Belajar Strategi Pemasaran dari Pokemon Go

Pokemon Go sedang hangat menjadi perbincangan di seluruh dunia. Gim buatan Nintendo tersebut bahkan berhasil membuat harga saham perusahaan tersebut naik hampir 25% dan membuat kondisi perusahaan yang tadinya punya kinerja memburuk jadi membaik.

Meski masih terbatas di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru, banyak pemain gim yang tak habis akal untuk dapat akses pada gim tersebut, termasuk di Indonesia. Berkat gim garapan Niantic, Inc itu, Forbes melaporkan valuasi Nintendo meroket US$ 7,5 miliar.

Pokemon GO (source: smart-money.co)

Pokemon GO (source: smart-money.co)

Lalu, pelajaran apa yang bisa diambil dari Pokemon Go?

Gim ini menggunakan teknologi augmented reality yang bisa menjadi media baru untuk mendukung pemasaran. Media gim untuk pemasaran memang bukan hal baru. Namun, dari Pokemon Go, pakar pemasaran Jayson DeMers menyorot pelajaran yang bisa diambil.

Pertama, branding yang baik bisa mendongkrak nilai jual. Pokemon bukan merek baru. Selain itu, karakter dalam Pokemon sudah lama terkenal kualitasnya, baik dari seri gim maupun animasi.

Kekuatan tersebut memudahkan perusahaan memperluas pengguna Pokemon. Kedua, momentum yang tepat. Rilisnya Pokemon Go ini ada di momentum tepat, di musim libur anak dan keluarga.

Pokemon langsung populer baik di kalangan anak-anak maupun dewasa. Ketiga, pengakuan sosial menjadi segalanya. Di era Internet, orang bisa saling berbagi informasi dengan bebas dan pengakuan menjadi hal penting yang mempengaruhi keputusan seseorang.

Banyak orang mengunduh gim ini di ponsel pintar mereka karena pengakuan positif setelah memainkan Pokemon Go.

Keempat, suguhan nostalgia. Merek lawas ini berhasil membuat mereka yang hidup di 1990an bernostalgia melalui gim ini dengan cara dan konteks baru. Alhasil, Pokemon Go berhasil menumbuhkan loyalitas atau ketagihan pada pengguanya.

Kelima, tak perlu kampanye pemasaran besar. Hampir tak ada iklan Pokemon Go sejak gim ini meluncur. Hal ini menunjukkan bahwa Pokemon Go tak berinvestasi besar di iklan.

Artinya, bila produk dan merek sudah kuat, ia bisa menjadi viral di media sosial dengan mudah. Terakhir, hadiah untuk pelanggan. Dalam gim, pengguna loyal bisa mendapat bonus dan insentif berupa kenaikan level, Pokemon baru, dan insentif lain.

Hal tersebut akan membuat pengguna betah berlama-lama.

Source : smart-money.co

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + fifteen =