Perpanjangan PPnBM Berpotensi Dongkrak Omzet Dharma Group Rp 2 Triliun

Pekerja memproduksi komponen otomotif di pabrik Dharma Group. (Foto : Dok)

PT Dharma Polimetal (Dharma Group), perusahaan manufaktur komponen otomotif milik Triputra Group, optimistis perpanjangan PPnBM dan tren penjualan kendaraan roda empat yang mulai positif sejak awal tahun akan positif bagi kinerja perusahaan dan industri manufaktur komponen otomotif.

Presiden Direktur Dharma Group, Irianto Santoso, mengatakan perpanjangan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) hingga 100% akan menciptakan multiplier effect pertumbuhan ekonomi serta menambah daya dorong kebijakan pemerintah guna menstimulasi konsumsi masyarakat, serupa dengan target pemerintah. “Dengan adanya perpanjangan PPnBM, hingga akhir tahun ini Dharma Group optimistis target pendapatan konsolidasi (di luar anak usaha patungan/joint venture) dapat mencapai Rp 2,8 triliun akan terealisasi lebih mudah dibandingkan dengan sebelum adanya perpanjangan PPnBM,” ujar Irianto di Jakarta, baru-baru ini.

Irianto, dalam keterangan tertulisnya ini, menyebutkan dampak insentif PPnBM terhadap kinerja perusahaan. Insentif PPnBM yang mulai berlaku pada Maret tahun ini dan keputusan pemerintah untuk memperpanjang menjadi sampai akhir tahun ini pemberian insentif PPnBM DTP hingga 100% untuk kendaraan bermotor, dari rencana awal hanya sampai Agustus 2021. Penjualan mobil pada September 2021 sebanyak 84.110 unit, masih menggeliat serta mencerminkan adanya perbaikan daya beli masyarakat.  

Angka penjualan mobil sempat turun hingga titik nadir 3.600 unit pada Mei 2020, tetapi berangsur membaik hingga di angka 49.200 unit pada Februari 2021. Lonjakan terjadi pada Maret 2021 ketika insentif PPnBM berlaku hingga angka penjualan 4W mencapai 84.910 unit dan masih lebih tinggi dari ketika awal-awal pandemi.

Dampaknya, pada Mei 2021, Kementerian Perindustrian mencatat penjualan komponen otomotif sempat turun tahun lalu hingga tinggal 20% dari periode sebelum pandemi. Angkanya mulai meningkat pada awal tahun sampai Maret 2021 yaitu menjadi 40%-50% dari periode sebelum pandemi. Kenaikan semakin tajam menjadi 70-80% dari periode sebelum pandemi setelah insentif PPnBM DTP diberlakukan pada Maret 2021.

Industri komponen otomotif tersebut merupakan bisnis yang sangat luas, dari mulai komponen kendaraan baru sampai komponen suku cadang pengganti dari masing-masing jenis kendaraan. Jenis kendaraan tersebut terbagi ke dalam segmen bermotor roda dua, roda tiga, roda empat, hingga bus dan truk.

Dharma Group, salah satu pelaku industri manufaktur komponen otomotif, memproduksi komponen di seluruh segmen kendaraan tersebut. Dengan demikian, dampak dari membaiknya penjualan otomotif sejak awal tahun yang pemicu utamanya adalah insentif PPnBM DTP juga tercermin dari kinerja keuangan perseroan sejak awal tahun ini. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi (tidak termasuk anak usaha patungan/joint venture) sebesar Rp 1,3 triliun sejak awal tahun hingga Juni 2021. Capaian itu naik 46,36% dari capaian Semester I/2020 senilai Rp 893 miliar.

Selain dari faktor penerapan PPnBM, Irianto menjelaskan kenaikan kinerja perseroan itu tidak lepas dari faktor lain seperti diperpanjangnya kebijakan uang muka (DP) 0% untuk kepemilikan kendaraan bermotor dan membaiknya aktivitas ekonomi periode September. Aktivitas ekonomi September yang membaik itu tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan yang mulai ekspansi sebesar 2,21% (year on year) serta PMI manufaktur yang berekspansi yaitu 52,2. “Ditambah juga faktor semakin dilonggarkannya PPKM di hampir seluruh daerah di Indonesia sejak Agustus karena membaiknya kondisi pandemi Covid-19, sehingga memungkinkan semakin cepatnya laju aktivitas ekonomi dan usaha hingga akhir tahun yang akan positif bagi industri otomotif nasional,” ujar Irianto.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)