Desten Bidik Pasar Baterai Mobil Listrik di Indonesia

Desten merilis Teknologi Pengisian Baterai Super Cepat untuk Mobil Listrik Pertama di Dunia, Targetkan Pasar Indonesia

Desten, produsen baterai dan teknologi yang menghadirkan solusi pengisian super cepat, memperkenalkan solusi pengisian daya super cepat pertama di dunia yang dapat mengisi daya dari 0 - 80% dalam waktu 4 menit 40 detik. Terobosan teknologi ini akan diluncurkan di Jakarta. Nantinya Desten akan memperkenalkan inovasi tersebut dalam roadshow global di Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Utara.

Peluncuran teknologi pengisian baterai super cepat bertujuan untuk mengatasi tantangan utama dalam penggunaan mobil listrik, seperti mengatasi jangkauan dan kekhawatiran pengisian daya saat mengemudi. Solusi ini juga memungkinkan konsumen untuk memperluas jangkauan jarak mobil listrik mereka, dengan pengisian daya secepat mobil berbahan bakar bensin.

Teknologi pengisian baterai ultra-cepat Destenjuga dapat mempermudah konsumen mobil listrik di daerah perkotaan dan padat penduduk, khususnya dalam mengakses pengisian baterai, sehingga setiap pelanggan dapat menikmati layanan yang maksimal setiap harinya. "Pengisian daya selama lima menit merupakan daya tarik utama bagi mobil listrik saat ini, apalagi prosesnya juga mudah, tidak memerlukan banyak adaptasi dan lokasi pengisian juga mudah ditemukan. Dengan memiliki mobil listrik berteknologi baterai ini , konsumen tidak perlu menghabiskan waktu lebih lama untuk mengisi baterai mobil di pusat pengisian, dibandingkan dengan waktu yang ada habiskan untuk mengisi bahan bakar saat ini," ujar Siamak Kia, CEO Desten Group.

Kemampuan pengisian cepat yang dimiliki Desten  merupakan hasil dari inovasinya dalam material dan struktur sel, dengan formulasi kimia baru yang diproduksi lewat proses manufaktur khusus. Sel ini dapat mencapai 3,000 siklus penggunaan yang terdepan di industri, serta total jarak tempuh lebih dari 1,5 juta kilometer.

Pengisian cepat umumnya membutuhkan peningkatan panas yang tinggi di dalam baterai. Meskipun memiliki kecepatan pengisian sangat cepat, baterai Desten mampu mempertahankan stabilitas termal yang tinggi sehingga tetap dingin selama pengoperasian. Baterai ini juga tersertifikasi oleh organisasi pengujian eksternal untuk menjaga suhu kurang dari 15 derajat celcius di atas suhu sekitarnya selama operasi.

Tidak seperti baterai lainnya, sel baterai Desten tidak membutuhkan pendingin air. Hal ini efektif dalam mengurangi biaya dan berat dari sistem pendingin baterai, sehingga menghasilkan penghematan energi dan biaya. Sel pengisian baterai ultra-cepat ini juga memungkinkan pemulihan energi proses mengemudi yang lebih baik. Hal ini menghadirkan peluang baru dalam merancang paket baterai yang lebih efisien untuk kendaraan listrik dan dengan biaya lebih murah, sehingga membuat kendaraan listrik lebih terjangkau. Apalagi dengan sertifikasi keamanan UN 38.3, baterai Desten telah melewati seluruh persyaratan keselamatan, menjadikannya teknologi yang ideal untuk teknologi baterai otomotif.

Dengan teknologi baterai ramah lingkungan, Desten percaya dapat menghadirkan kontribusi positif bagi lingkungan, khususnya dalam memerangi isu perubahan iklim. Apalagi teknologi sel baterai  menggunakan sebagian besar komponen energi terbarukan, sehingga menghasilkan jejak karbon yang sangat minimal. "Karena baterai kami mampu bertahan lebih lama daripada baterai mobil listrik biasa, Dessten menawarkan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Di akhir masa pakainya pada mobil listrik, baterai kami juga dapat digunakan kembali pada sistem penyimpanan energi," ujar Kia dalam keterangan resmi di Jakarta (11/10/2021).

Mengintegrasikan energi terbarukan dengan infrastruktur jaringan, teknologi Desten menghadirkan solusi canggih untuk infrastruktur 'Smart Grid' yang dibutuhkan di kota-kota masa depan. Teknologi ini juga memberikan solusi untuk tantangan terbesar yang dihadapi transmisi dan manajemen energi, seperti regulasi frekuensi dan kendala permintaan energi utama, menyusul meningkatnya jumlah mobil listrik di jalan. "Desten dan Pemerintah Indonesia memiliki tujuan yang sama untuk menggerakkan mobilitas dan mengintegrasikan proyek energi yang lebih berkelanjutan ke dalam jaringan yang ada. Dengan pergeseran menuju energi terbarukan di Indonesia dan potensi ekonomi yang besar dari seluruh rantai nilai baterai, kami akan memperkuat posisi kami sebagai pusat global dalam inovasi energi dan salah satu pemimpin dalam gerakan keberlanjutan internasional," ujar Kia.

Saat ini, teknologi Desten telah digunakan pada Bus Listrik MAB di Indonesia, yang kemarin diujicoba di Sirkuit Sentul, Jawa Barat.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)