Menteri BUMN Kick Off PaDi UMKM BUMN Rangkul Pelaku Bisnis Lokal Melalui Pasar Digital - Telecommunication Update

Menteri BUMN Kick Off PaDi UMKM BUMN Rangkul Pelaku Bisnis Lokal Melalui Pasar Digital

Jakarta, 15 Juni 2020 – Bertempat di Kementerian BUMN, Menteri BUMN Erick Thohir, Senin (15/6), secara resmi melakukan kick off program PaDi UMKM (Pasar Digital UMKM) dengan menggunakan aplikasi video conference CloudX. Acara ini diikuti oleh Direktur Utama dari BUMN yang terlibat dalam program tersebut, di mana dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dihadiri oleh Direktur Utama, Ririek Adriansyah dan Direktur Strategic Portfolio, Achmad Sugiarto. Acara yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman secara digital oleh Direktur Utama sejumlah BUMN ini merupakan salah satu upaya Kementerian BUMN untuk memperkuat pelaku ekonomi, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menjalankan roda perekonomian dengan memanfaatkan teknologi ICT. Penandatanganan digital difasilitasi PERURI dan juga Privy.id yang merupakan karya anak bangsa dan startup binaan anak usaha Telkom.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengikuti acara kick off virtual melalui aplikasi video conference CloudX Pengembangan Ekosistem Pasar Digital Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PaDi UMKM) yang dipimpin langsung Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Senin (15/6).

PaDi UMKM sendiri merupakan sebuah platform digital yang mempertemukan UMKM dengan BUMN guna mengoptimalkan, mempercepat, dan mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM, serta memperluas dan mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan. Di samping itu bagi Kementerian BUMN, platform ini membantu memonitoring belanja BUMN pada UMKM.

Dalam PaDI UMKM, Telkom berperan sebagai Data Centralized Agregator termasuk B2B PaDi UMKM. Sementara itu, 8 (delapan) BUMN yakni PP, Waskita, Wika, Pupuk Indonesia, Pertamina, BRI, Pegadaian, dan PNM akan bertindak sebagai Top Pilot pada delapan kelompok kegiatan UMKM, termasuk Rumah Kreatif BUMN (RKB) dan Community Development Center (CDC) masing-masing BUMN. Selanjutnya tiga BUMN akan bertindak sebagai lembaga pembiayaan, yakni BRI, Pegadaian, dan PNM.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah usai penandatanganan digital nota kesepahaman Pengembangan Ekosistem Pasar Digital Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PaDi UMKM) bersama delapan Direktur Utama BUMN lain yang terlibat dalam pengembangan PaDi UMKM saat acara kick off yang dipimpin langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir melalui aplikasi video conference CloudX di Jakarta, Senin (15/6).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, “Situasi COVID-19 ini membawa dampak yang cukup signifikan terhadap sektor UMKM, berbeda kondisinya pada tahun 1998 di mana UMKM justru dapat bertahan. Oleh karenanya demi membantu sektor UMKM, kepada BUMN agar belanja sampai dengan Rp14 miliar diprioritaskan pada sektor UMKM. Dan saya yakin dengan adanya platform PaDi UMKM ini dapat memperluas channel UMKM serta membantu mempersiapkan UMKM dalam memasuki new normal melalui transaksi yang akan banyak dilakukan secara digital,” ujar Erick Thohir.

Adapun kontribusi BUMN yang akan dimonitor melalui platform PaDi UMKM meliputi info penjualan UMKM (gathering info seller UMKM), enabler e-commerce dengan mengintegrasikan marketplaceB2B Store, menerima data hasil e-procurement BUMN, serta memudahkan monitoring kontribusi BUMN belanja ke UMKM, dan monitoring penyaluran fasilitas permodalan/pembiayaan UMKM.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah yang turut hadir mengikuti kegiatan kick off virtual ini menyatakan komitmen penuh Telkom menyukseskan program pemerintah khususnya Kementerian BUMN dalam mendigitalkan UMKM. “Sejalan dengan fokus Pemerintah untuk terus memastikan UMKM tetap tumbuh dan produktif, Telkom melalui infrastruktur dan layanan ICT siap memastikan kesukseskan PaDi UMKM. Semoga ini dapat terus memajukan roda perekonomian Indonesia ke depan,” ungkap Ririek.

Di Indonesia saat ini terdapat tidak kurang dari 23 juta pelaku UMKM, sedangkan yang bernaung di bawah delapan BUMN sebanyak 17.000. Secara bertahap diharapkan 17.000 pelaku UMKM tersebut dapat bergabung di PaDi UMKM dan menjadi vendor BUMN.