Upaya Mitsubishi Xpander Pertahankan Posisi Pasar

Keluarga Dwi Sasono dan Widhi Mulia (tengah)--brand ambassador Mitsubishi Xpander bersama para Direksi MMKSI

Sejak diluncurkan pada GIIAS (Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show) 2017, Mitsubishi Xpander menjadi disruptor pasar di segmen Low MPV. Tentu saja ini membuat gerah merek yang selama ini menjadi pemimpin pasar di segmen ini. Selama setahun, Xpander berhasil mempertahankan menjadi pemimpin pasar di segmen Low MPV 1500 cc. Pemintaan akan mobil ini tidak surut hingga saat ini.

Hal ini diungkap Irwan Kuncoro Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha sales Indonesia (MMKSI) di gelaran terakhir roadshow kampanye Tons of Real Happiness di Summarecon Mall Serpong Tangerang (25/01/2018).  “Ini merupakan destinasi terakhir kampanye Ton of Real Happiness, setelah sejak Juli 2018 kami menggelar roadshow berbagi kebahagian ke 9 kota di Indonesia. Hingga kota
terakhir, total 88 ribu pengunjung hadir, di luar ekspektasi kami. Ini bukti popularitas dan antusiasme permintaan yang tinggi dari Xpander,” katanya.

Irwan mengungkapkan sejak kampanye ini diluncurkan hingga
Januari 2019, tercatat 90 ribu unit total penjualan, menjadikan Xpander sebagai pemimpin pasar di segmen Low MPV 1500 cc dengan pangsa pasar 44%.  Dan prestasi ini menghantarkan Mitsubishi meraih pangsa pasar keseluruhan 13,8% di akhir 2018. “Pangsa pasar tertinggi dalam sejarah Mitsubishi sejak hadir di Indonesia pada 1970, yang artinya naik sebesar 79%,” jelasnya.

Irwan menegaskan, pihaknya akan terus berupaya mempertahankan prestasi ini. “Sukses dengan kampanye Tons of Real Happiness, kami sudah menyiapkan tema kampanye lain. Kami terus melakukan terobosan untuk menjaga posisi pasar Xpander,” imbuhnya. Kampanye Tons of Real Happiness saja merupakan terobosan. Berbeda dengan merek lain, pihaknya menggunakan pendekatan keluarga, menghadirkan keceriaan melalui taman hiburan.

“Sepanjang kampanye ini ada 25 ribu web IDE yang bisa diproses lebih lanjut sebagai penjualan. Target 100 ribu pengunjung hingga 3 hari perhelatan di Summarecon Mall Serpong ini, kami yakin akan terlampaui. Setidaknya ada 100 ribu lebih pemesanan Xpander dengan menggelar kampanye ini dan dalam 1-2 bulan ke depan penjualan Xpander akan mencapai 100 ribu sejak kampanye ini digelar Juli 2018,” paparnya.  Ini membuat pangsa pasar mobil penumpang Mitsubishi naik 33% dibanding tahun sebelumnya dan menjadikannya sebagai pemimpin pasar di segmen low MPV.

Menurut Irwan, selain berupaya melalui kampanye yang menarik, layanan pelanggan pun terus ditingkatkan. “Kami tidak ingin pelanggan kecewa, maka itu ketika awal diluncurkan inden Xpander bisa sampai 6 bulan. Kami terus memperbaiki proses dan meningkatkan produksi sehingga kini bisa ditekan menjadi 1 bulan,” tutur Irwan.

Kemudahan mendapatkan mobil impian ini pun diupayakan pihaknya, seperti di Serpong ini, menggandeng Mobilgue.co.id agar pelanggan bisa dengan mudah melakukan trade in mobil lamanya dengan Xpander. ‘Kami juga menawarkan smart package ini yang masyarakat belum banyak tahu, sejak awal bahwa pembeli Xpandernselama 3 tahun atau 50 ribu km masih free service untuk servis berkala mobilnya. Plus asuransi jiwa yang bukan saja untuk pembeli atau nama yang tercantum di STNK saja, tapi untuk seluruh anggota keluarga intinya,” jelas Choeru Cahya, Head of Sales & Marketing Group MMKSI.

Xpander telah membukukan 115.000 angka pemesanan di Indonesia sejak diperkenalkan bulan Agustus 2017 hingga Desember 2018. Pada Maret dan Juli tahun 2017 saja ketika awal-awal penjualan, XPander menduduki posisi pertama pada daftar volume penjualan kendaraan di Indonesia sehingga menguasai pasar mobil kategori Low MPV hingga 30%. Dan mobil ini dinobatkan sebagai Car of the Year 2018 oleh Tabloid Otomotif pada bulan Maret serta FORWOT Car of the Year 2018 dari Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) pada September.

Menurut Irwan, sukses Xpander bukan cerita satu malam. “Sukses yang kami raih, bukan begitu launching, penjualan langsung melonjak, itu semua dimulai sejak dua-tiga tahun sebelumnya,” ujarnya. Tiga tahun sebelum diluncurkan, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) melakukan riset pasar ke keluarga Indonesia, menanyakan seperti apa mobil Low MPV impian mereka, yang belum diwujudkan di mobil yang sudah ada di pasar. Setelah itu bagian riset merancang mobil seperti hasil survei pasar tersebut. Kemudian selama setahun, dimulai dari GIIAS 2016, Mitsubishi melakukan kampanye mobil concept dan roadshow di 9 kota besar hingga kemudian diluncurkan di GIIAS 2017.

Masyarakat mengapresiasi saat peluncuran resmi Xpander di GIIAS 2017, setelah melihat mobil tersebut memiliki kesesuaian sampai 90% dengan mobil concept  yang selama setahun ini dipamerkan. “Saat pertama kali diperkenalkan pada Agustus 2017 sebagai penantang di segmen Low MPV, Xpander ditargetkan laku hanya 5.000 unit per bulan,” ungkapnya. Setidaknya MMKSI berhasil menjual Xpander dengan rata-rata penjualan 6.500 per bulan.

“Kuncinya kami fokus, ada satuan kerja, task force yang fokus, menjalankan dengan baik strategi pre launching, launching dan paska launching. Dan kami terus berupaya merek Mitsubishi Xpander ini terjaga baik,” jelas Irwan.

Selama ini orang mengenal merek Mitsubishi sebagai merek mobil komersial dan sport carIni juga menjadi perhatian penting saat kampanye Xpander. “Kami terus membangun kampanye tentang kekuatan Low MPV ini, bahwa Xpander mobil keluarga Indonesia, risetnya saja dari pasar Indonesia,” tegas Imam.

Dengan terus menjaga momentum post launching Xpander, selama setahun setelah diluncurkan hingga saat ini  lanjut Imam membuat permintaan Xpander masih sangat tinggi. Kalau biasanya di produk terbaru mobil dalam 6 bulan sudah mulai normal permintaannya atau menurun, justri Xpander tetap tinggi. “Boleh dibilang ini history sendiri dalam pasar Low MPV baru. Dalam setahun sejak GIIAS 2017 fenomena Xpander masih kuat,” katanya.

Strategi branding Xpander unggul di pasar ini dijelaskan Imam, tentu diselaraskan dengan kekuatan produk Xpander. Tahun ini misalnya, Xpander mengusung kampanye Tons of Real Happiness. Kampanye ini digelar untuk menjaga momentum sebagai pemain baru di Low MPV yang sangat berhasil dengan menggelar kampanye tersebut di 9 Kota.

Xpander Tons of Real Happiness menghadirkan taman hiburan berbentuk karnaval di kota-kota yang dikunjungi. Intan Vidiasari, Deputy Group Head of Planning and Communications Group MMKSI,  mengatakan, Xpander Tons of Real Happiness merupakan flagship campaign Mitsubishi berbagi kebahagiaan kepada masyarakat di 9 kota antaranya ke Bandung, Makasar, Surabaya dan sebagainya,  dalam bentuk taman hiburan keluarga dengan pilihan wahana yang dapat dinikmati seperti: Ferris Wheel, Carousel, Swing Carousel, Mini Xpander Traffic Park, Balloon Pool, Balloon Castle , 360 photo booth dan berbagai aktivitas menyenangkan lainnya.

Termasuk juga banyaknya spot menarik untuk berfoto bersama dan ikut serta dalam kompetisi media sosial berhadiah “Post the Spot”. Keluarga Sasono yang terdiri dari Dwi Sasono, Widi Mulia, Dru, dan Widuri sebagai Agent of Happiness, turut hadir dan akan menampilkan untuk berbagi kebahagiaan bersama masyarakat di kota-kota yang dikunjungi.

Lebih jauh Irwan menegaskan, kampanye baru ini bukan sekadar meraih peningkatan penjualan Xpander. "Lebih pada menjaga momentum, menjaga merek Xpander tetap menjadi pilihan teratas keluarga Indonesia," ungkap dia. Roadshow ke sembilan kota ini juga merupakan upaya memperluas kampanye ini, selain menyampaikan kelebihan kendaraan ini dari segi kekuatan, bisa menarik berton-ton carousels. Di segmen Low MPV, Xpander sebagai pemain baru, membutuhkan upaya lebih dalam mendorong awareness merek dan menjaganya tetap di atas.

Mitsubishi sangat serius di MPV tentu bukan tanpa alasan. Mengingat pasar paling besar di Indonesia di segmen MPV dengan porsi 60%. Sebagai pendatang baru, Xpander harus menyuguhkan keunggulan berbeda dengan pemain
lain yang sudah besar di segmen ini. Mulai dari strategi pemasaran maupun
produk.

Dari sisi produk, seperti dijelaskan di atas, 3 tahun sebelumnya Mitsubishi melakukan riset door to door ke pasar tentang gambaran MPV idaman mereka. “Lalu kami buat moke up, hingga membuat mobil concept, yang dibuat setelah meramu hasil survei ke masyarakat tersebut. Lalu Mitsubishi Motor Corp (MMC), meramunya menjadi mobil concept. Tidak berhenti disitu, mobil concept-nya kemudian dikenalkan di GIIAS 2016, dilakukan roadshow sepanjang setahun hingga diluncurkan di GIIAS 2017,” terangnya.

Imam meyakini mobil Xpander ketika diluncurkan di GIIAS 2017, tidak berbeda dengan mobil concept-nya yang diperkenalkan sepanjang setahun sejak GIIAS 2016, menjadi salah satu kunci kemenangan di pasar hingga sekarang. “Produk sudah cukup kuat di pasar, sehingga selling point kami cukup confidence,” tegasnya. MMC sampai investasi hingga Rp 7 triliun lebih di pabriknya untuk membuat segmen produk baru ini.

Lalu dibuat strategi pemasaran, yang sangat berbeda dengan pemain yang ada. “Strategi kami bukan di harga, tapi mengekspos fitur produk, seluruh kenyamanan, keandalan, performance mobil Xpander. Kami yakin kalau main di harga, justru habis. Lalu kami kuatkan strategi branding nya baik ATL, BTL, digital campaign maupun media relations,” katanya. Makanya tahun 2018 pihaknya terus menjaga branding-nya melalui kampanye Tons of the real Happiness.

Berkat prestasinya ini, mendorong MMC meningkatkan kapasitas produksinya di Bekasi. Melalui siaran pers 3 Oktober 2018, Mitsubishi mengumumkan rencana peningkatan kapasitas produksi tahunan dari fasilitas produksinya yang canggih di Bekasi, untuk merespon permintaan yang besar terhadap low MPV,  Xpander di pasar Indonesia dan ekspor.

Kapasitas produksi tahunan saat ini yang mencapai 160.000 unit—kapasitas maksimal-- akan ditingkatkan menjadi 220.000 unit pada tahun fiskal 2020. Pengembangan ini merupakan hasil dari investasi sekitar 4 miliar Yen dan akan memberikan tambahan lapangan kerja bagi 800 orang di pabrik Bekasi untuk melengkapi total karyawan mencapai 4.100 orang.

Volume produksi Xpander akan meningkat dari 115.000 unit menjadi 160.000 unit pada tahun fiskal 2020. Ekspor akan meningkat dari 30.000 unit menjadi 50.000 unit untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri termasuk negara-negara ASEAN. Mitsubishi memastikan 80% suku cadang Xpander menggunakan bahan lokal, naik 10% dari sebelumnya karena mesin Xpander akan diproduksi oleh Nissan Motor Indonesia (NMI), anak perusahaan Nissan Motor Co., Ltd di Indonesia.

Langkah ini membawa manfaat ekonomi bagi rantai pasokan lokal. Meski dirancang untuk pasar Indonesia, Xpander telah diekspor ke Filipina, Thailand, Singapura, Vietnam dan Amerika Latin. Di negara-negara ekspor pun booming, inden sampai berbulan-bulan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)