Bus Suroboyo Tambah 10 Unit Lagi

Bus Suroboyo

Beberapa waktu lalu Kota Surabaya meluncurkan bus untuk masyarakat yang dibayar pakai botol plastik. Meski terkesan unik, namun animo masyarakat untuk menggunakan bus berwarna merah itu, terus meningkat. Oleh karenanya, Pemereintah Kota Surabaya, menambah 10 unit bus untuk operasional tersebut dari Mercedes Benz.

Seremoni serah terima bus opersional dilakukan oleh Mercedes-Benz melalui PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), sebagai agen tunggal penjualan resmi kendaraan komersial itu kepada Pemkot Surabaya dan dihadiri Walikota Surabaya, Tri Risma Harini. Kesepuluh unit bus tersebut adalah Mercedes Benz tipe 05000U 1726.

Jung-Woo Park, Direktur Marketing Bus Truk Eropa dan Bus Daimler, mengatakan, menciptakan solusi untuk transportasi dalam kota yang lebih efektif dan efisien merupakan fokus bus Mercedes-Benz. “Kami menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan keandalan transportasi umum sekaligus melindungi lingkungan, dua poin mendasar yang juga terus dihadirkan oleh Mercedes-Benz melalui produk-produknya“, ujarnya dalam keterangan pers (14/1/109).

Park menambahkan, pihaknya berharap masyarakat Surabaya dapat turut mendukung program ini dengan beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum, terutama menggunakan Bus Suroboyo.

Mercedes-Benz O500U 1726 LE dibangun dengan desain low entry untuk memenuhi kebutuhan sistem transportasi umum jalan raya yang memudahkan penumpang saat akan naik dan turun dari bus, termasuk lansia dan anak-anak.

Bus ini menggunakan mesin Euro 3 OM 906 LA III mesin yang juga digunakan di beberapa tipe bus Mercedes-Benz lainnya di Indonesia. MB 1726 LE dikembangkan untuk bus perkotaan. Sasis mampu menerima tubuh hingga 12,5 meter panjangnya. Chassis lebih rendah,sehingga memungkinkan masuknya lebih mudah dalam bus. Chassis bus ini merupakan gabungan teknologi Mercedes-Benz yang memberikan kinerja tinggi dalam kondisi operasi dan jalan yang paling parah.

Suspensi udara penuh, sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Untuk operasi di kota, bus ini tersedia dalam transmisi otomatis dan retarder terintegrasi.

Di sejumlah perusahaan otobus, mesin ini terbukti mampu dioperasikan hingga melampaui 1 juta kilometer jarak tempuh tanpa overhaul alias turun mesin. Bus ini juga dilengkapi dengan sistem menajemen engine untuk efisiensi bahan bakar serta kneeling system yang berfungsi mengatur jarak antara bus ddengan trotorar, menjadikan bus ini mudah digunakan oleh penumpang dengan kebutuhan khusus.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)