BCA Shovia 2015 Bangkitkan Harapan untuk Perfilman Indonesia

Terkadang cuma butuh api kecil untuk melakukan suatu perubahan. Api kecil yang nantinya diikuti oleh api-api kecil lainnya, lalu bersatu menjadi api yang sangat besar. Kita masih punya harapan kok.”

BCA Shovia 2015 Bangkitkan Harapan untuk Perfilman Indonesia

BCA Shovia 2015 Bangkitkan Harapan untuk Perfilman Indonesia

Demikian sepenggal kalimat yang dituturkan Dessiyana Trianisa dalam film Indonesia Muda. Film ini terpilih menjadi salah satu dari lima Best Movie di ajang BCA Short Movie Award (Shovia) 2015, dari total 126 karya yang masuk. Dessiyana sendiri keluar sebagai Best Actress pada kompetisi film pendek untuk mahasiswa yang digagas PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini.

Film Indonesia memang masih belum menjadi raja di negerinya sendiri. Sebuah film Hollywood bisa bertahan hingga beberapa pekan di bioskop, sementara banyak film lokal yang hanya tayang selama beberapa hari akibat minimnya penonton. Anggapan bahwa film Indonesia kurang bermutu, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peminat film Indonesia tidak sebanyak film asing.

Bioskop tidak selalu punya keleluasaan untuk memilih-milih film mana yang boleh ditayangkan. Selama persyaratan terpenuhi, misalnya soal administrasi, film apa pun dapat ditampilkan. Ketika film-film Indonesia yang ditayangkan tidak bermutu, penonton kapok kembali ke bioskop. Keinginan pihak bioskop untuk berpihak kepada karya anak bangsa pun harus pupus dengan adanya desakan bisnis.

Indonesia bisa, tinggal banyak latihan dan kesempatan,” ujar Direktur BCA Armand Hartono pada malam Anugerah BCA Shovia 2015 di Jakarta, Selasa (27/10). “Banyak film-film Indonesia yang bagus. Di film asing pun banyak orang Indonesia yang menjadi aktor, animator, maupun membuat musiknya. Kita punya lebih dari 200 juta penduduk dan kaya akan budaya. Di sanalah kekuatan Indonesia yang tidak banyak orang menyadari,” lanjutnya.

Komitmen BCA dalam memajukan kebudayaan Indonesia pun dibuktikan dengan menyelenggarakan BCA Shovia 2015. Dengan mengusung tema “Indonesia Muda, Indonesia Kaya Budaya”, BCA hendak memperluas kesempatan generasi muda untuk membawa perbaikan bagi perfilman Indonesia. Setelah mengumpulkan karya film pada 25 September 2015 dan melewati tahap penjurian, nama-nama pemenang pun diumumkan pada Anugerah BCA Shovia 2015 ini.

Armand mengatakan dalam sambutannya, “BCA Shovia merupakan perwujudan dukungan BCA terhadap kreativitas anak muda Indonesia disertai kesadaran akan pentingnya menjaga warisan kekayaan budaya Indonesia.” Anugerah BCA Shovia 2015 juga dihadiri oleh Kepala Divisi Human Capital Management BCA Lianawaty Suwono, Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati, dan para juri antara lain aktor Tio Pakusadewo, budayawan Noorca M. Massardi, serta sutradara muda Helfi Karfit dan Harris Nizam.

Kompetisi ini mendapat respon hangat dari para mahasiswa. Dari seluruh karya yang masuk, dipilih beberapa finalis untuk memperoleh gelar juara di sejumlah kategori, yaitu Best Movie, Best Director, Best Scenario, Best Cinematography, Best Editing, Best Actor, Best Actress, dan Best Poster. Selain itu diumumkan pula Favorite Movie yang ditentukan melalui proses voting di website www.bcashovia.com. Para pemenang pada BCA Shovia 2015 ini mendapatkan total hadiah sebesar Rp100 juta.

Tidak sekedar ajang kompetisi, rangkaian acara BCA Shovia 2015 diawali dengan sejumlah workshop di beberapa kampus mengenai teknik-teknik memproduksi film yang berkualitas. BCA berharap rangkaian BCA Shovia 2015 ini dapat melahirkan putra-putri Indonesia yang mampu mengharumkan Indonesia di kancah internasional melalui karya-karya film terbaik mereka. Api-api kecil inilah yang kelak akan menghasilkan api perubahan yang sangat besar. Masih ada harapan untuk perfilman Indonesia.

BCA Senantiasa di Sisi Anda.


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − six =