No Widgets found in the Sidebar

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyediakan layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) demi menyukseskan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016. Telkom menyediakan fasilitas jaringan dalam pelayanan pendaftaran online SNMPTN dan SBMPTN 2016. Yakni, berupa Penyediaan Layanan Jasa Komunikasi Data dan Internet, Penyediaan Layanan Jasa Colocation (Internet Data Center) dan infrastruktur pengamanannya dengan menggunakan firewall, Call Center, serta Penyediaan Layanan Jasa Konsultasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Sebagai BUMN telekomunikasi di Indonesia, kami siap dan berkomitmen mendukung serta mensukseskan program Kemenristekdikti. Salah satunya adalah dukungan sistem dan mekanisme pendaftaran online dalam pelaksanaan kegiatan SNMPTN dan SBMPTN 2016. Ini menjadi wujud peran aktif Telkom bagi dunia pendidikan di Indonesia,” kata Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, dalam rilisnya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Service Telkom dan Rochmat Wahab, Ketua Umum Panitia Nasional SNMPTN dan Panitia Pusat SBMPTN 2016 di Kantor Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Jakarta, Jumat (15/1).
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Service Telkom dan Rochmat Wahab, Ketua Umum Panitia Nasional SNMPTN dan Panitia Pusat SBMPTN 2016 di Kantor Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Jakarta, Jumat (15/1).

Layanan TIK tersebut akan diperkuat oleh layanan Indonesia Reseach Network (iDREN) yang duluncurkan Telkom Grup. Layanan tersebut berupa bandwidth khusus yang dialokasikan Telkom bagi kebutuhan penelitian di perguruan tinggi di Indonesia melalui program Telkom Smart Campus Award (Tesca) 2016 yang dicanangkan perseroan.

Layanan iDREN telah mencakup sekitar 2.030 Perguruan Tinggi di Indonesia. Pihaknya menargetkan akan menjangkau sekitar 1.000 universitas lagi, sehingga diharapkan hingga akhir tahun terdapat 3.000 kampus di Indonesia telah terjangkau kabel serat optik milik Telkom.

“Semua fasilitas TIK yang dikembangkan Telkom Grup dengan standardisasi dan benchmark hingga di area regional Asia sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan daya saing perguruan tinggi Indonesia pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” ujarnya.

Khusus untuk iDREN, saat ini sudah tersedia di 5 kampus, yaitu UI (Universitas Indonesia), UGM (Universitas Gajah Mada), ITB (Institut Teknologi Bandung), Unibraw (Universitas Brawijaya), dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh November).

Mereka akan menjadi hub bagi kampus-kampus lain yang membutuhkan konektivitas untuk pengembangan riset. Untuk kebutuhan riset, pada tahap awal, Telkom menyediakan kapasitas bandwidith sebesar 100 megabit per detik (Mbps). Apabila, kebutuhan kampus meningkat, maka akan ditambahkan lagi kapasitas bandwith-nya. “Nanti disesuaikan dengan kebutuhan kampus. Kalau kebutuhannya meningkat kita akan nambah lagi kapasitas bandwith-nya,” katanya.

Telkom terus berkomitmen untuk mendukung dan meningkatkan pelayaan kepada Perguruan Tinggi melalui program IndiCampus. Telkom fokus pada solusi 3C dalam rangka terwujudnya visi dan misi Perguruan Tinggi Indonesia. Solusi 3 C itu adalah Connectivity (layanan internet, intranet, teleponi); Content (layanan data center, aplikasi dan services); Community (layanan single sign-on wifi.id, closed user group Telkomsel dan community riset sharing).

Selain itu juga Program Indigo Fellowship yang mendorong tumbuhnya industri kreatif di bidang content melalui wadah Indigo (Indonesia Digital Community), mengembangkan wadah kreatif melalui beberapa Digital Valley yang dibangun seperti Jakarta Digital Valley, Jogja Digital Valley dan Bandung Digital Valley, serta program site visit, magang atau coop yang telah dilaksanakan sejak tahun 2008 dan telah diikuti oleh 74 Perguruan Tinggi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *