Indonesia Bangun Pabrik Baterai Lithium Terbesar di Dunia

Pemerintah serius dalam memproduksi kendaraan listrik. Setelah menyiapkan aturan dan dukungan terhadap produk motor listrik Gesit, saat ini pembangunan infrastruktur menjadi perhatian.

Untuk mendukung operasional kendaraan listrik tersebut, akan  dibangun pabrik baterai lithium. Peletakan batu pertama pabrik tersebut akan dilaksanakan pada 11 Januari mendatang di Morowali, Sulawesi Tengah.  Demikian keterangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan kepada media.

Total nilai investasi yang dibenamkan dalam pabrik baterai lithium tersebut  sekitar US$4,3 miliar,  dengan investasi awal sebesar US$700 juta.  Rencananya pabrik tersebut akan memproduksi berbagai baterai untuk kendaraan listrik.

Investor yang terlibat dalam prpoyek tersebut masing-masing adalah  konsorsium GEM Co. Ltd. Sebesar 36%, Tsingshan Group 21%, CATL 25%, Hanwa 8%, dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) 10%. "Investor  yang akan menanamkan modalnya tidak hanya dari China. Tapi, beberapa negara lainnya seperti Jepang dan Korea Selatan," katanya.

Menurut Luhut, Indonesia  berharap menjadi produsen terbesar baterai lithium dunia. Untuk itulah, dalam proyek ini Indonesia tidak bergantung kepada investor salah satu negara. Sebagian komponen baterai lithium berasal dari nikel, dan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan nikel paling besar di dunia. Pembangunan pabrik tersebut diperkirakan akan  selesai dalam 2 tahun mendatang.

Morowali, merupakan salah satu daerah tambang nikel yang terbesar di Indonesia. Dengan total produksipada 2016 lalu yang mencapai 168.500 ton per tahun, Indonesia  merupakan negara ke-6 produsen nikel terbesar di dunia.

Selain itu, baterai lithium  ini bisa didaur ulang. Apabila proses ini bisa berjalan tentu saja, akan makin menghemat dan bisa mengurangi biaya untuk memproduksi baterrai tersebut. Pabrik di Morowali direncanakan akan memasok kebutuhan batterai kendaraan listrik domestik.  Ini untuk mengurangi ketergantungan impor sehingga membuat harga kendaraan listrik dalam negeri terjangkau.  Direncanakan, produk baterri tersebut akan diekspor.

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)