Annisa Utami

Annisa UtamiPernah dipercaya mengurusi bidang human resources (HR) di Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia membuat Annisa Utami jatuh hati pada bidang pengelolaan sumber daya manusia (SDM) itu. Alhasil, perjalanan kariernya berlanjut di bidang ini hingga kini di PT Coca-Cola Amatil Indonesia.

Saya tertarik dengan dunia HR karena develop people. Dari dulu passion saya di sana. Saya suka ketika melihat someone is growing karena kita yang membantu meskipun jadi sangat cross function dengan my educational background,” ujar lulusan S-1 Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan ini.

Sebagai Learning Specialist- Leadership PT Coca-Cola Amatil Indonesia, tugas dan tanggung jawab Annisa adalah memimpin pelatihan (training) karyawan. Bagaimana memperbaiki skill dan pengetahuan karyawan dari sisi leadership, mulai dari level supervisor, manajer, hingga manajer senior. Dia pun membantu pengaturan program, modul, evaluasi program, monitoring bujet, hingga tindak lanjut ke depannya -- bagaimana perkembangan para peserta pelatihan.

Diakui perempuan kelahiran 21 Juli 1985 ini, pekerjaannya menghadapi tantangan serius juga. Seperti yang kita ketahui, hampir di semua pelatihan, tantangannya adalah bagaimana cara memastikan apa yang sudah diterima peserta pelatihan ini benar dijalankan atau tidak. Biasanya karyawan peserta pelatihan 2-3 hari tidak kerja, hanya duduk dan ikut pelatihan. Setelah selesai, syukur-syukur dilakukan apa yang sudah dipelajari. Nah, tantangannya adalah memastikan apakah ilmu, skill ataupun knowledge, yang dipelajari selama pelatihan itu diimplementasikan di lingkungan pekerjaan atau tidak.

Lantas, apa yang dilakukan untuk mengatasi masalah itu? “Saya punya beberapa strategi,” ujar pehobi olah raga gym dan boxing yang pernah bekerja di LSM Mercy Corps, PT Viventis Search Asia, The Kraft Heinz Company, dan Campbell Arnott's, ini.

Annisa mencontohkan strategi monitoring. Ada beberapa program internal, salah satunya project review. Jadi, setelah tiga bulan mengikuti pelatihan, akan dilihat apa progress-nya. Nah, biasanya yang me-review adalah tim HR dan manajernya. Jika review hanya pesertanya, tidak akan ada validasinya.

Menurutnya, strategi utama adalah you have to do a very detail planning. Walaupun ada tim yang mengerjakan, leadership training ini roll out bukan hanya satu atau dua orang, melainkan ribuan karyawan Coca-Cola Amatil Indonesia, dengan berbagai leadership program di berbagai level dan fungsi. Faktor utamanya yaitu harus bisa merencanakan dengan baik. Siapa yang mendapat pelatihan di mana dan tanggal berapa, siapa trainer-nya, siapa fasilitatornya harus jelas dan direncanakan. Kalau tidak, akan menjadi chaos.

Belum puas dengan pencapaian sekarang, pada lima tahun ke depan, Annisa masih bertekad melanjutkan kariernya dan mencapai target perusahaan. Untuk itu, dia berusaha akan terus belajar untuk meningkatkan skill dan kompetensi. Baginya, work and life balance bukan berarti 50:50, tetapi harus adil membagi waktu antara kepentingan pribadi dan pekerjaan.

Reportase: Anastasia Anggoro Sukmonowati

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)