Generasi Ketiga, Generasi Inovatif? (Bagian 1)

Dalam bisnis, inovasi memang punya tingkat urgensi yang berbeda-beda, tergantung industri dan sifat bisnis itu sendiri. Di industri garmen atau fesyen, inovasi lebih banyak muncul dalam bentuk rancangan pakaian itu sendiri.

“Untuk busana muslim, rancangan kita memang sangat kreatif. Terbukti, banyak negara (Thailand, Filipina, Malaysia) yang berkiblat ke kita untuk urusan pakaian muslim,” kata Hendry Tan yang kini menjadi generasi ketiga di perusahaan keluarganya, Tan Textile.

Hendry Tan

Hendry Tan

Bisnis keluarga Hendry bergerak di bidang tekstil yang menjual bahan busana muslim atau muslim textile (95%) dan fesyen umum serta bisnis perhiasan.

“Kedua bisnis tersebut adalah bisnis dasar kita. Setelah lanjut ke generasi ketiga (Danny, Hendry, Ricky), banyak inovasi kami lakukan, terutama dalam diversifikasi bisnis,” ujar Hendry.

Inovasi ini perlu karena persaingan di pasar kini makin sulit. Hendry mengaku, kondisi ketika kakeknya merintis usaha atau saat orang tuanya meneruskan bisnis kakeknya, berbeda dengan kondisi yang ia hadapi saat ini.

“Bila ingin sukses, tentu kita harus banyak melakukan inovasi,” kata Hendry yang resmi menjadi generasi ketiga sejak 7-8 tahun lalu itu. Dalam menjalankan bisnis, Hendry mengaku tak mendapat pelatihan khusus dari orang tuanya.

Namun, ia mengakui, sejak kecil orang tuanya tak pernah mengusir anak-anaknya ketika sedang bermain di ruang bisnis mereka. “Dari situ, kita mulai terbawa dengan sendirinya (terkait bisnis keluarga),” katanya.

Hendry bilang, ia juga kerap bertukar pikiran dengan Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Armand W. Hartono untuk diskusi soal bisnis atau belajar dari cara ia memimpin di BCA.

Di perusahaan keluarga ini, Hendry mengambil peran sebagai bagian pemasaran, sedangkan urusan keuangan dipegang Danny sebagai kakak pertama, dan untuk urusan operasional dipegang adik Hendry, Ricky.

Berlanjut ke bagian kedua untuk mengetahui kisah manuver para pemimpin di generasi ketiga Tan Textile itu.

Source : smart-money.co


Baca juga:

Generasi Ketiga, Generasi Inovatif? (Bagian 2)

 


 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 15 =