Cara Ira Hanira Lambungkan Bisnis Sepatu Handmade

Siapa bilang sepatu handmade pasti mahal? Buktinya, sepatu handmade buatan Adorable Projects (AP) harganya relatif terjangkau, berkisar Rp 115-280 ribu.

AP didirikan oleh Ira Hanira. Wanita kelahiran tahun 1986 ini membangun bisnis sejak 2009. Lulusan Jurusan Desain Komunikasi Visual Institut Teknologi Nasional, Bandung ini tampaknya memang punya naluri berdagang yang tajam. Ia tahu Bandung punya banyak tenaga perajin sepatu andal yang bisa dimanfaatkan.

Ira HaniraDengan modal awal sebesar Rp 10 juta, Ira saat itu memberanikan diri membuka bengkel sepatu kecil-kecilan. Namun siapa sangka bisnisnya itu kini bisa mendatangkan omset Rp 800 juta-1 miliar per bulan.

Tak cuma memasarkan produknya di dalam negeri, AP juga mengekspor produknya ke Malaysia dan Jeddah. Istri Fajar Nugraha itu berujar, AP menjual produknya lewat dukungan jaringan customer service (CS). Saat ini AP memiliki 27 CS yang tersebar di berbagai kota. AP juga aktif mempromosikan produknya di media sosial dan website khusus yang dibuatnya tiga tahun lalu, www.adorableprojects.com.

Ira tak menggunakan jasa endorser di ranah digital. Ia lebih memilih strategi word of mouth marketing. Alasannya, ia lebih percaya bahwa kepuasan konsumen pada akhirnya dapat membantu meningkatkan penjualan.

Bukti perhatian pada kepuasan konsumen, menurut Ira, AP mau melayani pembelian customized atau pemesanan yang dibuat khusus. Selain mempersilakan calon pembeli memilih sendiri desain dan bahan sepatu yang ingin dibuat, AP juga melayani permintaan dari merek lain yang ingin membuat sepatu di bengkelnya. “Itu semua kami terima,” ujarnya.

Pernah pula AP menjalin kerja sama dengan media cetak untuk beriklan gratis satu halaman. Sebagai gantinya, AP harus menyediakan puluhan sepatunya untuk acara yang diselenggarakan media itu. “Untuk kegiatan promosi, kami kebanyakan lakukan yang gratisan saja,” ujarnya seraya tersenyum.

Agar terkesan eksklusif, Ira sengaja tidak memproduksi model sepatunya dalam jumlah besar. Satu model biasanya diproduksi tidak lebih dari 100 pasang sepatu. Ia sendiri yang membuat desain untuk sepatu-sepatu koleksi AP, meski sesekali membeli hasil desain dari desainer lepas. “Urusan desain ini masih bisa saya pegang sendiri,” katanya.

Dalam berbisnis, Ira punya strategi tidak memasang margin yang terlalu tinggi agar harga di tingkat konsumen bisa terjangkau. Di sisi lain, ia mengaku bahagia bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan memandirikan orang lain. “Di lingkungan kami tidak semua orang mampu, jadi kenapa tidak kami ajak mereka untuk bekerja bersama kami?” ujarnya.

Salah seorang pelanggan, Kurnia Mutiara Sukma, mengaku puas berbelanja di AP. Ia mengaku senang dengan pelayanan yang ramah dan pengiriman barang yang cepat. Hanya saja, ia menyarankan agar model sepatu AP lebih diperbanyak. Saat ini, Kurnia mengaku telah memiliki tiga model sepatu AP. “Modelnya lucu-lucu dan harganya juga murah sesuai dengan kantong,” katanya.

Riset: Armiadi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)