Monica Vionna Elysia

Monica Vionna ElysiaBekerja di perusahaan e-commerce atau startup kini banyak digandrungi generasi milenial. Monica Vionna Elysia termasuk anak muda yang menemukan passion-nya di industri perdagangan online setelah beberapa tahun berkarier sebagai konsultan.

Wanita kelahiran 21 April ini pada akhir 2015 bergabung dengan Shopee Indonesia. Mula-mula ditempatkan di divisi Pengembangan Bisnis, selanjutnya pindah ke bagian Pemasaran hingga sekarang dipercaya sebagai Manajer Pemasaran Shopee Indonesia.

Saya benar-benar menemukan passion saya di dunia marketing. Di sini, saya kerja seperti main, karena dunianya benar-benar keseharian kita belanja atau beli barang,” ujar lulusan S-1 program double degree Bisnis dan Ilmu Komputer (2008-12), Nanyang Technological University, Singapura ini.

Dulu, saat menjadi konsultan di perusahaan perkebunan di Singapura, Monica bertugas melayani klien. “Tapi, kerjanya tidak pernah hands on banget. Beda dengan sekarang, kami do a lot of stuff. Di sini kantor kami seperti perusahaan sendiri,” tutur lajang yang selalu disiplin ini.

Menurut Monica, sejauh ini manajemen Shopee bersikap fleksibel, memberikan ruang gerak seluas-luasnya. Karyawan diberi kesempatan mencoba trial and error a lot of stuff. Kemudian, ditantang memiliki tim sendiri, mengembangkan tim, memiliki business plan atau ide-ide kreatif, yang nantinya melakukan presentasi dan dieksekusi. “Whenever I’am learning here, seperti sudah bekerja selama tiga tahun,” ungkapnya.

Dengan jatabatannya saat ini, Monica bertugas menangani komunikasi pemasaran Shopee Indonesia. Contohnya, bagaimana cara berbicara ke user. Katakanlah jika ada promo, pihaknya harus memastikan orang-orang dapat menangkap pesannya, mengerti, tertarik membeli, kemudian men-klik Shopee. Tugas lain, menangani event team. Pihaknya pun memiliki community team yang harus dikelola dalam mengedukasi tentang e-commerce Shopee.

Lalu, Monica dan tim berkeliling Indonesia untuk melakukan penetrasi internet. “Kami melakukan sharing ke teman-teman di Kampus Shopee tentang bagaimana menggunakan Shopee, bagaimana cara berjualan, bagaimana peluang bisnis online ini, dan sebagainya,” ujar eksekutif muda yang pernah mengikuti pertukaran mahasiswa di University of California, Berkeley, AS ini.

Ya, saat ini Monica dan tim masih fokus pada pengembangan Kampus Shopee yang telah merambah 23 kota di Indonesia. Target tahun 2018, Shopee ada di lebih dari 30 kota. “Kami melihat UMKM di Indonesia ingin go beyond the extra miles, tapi mereka tidak mengerti bagaimana cara menggunakan Shopee dan masih belum percaya dengan bisnis online. Tugas kami untuk mengedukasi,” ia menjelaskan.

Tantangan yang dihadapi pehobi traveling ini adalah laju bisnis e-commerce yang sangat cepat dan very agile. “Kami benar-benar harus bergerak cepat. Kami tidak bisa ada di belakang kompetitor. We always to be one step ahead dibanding yang lain. Sekali kami kalah, akan ketinggalan jauh sekali,” ujar Monica yang bermimpi Kampus Shopee bisa mendatangi setiap kabupaten di Indonesia yang memiliki lebih dari 550 kabupaten. (*)

Reportase: Anastasia Anggoro

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)