Net1 Indonesia Layani Jaringan 4G LTE di 10 Destinasi Wisata Indonesia

Penyedia layanan mobile data broadband 4G LTE, Net1 Indonesia, memastikan koneksi datanya untuk menyediakan koneksi data di lokasi-lokasi wisata khususnya di area pelosok. Kesepuluh destinasi wisata yang terjangkau jaringan Net1 Indonesia tersebut diantaranya merupakan 10 destinasi bali baru yang ditetapkan Pemerintah, yakni; Pulau Samosir, Danau Laut Tawar Takengon, Tiu Kelep Waterfall Lombok, Pantai Tanjung Kelayang Belitung, Situ Cileunca Pangalengan, Tanjung Bira Bulukumba, Bukittinggi Sumatera Barat, Gili Trawangan Lombok, Pulau Karimun Jawa, dan Mandalika Nusa Tenggara Barat.

Larry Ridwan, Chief Executive Officer Net1 Indonesia, mengatakan, eksistensi jaringan Net1 Indonesia di 10 destinasi wisata tersebut dapat mempermudah pelancong untuk tetap berkomunikasi, serta tetap bisa eksis di media sosial. “Dengan adanya koneksi tersebut, juga menjadi salah satu komitmen kami untuk terus mendukung program-program pemerintah, dalam hal ini untuk menggenjot industri pariwisata di tanah air melalui Wonderful Indonesia,” tutur Larry. Larry berharap dengan adanya koneksi data internet yang memadai dan memiliki jangkauan cukup jauh, pelancong dapat mempopulerkan destinasi-destinasi wisata baru yang selama ini jarang terekspos.

“Pelancong, terutama generasi millennials, selalu tak bisa lepas dari smartphone dan koneksi data 4G saat mudik ataupun berlibur, mereka biasanya membagikan foto-foto makanan atau lokasi wisata yang menarik melalui media sosial. Tren ini secara tidak langsung menuntut Net1 untuk bisa memperluas jangkauannya di destinasi-destinasi wisata di tanah air,” tambah Larry.

Seperti diketahui, berkembangnya destinasi wisata di Indonesia juga ikut mendorong pertumbuhan investasi di sektor pariwisata. Menurut data Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi di sektor pariwisata pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan hingga 31% atau senilai US$1,7 miliar dan ditargetkan mencapai US$2 miliar pada akhir tahun ini.

Selain itu, Net1 juga bekerjasama dengan sejumlah Pemerintah Daerah, seperti Kabupaten Musi Banyuasin (MuBa), Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten kepulauan Sangihe, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Kaimana untuk membangun infrastruktur komunikasi berbasis 4G LTE, termasuk di destinasi-destinasi wisata.

“Karakteristik frekuensi rendah 450 MHz yang kami miliki dapat menjangkau lebih jauh dibanding band yang lebih tinggi. Sehingga dapat member keuntungan dalam pembangunan infrastruktur berupa Base Transceiver Station (BTS). Keuntungan lainnya adalah adanya potensi untuk mendukung peluncuran layanan komunikasi machine-to-machine (M2M) di lingkungan desa, seperti pengawasan video, telemetri, dan pelacakan,” ujarnya menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)