FUN-tastic Wayang, Pentas Wayang a la Pelajar

Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pangudi Luhur Dominico Savio tampil dalam Wayang Day on School “FUN-tastic Wayang”. Pada acara ini, para siswa disuguhkan pergelaran wayang melalui beragam kreasi, seperti tari tradisional dan bioskop wayang.

Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pangudi Luhur Dominico Savio tampil dalam Wayang Day on School “FUN-tastic Wayang”. Pada acara ini, para siswa disuguhkan pergelaran wayang melalui beragam kreasi, seperti tari tradisional dan bioskop wayang.

FUN-tastic Wayang, Pentas Wayang a la Pelajar

Sebagai salah satu seni budaya asli Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai World Master of Oral and Intangible Heritage of Humanity, wayang sudah sepatutnya dijaga dan dilestarikan.

Wayang, konon, menjadi salah satu sarana penyebaran informasi dan edukasi yang ampuh kepada masyarakat. Namun sejalan dengan perkembangan jaman, wayang semakin ditinggalkan. Peduli terhadap warisan budaya asli Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mempunyai komitmen mendukung pelestarian wayang Indonesia dengan memperkenalkan wayang sejak dini kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan.

Salah satunya melalui program Wayang Day On School di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pangudi Luhur Dominico Savio pada 8 Oktober 2015. Melalui kegiatan ini, BCA mengajak siswa-siswi SMP untuk menyaksikan pertunjukan wayang dengan kreasi yang mengikuti perkembangan zaman, dekat dengan keseharuan anak muda. Hadir dalam acara Wayang Day on School Kepala Pendukung Operasi Wilayah BCA Semarang Hanna Warijanti H., Kepala Sekolah Pangudi Luhur Domonico Savio Albertus Suwarto, Dewan Kesenian Semarang Mulyo Hadi Purnomo.

“BCA terus berkomitmen untuk memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan generasi muda akan budaya wayang melalui beragam kegiatan, salah satunya Wayang Day on School. Kami menyadari siswa merupakan generasi muda yang akan meneruskan keberadaan wayang sebagai kekayaan budaya Indonesia. Hal inilah yang mendorong kami untuk menciptakan maupun mendukung kegiatan-kegiatan wayang yang melibatkan generasi muda, termasuk para pelajar,” kata Hanna.

Perkenalan wayang ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bakti BCA bidang budaya yang masuk dalam payung program “BCA untuk Wayang Indonesia”. Wayang Day on School yang bertemakan “FUN-tastic Wayang” ini merupakan bukti konsistensi BCA untuk memperkenalkan wayang kepada generasi muda. Pada acara ini, para siswa disuguhkan pergelaran wayang melalui beragam kreasi, seperti tari tradisional dan bioskop wayang. “Wayang Day on School” membuktikan bahwa wayang dapat digelar melalui beragam media yang dekat dengan para pelajar. Tidak berhenti pada pergelaran, pelajar dapat turut berpartisipasi pada sejumlah kompetisi yang meliputi lomba lukis wayang kardus, lomba yel-yel antar kelas, dan lomba karya tulis bertemakan Bangga Wayang Indonesia. Kompetisi ini diharapkan membuat para siswa semakin mengenal wayang sebagai warisan kebudayaan Indonesia yang harus dicintai dan dilestarikan,” lanjut Hanna.

Kegiatan Wayang Day on School bukan untuk kali pertama diadakan oleh BCA. Sebelumnya, BCA sudah pernah mengadakan kegiatan sejenis kepada pelajar SD sampai SMA di Ubud, Bali, pada tanggal 15-17 April 2014. Selanjutnya, BCA akan melanjutkan kegiatan serupa di SMP St. Domenico Savio pada tanggal 20 Oktober 2015, SMP Negeri 18 pada tanggal 21 Oktober 2015, dan SMP St. Yoris pada tanggal 22 Oktober 2015.

“Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Wayang Day on School bersifat dua arah. Artinya selain menampilkan pagelaran wayang, para siswa pun dilibatkan secara aktif untuk mengenal tokoh-tokoh wayang melalui berbagai kompetisi. Kami melihat, saat ini keterlibatan generasi muda dalam budaya wayang dan frekuensi pergelaran wayang masih minim sehingga membuat wayang kurang berdaya dalam merebut ruang dan perhatian anak-anak muda Indonesia. BCA berupaya untuk menghadirkan aktivitas-aktivitas yang mendekatkan wayang dengan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Kehadiran Wayang on School diharapkan dapat terus mendorong generasi muda Indonesia untuk lebih mengenal, mencintai, dan tergerak untuk melestarikan budaya bangsa yang telah diakui dunia ini” ujar Hanna.


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 9 =