Honda Menguasai 74,6% Pangsa Pasar Motor

AISI sebut penjualan motor tahun 2018 naik tipis

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), total pasar motor 2018 lalu mencapai 6.383.111 unit. Angka ini naik sekitar 8,4% dibandingkan tahun 2017 dan motor yang terjual 5.886.103 unit.

Penjualan yang menggembirakan ini sudah diperkirakan oleh AISI sejak November lalu. Melalui Ketua Umumnya,Johannes Loman, AISI optimistis bahwa penjualan pada 2018 bakal melebihi tahun 2017. Indikasinya sudah tampak ketika pada November lalu angka penjualan motor sudah mencapai 5,9 juta unit.

Astra Honda Motor (AHM) mengklaim, dari tahun ke tahun tak tergoyahkan oleh kompetitornya. AHM berhasil menjual sebanyak 4.759.202 unit motor atau menguasai pangsa pasar 74,6%. Angka ini sedikit naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana AHM menguasai 74,51%.

Sementara itu, Yamaha di urutan kedua dengan penjualan sebanyak 1.455.088 unit atau meraih 22,8%, turun sedikit bila dibandingkan tahun lalu di mana pabrikan berlogo garpu tala tersebut meraih 22,9%.

Untuk motor Suzuki, manajemen boleh tersenyum karena pada 2018 mampu menjual motor sebanyak 89.508 unit atau memiliki pangsa pasar 1,4%. Angka ini naik bila dibandingkan dengan penjualan tahun lsebelumnya hanya 78.637 unit atau 1,22%. Keberhasilan ini tentu saja tidak lepas dari kiprah Suzuki yang sejak awal 2018 lalu menggerojoki pasar dengan produk-produk baru, salah satunya GSX Series, di mana motor sport 150 cc ini mampu menarik minat konsumen.

Suzuki sukses naik di posisi ketiga menggeser Kawasaki yang kini berada di posisi keempat dengan pangsa pasar 1,22% dari sebelumnya 1,33%. Kawasaki pada 2018 lalu mampu meraup penjualan 78.982 unit. Penjualan ini cukup bagus, karena Kawasaki hanya mengandalkan penjualan motor sport minus skutik. Sementara para kompetitornya, terutama Honda dan Yamaha, sebagian penjualan motornya banyak ditopang oleh skutik.

Selain daya beli masyarakat yang lebih baik, peningkatan pasar sepeda motor ini antara lain disebabkan karena harga komoditi di pasaran berangsur membaik yang menyebabkan pembeli di luar Pulau Jawa meningkat. Situasi ini ditambah dengan beragam produk terbaru dari produsen yang meluncur ke pasar. Rangsangan ini membuat kenaikan permintaan di pasar domestik.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)