Fandy Susanto, Sarjana Apoteker yang Banting Stir Menjadi Fotografer dan Videografer Profesional

Fandu Sutanto, Fotografer dan Pendiri FD Photography. (Foto: @fdphotography90)

Fandy Susanto adalah salah satu fotografer dan videografer muda, yang berani mengubah haluan setelah menggeluti bidang yang dirasa bukan passion-nya. Sarjana apoteker dari Surabaya ini, kini dikenal luas di kalangan artis papan atas dengan karya jepretannya. Bukan hanya itu, para penyanyi juga menggunakan keahliannya dalam membuat videoklip untuk kanal Youtube mereka.

Lulusan Sekolah Tinggi Widya Mandala Surabaya ini sebenarnya sudah jatuh cinta pada fotografi sejak SMA. Fandi menceritakan sejak SMP ia senang terlibat dalam majalah sekolah, bahkan hingga SMA. “Mengelola majalah sekolah membuat saya mengenal dunia fotografi,” kenangnya. Teknik fotografi terus ditingkatkan dengan belajar melalui Youtube dengan mengikuti akun-akun fotografer profesional dalam dan luar negeri. Ia mengikuti blogger fotografer terkenal, serta mengikuti seminar dan workshop untuk meningkatkan ilmu serta kemampuannya. “Saya mengikuti seminar atau workshop yang lumayan mahal bisa 2-3 kali setahun,” ungkapnya.

Setelah lulus kuliah ia kemudian mendirikan FD Photography di Surabaya. “Jurusan farmasi dan kemudian menjadi apoteker sebenarnya arahan orang tua, supaya bisa bersinergi dengan kakak pertama saya yang dokter,” kata anak kedua dari tiga bersaudara ini. Sayangnya, dunia farmasi bukan pilihan hatinya. Meski demikian Fandi berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan baik, hingga menjadi sarjana apoteker  dalam waktu hanya 4,5 tahun, lebih cepat dari umumnya.

Walau berat hati, orang tuanya mengijinkan Fandy menggeluti passion-nya menjadi fotografer profesional. “Di Surabaya saya waktu itu awalnya banyak mendapat job untuk pre wedding, hingga akhirnya saya diminta salah satu anggota girl band Cerrybell untuk memotret grup ini di Jakarta,” kata pria berusia 28 tahun ini. Untuk pertama kali ia bekerja sampai pagi dengan mereka.

Sejak itu permintaan dari artis-artis papan atas mendekati studio fotografinya, di antaranya Uut Permatasari untuk mengerjakan foto pre wedding penyanyi dangdut itu dengan suaminya. Bukan hanya artis asal Surabaya, berkat worth of mouth marketing, ia juga diminta menggarap foto-foto pribadi Janeta Janet.

Karena makin banyak proyek di Jakarta, Fandi merasa terlalu boros jika ia dan tim harus bolak-balik Jakarta-Surabaya. “Kebetulan kontrak lokasi studio di Surabaya sudah habis juga setelah 2 tahun berdiri,” tuturnya. Diboyonglah FD Photography ke Jakarta tepatnya di Pantai Indah Kapuk.

“Demi portofolio fotografi saya rela tidak dibayar waktu awal-awal karir saya, sampai kemudian fee saya naik ketika mengerjakan foto anak-anak SMA yang baru lulus Rp 750 ribu, lalu naik menjadi Rp 1,5 juta.  Proyek pre wedding pertama saya juga hanya Rp 3,5 juta sudah termasuk album,” ungkapnya.

Kini keahlian dan kerja kerasnya berbuah manis. Dengan terus meningkatkan kapasitas dan kemampuannya, FD Photography bukan saja mengerjakan foto juga video. Hampir semua artis papan atas menggunakan jasanya untuk foto beauty-nya. Sebut saja keluarga Ashanti dan Anang. Video klip terbaru Ashanti yang diunggah di kanal Youtube milik ibu dua anak itu garapan FD Photography. Begitu juga dengan video klip lagu Aurel Hermansyah yang terbaru.

Krisdayanti, Diva istri Rahul Lemos juga langganan membuat foto beauty-nya. Artis papan atas lain: Ivan Gunawan, Inul Daratista, dan sebagainya hingga total sekitar 100-an artis. Fandy ternyata juga menggarap foto-foto komersial. Setelah memegang foto beauty Inul Daratista, ia juga dipercaya memotret foto komersial untuk Inul Vista. “Jadi semua bisnis karaoke Inul, mulai dari poster dan promonya, saya yang garap,” imbuh pengagum fotografer Annie Leibovitz. Ia mengungkapkan tarifnya kini mulai dari Rp 25 juta untuk foto beauty, sedangkan untuk foto komersial mulai dari Rp 250 juta dengan alasan agar lebih terjangkau.

Fandy memiliki kekhasan membuat hasilnya indah, smooth, soft dan romantic untuk hasil karya fotografi. “Saya selalu menggali ide baru, konsep baru dan kreatifitas. Foto-foto saya cukup complicated konsepnya, dengan konsep yang tidak biasa. Saya tidak pernah menggunakan background polos sekali, kecuali ada permintaan dari klien,” terang pria yang kini didukung oleh 20 orang di FD Photography. Targetnya ia ingin membuat pameran tunggal di akhir tahun agar bisa memberi inspirasi pada mereka penyuka fotografi pada hasil karyanya.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)