Merrie dan Ninda, Duet Pengibar Salon BloBar

Merrie Elizabeth dan Ninda RamandianiSegmentasi dan ketepatan membidik target pasar amat vital dalam kesuksesan bisnis. Aspek itu pula yang menjadi perhatian Merrie Elizabeth dan Ninda Ramandiani sewaktu mendirikan Salon BloBar. Tak mau bertempur di segmen yang persaingannya berdarah-darah, dua sekawan ini memilih bermain di segmen salon khusus pewarnaan rambut. Mereka datang menawarkan model dandanan rambut tren terbaru seperti ombre unicorn hair, balayage warna abu-abu, hingga rose gold.

Merrie dan Ninda membesut BloBar pada Desember 2014 di Kemang, Jakarta. Keduanya bertemu saat sama-sama menempuh S-2 di Prasetiya Mulya Business School.Pasar beauty di Indonesia terus berkembang karena semua perempuan pasti ingin tampil cantik, apalagi perempuan urban Jakarta. Karena itu, bisnis ini selalu ada market-nya,” Merrie menjelaskan mengapa mereka berani mendirikan BloBar. Salonnya itu dia sasarkan pada kaum wanita milenial dan first jobbers usia 18-35 tahun. Harga yang ditawarkan untuk jasa salonnya berkisar Rp 75 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Memulai bisnis dengan modal Rp 100 juta, kedua pendiri ini berbagi peran. Ninda fokus ke operasional dan SDM, sedangkan Merrie ke pemasaran dan keuangan. Namun, keduanya saling mendukung dan merundingkan keputusan.

Sekalipun lebih fokus melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook, kanal untuk memasarkan BloBar bisa dikatakan menyebar. Mereka juga menggelar kegiatan below the line seperti event kelas kecantikan dan bazar.

Selewat tiga tahun berjalan, BloBar eksis di pasar. Banyak yang menyukai berbagai inovasi terbaru yang dilakukan salon ini sesuai dengan tren, khususnya dalam mewarnai dengan teknik ombre. Apalagi, dari sisi interior ruang, salon didesain dengan kesan chic dan Instagramable yang membuat pengunjung senang sehingga menciptakan efek getok tular.

Salah seorang pengunjung setia BloBar adalah Shierly. Dia rela merogoh dompetnya untuk memperindah mahkota kepalanya. “Biasanya habis Rp 1,8 juta-2 juta untuk colouring rambut panjang seperti aku. Untuk treatment rambut paling Rp 500 ribu-800 ribu,” kata wanita Jakarta yang biasa datang ke BloBar Kemang ini.

Banyak yang seperti Shierly. Tak mengherankan, bisnis pun bergulir cepat. “Kami balik modal di bulan ke-9 setelah opening, dan menembus ratusan juta rupiah per bulan di tahun ke-4 kami berdiri,” ungkap Merrie.

Karena sambutan pasar yang positif, pada Juni 2016 dua sahabat ini membuka gerai baru di Kota Surabaya. Dan berangkat dari nol, saat ini mereka mengaryakan 25 orang untuk mengelola salon.

Melihat rekam jejak yang sudah ditoreh, Merrie optimistis akan bisnisnya. Setelah menambah layanan baru seperti perawatan kuku, eyelash extension, dan waxing yang sangat digandrungi kaum hawa, mereka juga bersiap masuk ke segmen pria dengan merek Quo Studio. Selain itu, makin aktif di segmen e-commerce. “Modal terbesar kami sebenarnya adalah nekat. Eksekusi tidak kalah penting dari persiapan dan perencanaan. Justru kalau terlalu lama berencana, akhirnya hanya jadi wacana,” Merrie menjelaskan prinsipnya dalam merintis bisnis.

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmonowati

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)