Shopee, Pendatang Baru di Mobile Marketplace

Chris Feng, CEO Shopee Chris Feng, CEO Shopee

Meningkatnya penetrasi pengguna ponsel pintar membuat PT Shopee Internasional Indonesia melihat peluang baru di dunia e-commerce. Tak tanggung-tanggung Shopee secara bersamaan langsung menyasar pasar belanja online di tiga negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura dan Thailand melalui entitas induknya, Garena.

CEO Shopee, Chris Feng, mengatakan, sejak soft launching pada Juni tahun ini respon masyarakat Indonesia terbilang cukup baik. Terbukti sudah hampir 1 juta orang mengunduh Shopee.

Meskipun pasar e-commerce di Indonesia bisa dikategorikan ramai, hal ini tak membuat Shopee patah arang. Ia yakin Shopee bisa bersaing lantaran punya beberapa keunikan yang tidak dimiliki oleh lapak tetangga. “Kami fokus di mobile marketplace, dan kami mungkin jadi satu-satunya atau pertama yang punya fitur personal chat di setiap produknya,” ujarnya.

Fitur chat kata dia sangat membantu para penjual atau pembeli berkomunikasi satu sama lain tentang produk yang diperdagangkan. Shopee berusaha menjembatani keinginan pembeli yang mungkin tertarik untuk melakukan tawar menawar atau bertanya lebih jauh tentang sebuah produk.

Tak hanya itu, Shopee diceritakan oleh Feng juga didesain agar mudah bagi para penjual menjual barangnya. Shopee menawarkan fitur yang dapat menintegrasi media sosial. Dengan aplikasi Shopee pengguna dapat menyebarkan produk yang dijual ataupun barang favoritnya ke social media dengan satu sentuhan sajaPembayaran pun dibuat aman dan terjamin. Shopee menjamin pembayaran akan diterima penjual setelah pembeli menerima pesanan. “Jadi pembeli transfer ke rekening Shoope, setelah barang terkonfirmasi diterima, baru uang tersebut dikirim ke rekening penjual,” ujarnya.

Bila kebanyakan pesaing mengembangkan jual beli melalui desktop terlebih dahulu baru kemudian ke mobile. Strategi tersebut tak diikuti oleh Shopee. Sebaliknya perusahaan asal Singapura ini memilih  fokus di ponsel terlebih dahulu baru kemudian ke desktop.

Feng yakin tren ke depan e-commerce akan lebih ke platform mobile dibanding situs. Musababnya rata-rata orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan ponsel ketimbang komputer. “Kami fokus mobile marketplace dulu, walaupun kami saat ini juga punya mall.shopee.co.id untuk versi desktop.”

Ia pun tak membidik segmen atau pasar tertentu untuk Shopee. Siapapun kata dia bisa dengan mudah menaruh barangnya di Shopee tanpa perlu ribet atau hanya sekitar 30 detik. Penjual hanya tinggal ambil foto menggunakan ponsel, tulis deskripsi dan pasang harga. “Gratis, kami belum mengenakan biaya pendaftaran atau komisi penjualan dari transaksi,” ujarnya.

Setidaknya 100 orang saat ini telah bergabung sebagai karyawan di Shopee Indonesia. Bermaskas di Wisma 77 Slipi Jakarta Barat, sebenarnya Feng sedikit banyak telah mengenal pasar e-commerce Asia Tenggara dan Indonesia. Sebelum di Garena, ia pernah menghabiskan waktu lebih dari tiga tahun di Rocket Internet sebagai Managing Director Zalora Asia Tenggara serta Direktur Regional dan Chief Purchasing Officer di Lazada Asia Tenggara.

Meskipun saat ini masih minim melakukan promosi serta promo-promo tertentu. Ke depan Shopee ia ceritakan perlahan akan mulai agresif. Saat ini bisa dikatakan Shopee masih tahap perkenalan. Tak heran bila jumlah produknya masih belum selengkap pesaing-pesaing lainnya. “Kami saat ini masih soft launching, belum launching.” (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)