Adopsi Sikap Hati-hati, Pui Sudarto Berhasil Besarkan Bisnis

Di Indonesia, perusahaan kontraktor memang tidak banyak. Padahal, besar pasarnya baru tergarap 1%. “Masih ada 99% ruang untuk berkembang bagi bisnis kontraktor di Indonesia,” ujar Pendiri PT Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi, Pui Sudarto.

Selain alasan tersebut, Sudarto masuk ke bisnis ini karena memang sudah menyukai bidang konstruksi sejak awal. Bahkan, ia hijrah dari Singkawang, Kalimantan Barat untuk melanjutkan studi dengan jurusan teknik Sipil di Universitas Kristen Djaya (kini Universitas Kristen Krida Wacana) pada 1977. Pemicu hingga akhirnya Sudarto menggeluti bisnis ini adalah, ketika sampai Jakarta, pria kelahiran tahun 1957 itu mendapati bahwa rumah petak yang dibelikan orang tuanya di kawasan Pangeran Jayakarta bisa dibilang tidak layak huni.

Pui Sudarto, Pendiri PT Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi

Pui Sudarto, Pendiri PT Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi

Akhirnya, Sudarto memutuskan untuk melakukan renovasi terhadap rumah tersebut. Bak gayung bersambut, Sudarto yang masih belum menguasai ilmu konstruksi, seolah mendapat berkah karena bisa sekaligus belajar soal konstruksi dari dosen-dosennya. “Saya mendapat banyak bantuan secara cuma-cuma dari para dosen di kampus. Bila ada hal yang ingin saya ketahui, saya akan tanyakan langsung. Untungnya lagi, saat saya kuliah tidak ada batas waktu kelulusan, jadi saya manfaatkan saja waktu yang ada untuk bisnis sembari menuntut ilmu,” ujarnya.

Berhasil membereskan rumahnya, Sudarto pun akhirnya merintis bisnisnya sendiri. Ayah tiga anak ini membeli sebuah kavling seharga Rp12 juta untuk menjadi proyek komersial pertamanya. Uang untuk membeli kavling tersebut setengahnya ia dapatkan dengan meminjam dari orang tuanya, dan sisanya dari tabungannya pribadi dan kerabat yang bergabung melalui Joint Venture.

Di kavling ini, Sudarto berhasil membangun rumah tinggal dua lantai pada 1979. Dalam waktu singkat, ternyata proyek residensial ini terjual. “Respons masyarakat positif dengan proyek ini. Saya optimistis sudah berada di jalur bisnis yang benar,” ujarnya. Di tahun tersebut, proyek-proyek yang ditangani Sudarto masih bekerjasama dengan perusahaan milik teman baiknya. Utang pada orang tua pun akhirnya Sudarto lunasi dan ia sudah punya penghasilan sendiri di usia 22 tahun.

Biaya sekolah juga sudah tak lagi meminta pada orang tua. Begitu lulus kuliah pada 1985, Sudarto masuk ke bisnis pembangunan properti residensial. Makin lama, bisnis pun berkembang karena makin banyak permintaan rumah tinggal dari sesama perantau asal Singkawang yang ada di Jakarta.

Dalam menjalankan bisnis ini, Sudarto tak pernah menetapkan target pertumbuhan yang agresif. Semua target yang ia patok selalu berkaca pada kemampuan. “Semua butuh proses dan berkembang pun harus bertahap. Tidak bisa instan,” katanya.

Pui Sudarto bersama dengan Tim, PT Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi

Pui Sudarto bersama dengan Tim, PT Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi

Strategi ini membuat para klien Sudarto paham betul kemampuan yang ia miliki. Dari sini, Sudarto bisa membangun kepercayaan pada pelanggan dan mitra kerja. “Modal utama di bisnis ini bukanlah uang, melainkan kemauan dan cara mendapatkan kepercayaan pengguna jasa. Kunci mendapat kepercayaan ini bisa dilakukan dengan memberikan hasil yang melebihi harapan pengguna jasa dan menepati janji di awal,” ungkapnya.

Pada 30 Juli 1990, Sudarto akhirnya memutuskan untuk mendirikan PT Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi. Di saat yang sama, Sudarto juga mendirikan perusahaan produsen kain, PT Pulauintan Lestari.

Pulauintan sendiri merupakan kepanjangan nama marga keluarga Sudarto, yakni Pui. Dalam mendirikan perusahaan ini, Sudarto mengandalkan tabungannya sendiri. Proyek perdana perusahaan ini adalah, pembangunan Annex di gedung Metropolitan 1. Dari sini, klien Sudarto terus bertambah, yakni perusahaan garmen Frans Brother Sejati dan Pan Brothers.

Selain konstruksi, Pulauintan juga mulai dipercaya untuk membangun mess karyawan dan tempat pengolahan limbah pabrik garmen. Hingga kini, Pulauintan sudah membangun apartemen, gedung kantor, hotel, pusat perbelanjaan, gudang, pabrik, sekolah, dan lainnya.

Dalam menjalankan bisnis, Sudarto sangat dekat dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Ia sudah mempercayakan berbagai solusi keuangan sejak 1995 pada bank ini. Paling sering, Sudarto menggunakan fasilitas giro, KlikBCA Bisnis dan virtual account. Bahkan, Pulauintan membantu membangun gedung BCA di Bali.

Bagaimana Sudarto menghadapi berbagai tantangan bisnis? Baca di artikel selanjutnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
BCA Indonesia Open 2016
#EaaForIndonesia Sukses Bawa Ihsan ke Semifinal BCA Indonesia Open 2016

Suara sirene menggelegar di halaman depan Istora Senayan, Jakarta, Jumat (3/6) lalu. Serta merta, tiga maskot Burung Garuda BCA Indonesia...

Close