Kakak Beradik Bangun Bisnis Kafe Sejak SMA

Kane dan Kyle Kusumo pebisnis Kafe generasi milenial

Membangun jiwa kewirausahaan sudah diasah Kyle dan Kane Kusumo. Kakak beradik yang hanya berbeda dua tahun usianya ini mulai mendirikan kafe di dekat rumahnya di kawasan Kedoya sejak mereka masih SMA. Kini, kafenya lebih besar dan lokasi pindah ke lokasi yang lebih strategis di Jalan Pesanggrahan Raya.

,Kyle Kusumo (21 tahun) mengatakan kafenya yang diberi nama Tantular Cafe berbeda dengan kebanyakan kafe umumnya yang diusung anak muda. “Kami justru mengedepankan masakan khas Indonesia, bersama adik saya Kane, kami menggali khasanah masakan di seluruh pelosok negeri ini,” kata mahasiswa jurusan Desain dan Komunikasi Visual Universitas Multimedia Nusantara ini.

Dibenarkan Kane, fokus Tantular Cafe yang mengambil nama
dari nama Mpu terkenal jaman dulu, kafe ini fokus  di
Indonesian style
. “Di luar kan sudah banyak kafe-kafe dengan western style. Jadi kami fokus di cita
rasa Indonesia, karena visi kami agar anak muda Indonesia harus paham dengan
kekayaan kuliner Indonesia,” terang kelahiran tahun 2000 ini.

Makanya mengambil nama Tantular, lanjut Kyle, terlebih
Mpu ini yang mencetuskan Bhinneka Tunggal Ika, diharapkan dengan kehadiran ini,
ia bersama adiknya bisa turut menjaga keberagaman negeri ini melalui
masakan-masakan khas Indonesia.

Ia menjelaskan kafenya dibuka sejak 2015, namun baru akhir tahun lalu pindah ke lokasi yang lebih besar. Sejak didirikan itu, bisnis yang dimodali orang tuanya itu—sayang Kyle tidak menyebut angka—sebenarnya sudah bali modal. Namun setelah pindah ke lokasi lebih besar, ia pun harus menarik pinjaman lagi ke orang tuanya. Kini Tantular Cafe yang semula hanya menempati satu lantai, menempati empat lantai.

“Lantai atas kami kembangkan co-working space dan ruang game, namun ini masih dalam proses persiapan interior,” ungkapnya. Dalam memenuhi era pembayaran digital kafenya juga menerima pembayaran beragam dompet digital seperti Go-Pay, Ovo, TCash, serta bisa menerima order dari Go-Food dan Grab Food.

Karena keduanya masih kuliah, keduanya berbagi peran
dalam pengelolaan. Kane yang kampus kuliahnya tidak terlalu jauh dari lokasi
kafe, mendapat tanggung jawab sebagai operasional dan marketing manager. Jadi
setiap hari dia selepas atau sebelum kuliah mampir ke kafe untuk koordinasi
dengan anak buah yang berjumlah 12 orang. Sedangkan Kyle yang posisinya sebagai
CEO,  sekitar seminggu 3 kali di sela
kuliah mengontrol kafenya. “Untuk manajemen keuangan dibantu tante saya, yang
memang menguasai bidang ini,” tuturnya.

Kyle menerangkan, untuk menarik pelanggan betah dan kembali ke kafenya, Kyle terus menggali menu-menu baru yang menarik. Misalnya menu: Mie Gulai, menu perpaduan dari menu Jawa dan Aceh. Kane mengaku mendapat ide menu ini dari kunjungannya ke Solo, di sana ia makan gulai enak, sedang di sisi lain dia senang mie instan, dia cobalah meracik menu mie gulai ini. Ia mengklaim menu ini digemari pengunjung.

“Selain itu setiap weekend
ada penampilan band dengan lagu-lagu kekinian dan kami buka sampai dini hari,” imbuhnya.
Untuk meningkatkan awareness kafe,
Kyle dan Kane mengandalkan media sosial: Facebook, Instagram dan Youtube. Kane
juga mengadakan promo kopi enak dengan hanya Rp 10 ribu saja. “Memang ini
seperti bakar duit, ya namanya juga promo, bagian dari cara menggaet pasar untuk
datang ke sini,” imbuh Kyle. Namun dari semua itu, menurutnya pelayanan terbaik
dan menu yang enak merupakan promo terbaik, karena kalau pelanggan merasakan
kenyamanan berada di Tantular Cafe, ia akan tetap kembali datang walau promo kopi
murah sudah tidak ada lagi.

Kyle dan Kane sangat terinspirasi dengan perjuangan ayahny, Kusumo, yang bekerja di sektor IT, yang menurutnya mentor dan inspirasi bisnisnya. “Di jaman ini lebih banyak peluang untuk bisa digarap dengan usaha sendiri. Anak muda cenderung sibuk dengan main game atau media sosial, saya ingin anak-anak punya kemampuan lebih, Karena mereka yang mau bisnis sendiri, bukan kami yang suruh dirikan, ya kami dukung,” kata ayah dari Kyle dan Kane. Targetnya Kane ingin merambah Bali untuk ekspansi gerai Tantular Cafe berikutnya. Dengan harapan turis-turis mancanegara familiar dengan masakan Indonesia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)