Vestifarm, Platform untuk Investasi Agrikultur

Rifki Hidayat & Dharma AnjarrahmanSeiring dengan perkembangan teknologi informasi, saat ini makin banyak startup yang menawarkan layanan investasi secara digital. Menariknya, tak sedikit dari mereka yang bukan hanya berorientasi mencari keuntungan, tetapi juga punya misi memberikan dampak sosial bagi masyarakat luas.

Salah satu contohnya Vestifarm, perusahaan rintisan yang didirikan oleh lima anak muda: Dharma Anjarrahman, Rifki Hidayat, Andina Avika Hasdi, Nugroho Budi Wicaksono, dan Nanda Septiana. Vestifarm mengambil positioning sebagai platform online investasi peternakan dengan konsep patungan.

Cara kerjanya, dengan konsep patungan, uang yang terkumpul dari beberapa investor digunakan untuk membeli sapi. Seekor sapi, misalnya, dibagi menjadi enam slot dan diperjualbelikan layaknya saham. “Investor bisa membeli minimal satu slot,” kata Dharma, CEO Vestifarm.

Lelaki berusia 24 tahun ini menjelaskan, dengan sistem patungan tersebut, dalam tempo tiga-lima bulan, seorang investor bisa meraup imbal hasil 10-20% per slot. Menurut Dharma, platform Vestifarm tak hanya membantu investor mendapatkan keuntungan, tetapi juga membantu para pemilik kandang atau peternak mendapat tambahan modal (yang sampai saat ini merupakan kendala utama di bisnis peternakan).

Seperti diketahui, walau menjanjikan keuntungan yang besar, peternakan masih dinilai sebagai sektor yang punya profil risiko yang tinggi. Jika terjadi kegagalan, investasi yang telah dibenamkan pun akan hangus. “Karena itu, kami juga mengedukasi para investor kami, dengan cara memberikan gambaran bahwa usaha ini juga mempunyai risiko,” ungkap Dharma.

Didirikan pada awal 2016, saat ini sudah ada sekitar 900 investor yang bergabung di Vestifarm. Dharma mengungkapkan, setiap Vestifarm membuka penawaran investasi, dalam waktu beberapa jam tawaran tersebut sudah habis terjual. “Kurang dari satu jam, 300-400 slot bisa terjual dengan harga Rp 1,5 juta-2 juta per slot,” katanya. Kalau dihitung rata-rata, setiap kali melakukan penawaran investasi, Vestifarm bisa mengumpulkan dana Rp 450 juta-800 juta. “Sekarang, slot yang kami tawarkan sudah dobel, 600-700 slot satu kali buka. Ini pun langsung habis,” ungkapnya.

Meskipun saat ini belum mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menurut Dharma, platform yang dikembangkan pihaknya telah menerapkan asas transparansi agar investor percaya pada Vestifarm. Selain memperoleh Surat Kepemilikan Ternak, tiap pemodal juga mendapat laporan bulanan yang isinya merangkum data perkembangan kondisi sapi yang tengah digemukkan, termasuk foto-foto pendukung. “Saat ini Vestifarm sedang dalam proses pendaftaran dan memperoleh perizinan dari OJK. Semoga dalam waktu dekat Vestifarm dapar segera mengantongi izin tersebut,” ujar jebolan dari Rumah Perubahan yang dipimpin Rhenald Kasali ini.

Tak hanya ternak sapi, Vestifarm juga telah mengembangkan diri dengan penawaran investasi tambak udang dan penanaman bawang merah.

Dharma berharap Vestifarm bisa menjadi perusahaan investasi agrikultur terbesar di Indonesia. Ia mengaku ingin Vestifarm bisa membantu pengembangan semua komoditas unggulan di Indonesia. “Kami akan membantu dari segi dana melalui para investor,” katanya.

Reportaase: Arie liliyah 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)