Erri Tjendana: Jatuh Bangun Membesarkan TMS Tour and Travel

Jatuh bangun dalam berbisnis, itulah yang sempat dirasakan oleh Erri Tjendana, pemilik PT Tjendana Mandra Sakti (TMS) Tour and Travel di Bali. Erri, begitu ia akrab disapa mengembangkan bisnis ini bermula dari bisnis transportasi bernama Bus Bali Cepat tahun 1973 yang didirikan oleh sang ayah, Tjendana. Pada tahun 1985, Erri mengambil alih usaha Bali Cepat dan mengembangkannya menjadi bisnis cargo dengan nama yang sama.

Erri Tjendana

Erri Tjendana

Pada 1988, suami dari Made Suryawati Sadha ini membuat unit bisnis baru bernama Dewata Transport yang khusus melayani pariwisata yaitu tourism bus. Ide tersebut muncul setelah ia melihat peluang dari mulai maraknya wisatawan asal Taiwan yang melancong ke Bali.

Baru kemudian, pada tahun 1989, keluarganya mendirikan bisnis travel bernama TMS. Erri yang diserahi tanggung jawab untuk memimpin Bali TMS Tour and Travel pada tahun 1995 ini awalnya tak serius menggarap bisnis tersebut. Kala itu, ia bahkan hanya memandang sebelah mata bisnis travel ini.

Jatuh bangun dalam membesarkan bisnis ini Ia alami, termasuk saat dikhianati oleh karyawannya sendiri. Agar tak lagi ditipu, Erri mulai banyak belajar termasuk belajar Bahasa Mandarin. Pasalnya, sebagian besar pasar usaha travelnya adalah wisatawan asal Tiongkok. “Biar saya tidak bisa dibohongi lagi,” tegas Erri.

Dengan menekuni bisnis travel, ayah empat orang anak ini bisa melakukan ekspansi bisnis lain seperti bisnis penginapan berupa resort bintang empat, pembukaan kantor cabang tour and travel di mancanegara dan juga bisnis transportasi. “Bisnis travel kalau dikelola dengan bagus, perkembangannya sangat luar biasa,” cerita Erri.

Erri Tjendana

Erri Tjendana

Tahun 1996, TMS Tour and Travel mulai membuka kantor cabang di Taiwan atau Taipei. Menurut Erri, mayoritas masyarakat di Taipei gemar berlibur termasuk ke Bali. Hingga saat ini market TMS Tour and Travel di Tiongkok terus tumbuh.

Tak berpuas diri, ia terus melakukan ekspansi bisnis. Erri membuka banyak kantor cabang di Tiongkok sebagai upaya menjemput bola di antaranya di Shenzen dan juga Shanghai.

Pada 2015, TMS Tour and Travel bahkan mengakuisisi biro travel di Kuala Lumpur dan Sabah guna melebarkan sayap internasionalnya. Pada tahun ini, TMS Tour and Travel kembali berencana mengakuisisi biro travel di Bangkok, Thailand, dan juga di Kamboja.

Inovasi menjadi hal penting bagi Erri untuk mengembangkan bisnisnya. Akhir 2015, TMS Tour and Travel resmi merilis aplikasi bernama PP Bus untuk wisatawan mancanegara asal Tiongkok yang melancong ke Indonesia terutama Bali.

Dalam aplikasi PP Bus ini, wisatawan akan dimudahkan dengan sejumlah fasilitas seperti jadwal shuttle bus milik TMS Tour and Travel. Dengan demikian, wisatawan bisa berkeliling Pulau Dewata dengan mudah. Aplikasi PP Bus ini bahkan telah dipasarkan ke seluruh platform aplikasi di Tiongkok seperti Weiboo.

Tanpa inovasi aplikasi, maka tidak akan bisa bertahan di bisnis travel. Harus berubah mengikuti perkembangan zaman. Travel industri sama seperti fashion industri, harus bisa mengikuti perkembangan. Kalau tidak maka tidak bisa eksis. Ikuti apa yang diinginkan market,” kata dia.

Dengan perkembangan aplikasi PP Bus, Erri berharap dapat melayani 150.000 orang wisatawan mancanegara yang akan melancong ke Bali. Tahun lalu, TMS Tour and Travel melayani 90.000 wisatawan mancanegara.

Inovasi lain yang dilakukannya adalah dengan terus menerus membuat paket wisata yang menarik dan mencari destinasi-destinasi baru untuk bisa ditawarkan kepada wisatawan. “Jelas kita harus membangun relasi yang besar, karena kita harus melihat potensi Tiongkok kesukaannya apa,” katanya. 

Ya, market yang disasar Erri adalah Tiongkok dan Taiwan. Baginya tidak ada kendala berarti dalam menangani dua market ini. Apalagi market Tiongkok, kata dia, semakin besar datang ke Bali. Spending money wisatawan asal Tiongkok ini juga cukup bagus karena menyukai shopping dan kuliner. 

Telah 20 tahun lebih menjadi nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Erri mengaku mendapat dukungan penuh dan solusi perbankan dari BCA dalam menjalankan bisnisnya, terutama dalam transaksi keuangannya. “Bagi saya, BCA ini adalah partner yang sangat hebat, karena service dan hospitality-nya sangat bagus,” katanya.  Menjadi nasabah BCA Prioritas, Erri banyak menggunakan fasilitas dan layanan dari BCA, seperti KlikBCA Bisnis, Kartu Kredit BCA dan mobile banking.

Saya juga menggunakan kredit dari BCA juga untuk pembiayaan kendaraan. BCA banyak membantu bisnis saya dan kebutuhan hidup saya,” papar dia, “layanan BCA sangat friendly”.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − thirteen =