PT Pulau Sambu

Pulau Sambu
PT Pulau Sambu adalah perusahaan yang sudah berdiri selama lebih dari 50 tahun. Perusahaan ini telah memiliki produk santan yang mereknya sangat terkenal, yakni KARA. Dari ibu rumah tangga hingga chef terkenal tentunya sudah akrab dengan produk ini. Kara (singkatan dari Kelapa Rakyat) adalah merek pertama untuk santan dalam kemasan Tetra Park, sudah dikenal di Indonesia maupun mancanegara sejak tahun 1980an. Dengan tagline "Delivering Indonesia's Coconut to the World", produk KARA adalah produk turunan kelapa, seperti santan, air kelapa, coconut milk drink, coconut cream, desiccated coconut, coconut milk powder dan produk kelapa lainnya yang telah diekspor ke lebih dari 80 negara di dunia.

PT Pulau Sambu didirikan oleh Tay Juhana. Sebenarnya, pria kelahiran Singapura, 28 Oktober 1938 ini tidak memiliki darah Indonesia. Ia berdarah Tionghoa dan menjadi dewasa di Nusantara. Setelah jatuh hati pada Indonesia, tahun 1967 Tay Juhana memutuskan menjadi warga negara Indonesia dan memantapkan usahanya di negeri ini.

Yang menarik dari PT Pulau Sambu, dari awal perusahaan ini telah mengembangkan model bisnis social enterprise, yakni suatu model yang berbasis sosial. Usaha dengan model bisnis seperti ini tidak hanya memberika keuntungan, tapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraanpenduduk serta melindungi kelestarian lingkungan bahkan menjadi solusi bagi masyarakat.

Perusahaan yang benar-benar mengadaptasi bisnis model ini harus mampu berkomitmen dapat memberikan inovasi, visi, hingga penggunaan dividen perusahaan bagi masyarakat. Di samping itu, model bisnis seperti ini harus mencakup lingkungan, sosial dan ekonomi.

Bagi manajemen PT Pulau Sambu, tanpa masyarakat dan petani kelapa, perusahaan ini tidak akan dapat berdiri. Demikian sebaliknya, tanpa adanya PT Pulau Sambu, eksistensi masyarakat dan petani kelapa pun tidak dapat dipastikan keberlanjutannya. Lebih dari 90% bahan baku kelapa yang digunakan untuk memproduksi produk Kara berasal dari petani-petani kelapa kecil di Riau dan kurang dari 10% dari perkebunan milik perusahaan.

Berkat kerja kerasnya itu, pada 22 November 1991, Tay Juhana sebagai Pendiri dan Direktur Utama PT Pulau Sambu, dianugerahi Satyalencana Pembangunan dari Presiden Soeharto. Ia dianggap berhasil berprestasi dalam mengembangkan industri kelapa terpadu di tanah datar, dan berawa-rawa berkat upayanya mengembangkan teknologi terapan, yaitu teknologi proses pengolahan secara terpadu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)