Gandeng Code Margonda, BCA Dukung Pertumbuhan Start-Up Lokal

Lahirnya ratusan start-up digital di Indonesia menawarkan berbagai jenis layanan dan model bisnis yang inovatif. Berbekal kreativitas dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar, sejumlah perusahaan rintisan ini mampu mengukir sukses besar dalam waktu yang terbilang singkat. Sebut saja GO-JEK, Tokopedia, Traveloka, dan sebagainya.

Code Margonda - BCA

Code Margonda – BCA

Sayangnya, tidak sedikit pula start-up yang cemerlang dari segi konsep, harus tumbang karena tidak mampu mendongkrak traction atau pertumbuhannya. Para pelaku bisnis ini memang kebanyakan anak-anak muda yang sejak kecil akrab dengan teknologi mutakhir, namun boleh jadi belum berpengalaman dari segi manajerial, pemasaran, dan pengembangan bisnis.

Sebagai bank yang menaruh perhatian kepada dunia pendidikan serta perkembangan teknologi, PT Bank Central Asia (BCA) melalui Bakti BCA menggelar forum pertemuan para pelaku start-up di Menara BCA, Jakarta, Selasa (1/3). Mengangkat tema “Bootstrap Traction for Start-Up”, acara ini terselenggara dengan menggandeng Code Margonda, sebuah coworking space yang berlokasi di Kota Depok.

Acara ini terdiri dari presentasi produk dari pengembang aplikasi serta tiga sesi talkshow. Hadir dalam acara ini Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati, Founder Code Margonda Tommy Herdiansyah dan tiga pembicara yang sukses dalam bisnis wirausaha berbasis teknologi, yaitu CEO of Jojonomic Indrasto Budisantoso, Vice President GO-JEK Dayu Dara Permata, dan CEO Harukaedu Novistiar Rustandi. Jalannya talkshow dipandu oleh Wicak Hidayat, Editor KompasTekno.

Generasi muda penerus bangsa perlu diberikan kesempatan untuk berkiprah secara mandiri dalam memajukan perekonomian bangsa, salah satunya melalui jalur wirausaha. Suatu kebahagiaan bagi kami apabila para start-up yang sedang giat mencari kiat-kiat sukses dalam berbisnis dapat menambah pengetahuan dan ilmu mereka dalam acara ini,” ujar Inge dalam sambutannya.

Dengan populasi 250 juta jiwa, Inge meyakini Indonesia dapat menjadi raksasa teknologi digital. Ia mencontohkan Jojonomic, yang jeli melihat kebutuhan masyarakat dalam solusi pengelolaan finansial berbasis aplikasi. Demikian pula GO-JEK, yang memberikan kemudahan aplikasi penyedia transportasi untuk menjawab tingginya mobilitas masyarakat urban. Juga Harukaedu, yang menawarkan solusi pembelajaran secara online bagi mereka yang sibuk namun ingin meningkatkan kapasitas keilmuannya.

Kepada para audiens, baik yang sudah memiliki bisnis start-up maupun yang masih dalam tahap perencanaan, Indrasto menekankan pentingnya produk yang tak sekadar unik, namun juga berkualitas. “Kalau sekadar berbeda, itu mudah. Yang sulit adalah menghasilkan produk yang lebih baik dari yang sudah ada. Untuk bertumbuh, fokuslah pada satu metrik. Tipikal start-up itu mudah tergoda untuk mengembangkan banyak sekali fitur, padahal belum tentu semuanya bermanfaat,” katanya.

Dara memperjelas hal-hal yang membedakan start-up dengan perusahaan konvensional. “Tidak semua perusahaan yang baru dibentuk lantas disebut start-up. Start-up dirancang untuk tumbuh secara pesat, menggarap peluang baru di pasar yang belum tervalidasi. Sebuah start-up yang sukses tidak selalu harus bermodal besar pada awalnya. Resep suksesnya terletak pada kemampuan start-up tersebut untuk menyelesaikan masalah nyata yang ada di masyarakat,” tandas Dara.

Kehadiran sejumlah pebisnis muda sukses ini diharapkan dapat semakin mempersenjatai para pelaku start-up agar semakin berani dan siap untuk merintis bisnis impian mereka.***

BCA Senantiasa di Sisi Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Ekonomi Melambat, Laba Bersih BCA Tetap Melesat

Posisi permodalan dan likuiditas BCA terjaga di tingkat yang sehat dengan rasio kecukupan modal atau capital asset ratio (CAR) sebesar...

Close