromosikan sektor pariwisata juga akan semakin besar,” tutur Esthy.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)