Bisnis Sepatu-Nikah Custom Regina Alifen

Regina Alifen, owner Regis Bridal Shoes

Sepatu menjadi salah satu elemen penting yang perlu dipersiapkan dalam momen spesial seperti pernikahan. Karena, setiap pengantin tentu ingin tampil sempurna dan maksimal di hari pernikahannya. Apalagi, buat mempelai wanita. Kebutuhan inilah yang ditangkap oleh Regina Alifen, yang kemudian mendorongnya membuka bisnis sepatu pernikahan custom pada 2008. Merek yang diusungnya: Regis Bridal Shoes.

Bisnis ini sesungguhnya berawal dari pengalaman pribadinya yang kesulitan menemukan sepatu cantik tetapi cukup nyaman untuk dipakai berjam-jam saat pesta pernikahan. Karena hobi mendesain, wanita lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Atma Jaya, Jakarta ini memberanikan diri terjun menjadi fashionpreneur.

Saya waktu itu berpikir kenapa tidak membuat bisnis custom wedding shoes saja. Kan pada waktu itu belum ada,” kata Regina mengenang. “Saya juga merasakan ketika menjadi pengantin itu susah untuk mencari sepatu. Sebab, model, tinggi, dan kenyamanannya harus sesuai,” katanya lagi.

Uniknya, untuk memulai usaha custom-made shoes ini, Regina mengaku tidak mengeluarkan modal. Sebab, pelanggan yang memesan sepatu harus membayar uang muka 50%.

Regina merancang sendiri sepatu Regis Bridal yang dibuat secara handmade ini. Untuk memproduksinya, ia menggandeng pengrajin sepatu di Jakarta. Ia juga amat memperhatikan kualitas bahan baku. Bahan baku utama seperti sol menggunakan kulit asli yang diimpornya dari Italia. Istimewanya lagi, untuk pembeli yang menginginkan kesan mewah pada sepatu pesanannya, Regina akan menyematkan perhiasan Swarovski. Regis Bridal kini telah menjalin kerjasama dengan Swarovski Indonesia.

Regina selalu merancang sepatunya berdasarkan keinginan konsumen melalui proses fitting. “Saya selalu menanyakan kepada para pelanggan ingin model seperti apa yang sesuai dengan busana, lokasi, dan selera mereka,” kata wanita berusia 33 tahun ini. Untuk proses pengerjaan, mulai dari desain hingga produksi memakan waktu sekitar satu bulan.

Regina menyebutkan bahwa produknya menyasar segmen pembeli kelas menengah-atas. Harga sepatu yang dibanderol oleh Regis Bridal Shoes mulai dari Rp 5,8 juta, Untuk sepatu dengan tambahan hiasan Swarovski, harganya Rp 7,8 juta-12 juta. “Dalam sebulan, kami bisa membuat sekitar 100 pasang sepatu,” ungkapnya.

Untuk promosinya, Regina mengandalkan rekomendasi dari mulut ke mulut dan posting foto di Instagram. Untungnya, Regis Bridal Shoes sering direkomendasikan oleh beberapa wedding organizer yang menjadi mitranya. Pelanggan dari kalangan selebritas juga membuat namanya terkerek. Tampaknya karena kualitasnya yang oke, produk Regis Bridal Shoes sudah digunakan oleh beberapa selebritas ternama seperti Sandra Dewi, Chelsea Olivia, Tyas Mirasih, Nadine Chandrawinata, Andien, Natasha Wilona, Atiqah Hasiholan, Paula Verhoeven, Agnes Monica, dan Jessica Iskandar.

Saat ini Regis Bridal Shoes telah memiliki butik di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, dan workshop di Pondok Pinang, Jak-Sel. Regis Bridal Shoes juga telah merambah pasar Eropa dengan membuka butik di Jerman yang menjual produk ready stock.

Regina cukup percaya diri dan tidak khawatir dengan persaingan bisnis di tengah makin ngetren-nya sepatu nikah custom. Ia mengaku banyak orang yang sebelumnya membuat sepatu nikah di tempat lain, akhirnya beralih ke Regis Bridal. “Mereka bilang, foto-foto di Instagram tampak bagus, tetapi ketika sudah jadi, dipakainya tidak nyaman dan tidak sebagus seperti foto,” kata Regina mengulang cerita beberapa pelanggan. Ia menjamin Regina Bridal akan memastikan pelanggan bisa nyaman memakai sepatu buatannya. “Bahkan, sampai hari-H pernikahan pun masih bisa diperbaiki,” ujarnya.

Melihat perkembangan bisnis yang digeluti Regina, pakar pemasaran Yuswohady memperkirakan bisnis ini akan sustainable. Alasannya, pernikahan adalah momen istimewa dan produk yang berkaitan dengan pernikahan itu bersifat sangat emosional. “Custom itu artinya spesial dan hanya untuk dia seorang,” kata Mitra Pengelola Inventure ini.

Menurut Yuswo, karena segmen ini sangat emosional, pelanggan tetap rela merogoh kocek cukup dalam. “Saya lihat pada range harga tersebut pun, pasarnya masih ada, dan custom itu identik dengan premium dan mahal,” ujarnya.

Dengan semakin berkembangnya bisnis, kini Regina dibantu adiknya, Jessica Hosanna, dan 15 karyawan. “Kami masih fokus pada wedding shoes, tetapi karena permintaan dari klien, kami juga membuat sepatu pesta dan sepatu kerja. Dan ke depannya, kami juga akan mengembangkan sepatu kasual,” tuturnya.

Menanggapi rencana tersebut, Yuswo mengingatkan Regina untuk waspada dan tidak terjebak pada mass market. “Pebisnis biasanya menghadapi banyak godaan, antara memilih yang mass dan custom. Ketika segmen custom ini lambat perkembangannya, lalu biasanya melihat mass market lebih bagus. Itu jebakan,” katanya.

Menurut Yuswo, kunci untuk sukses di bisnis custom ini adalah sabar dan konsisten. “Semakin mencoba yang lain, konsentrasi pada yang utama bisa semakin terpecah,” ia mengingatkan lagi. (*)

Jeihan Kahfi Barlian & Vina Anggita

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)