Indonesia Knowledge Forum, BCA Gelar Diskusi Lintas Generasi

IKF menjadi salah satu dukungan BCA terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya melalui industri berbasis kreativitas dan pengetahuan.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui BCA Learning Service, unit usaha Yayasan Bakti BCA yang fokus dalam peningkatan kualitas SDM dan organisasi di luar BCA, untuk kelima kalinya menggelar Indonesia Knowledge Forum (IKF). IKF 2016 yang berlangsung pada tanggal 6 – 7 Oktober 2015 di Ritz Carlton, Jakarta ini, merupakan bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya melalui industri berbasis kreativitas dan pengetahuan.

Melalui tema Moving Our Nation To The Next Level: ‘Optimizing Knowledge and Creativity to Ride the Wave of New Generation in Accelerating Indonesia Economy’, IKF menjadi salah satu dukungan BCA terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya melalui industri berbasis kreatifitas dan pengetahuan. BCA mencatat penyelenggaraan IKF ini sebagai pesta pengetahuan terbesar di Indonesia . BCA berupaya memfasilitasi diskusi antar lintas generasi.

Indonesia Knowledge Forum, BCA Gelar Diskusi Lintas Generasi

Indonesia Knowledge Forum, BCA Gelar Diskusi Lintas Generasi

Sebagai bank swasta terbesar, BCA berkomitmen untuk ikut mendukung lahirnya orang kreatif dengan berbagai inovasi yang nantinya dapat mengharumkan nama Indonesia. Dengan tetap berfokus pada tema besar “Moving Our Nation to the Next Level’ yang beriandaskan pada semangat untuk membangun negeri melalui pengetahuan, maka iKF diharapkan tetap mampu menjadi salah satu motor penggerak dan advokasi bangsa, baik didalam maupun di luar negeri.

Dihadiri lebih dari 1.000 peserta, yang terdiri dari para eksekutif dan para professional serta masyarakat umum, IKF kali ini memberikan penyegaran baru. Betapa tidak, di acara ini, IKF memberikan tempat bagi para start up generasi milenial untuk menjadi bagian dari kegiatan ini. Menampilkan pembicara-pembicara, di hari pertama, yaitu A. Tony Prasetiantono Pengamat Ekonomi (Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk) , Fadjar Hutomo (Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif), Yohanes Surya (Founder of Yayasan Surya institute), William Tanuwijaya (CEO Tokopedia ).

Pada hari kedua pembahasan mengenai ekonomi, disampaikan oleh Yongky Susilo (Executive Director The Nielsen indonesia), Burhanuddin Abdullah dan Cyrlllus harinowo Pengamat Ekonomi, Fauzi Ichsan (Kepala Eksekutif Lembaga Penlamin Simpanan). Sementara soal marketing, dibahas oelh Mohamad Feriadi (Presiden Direktur JNE), Gunawan Susanto (Presiden Direktur PT IBM Indonesia), Anne Avantie (Perancang Busana).

Pembahasan mengenai Creativity & Innovation disampaikan oleh Perry Tristianto (Raia Factory Outlet, Founder Wisata Lembang), Avanti Fontana (Co-Founder CiS School of innovation & Planet inovasi Faculty Member Universitas indonesia), Pandji Pragiwaksono (indiepreneur, Stand Up comedy). Mengenai HC & Leadership dipaparkan oleh Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Eka Sari Lorena Soerbaktl (Managing Director PT Eka Sari Lorena Logist cs), Emlrsyah Satar (Chairman of MatahariMall.com). Para pembicara juga berbagi pengalaman kepada peserta.

IKF V dibuka oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong yang sekaligus memberikan keynote speech untuk acara tersebut. Menurut dia, tema yang dipilih IKF tahun ini tetap konsisten untuk bisa membawa Indonesia menuju level yang lebih tinggi.

Indonesia Knowledge Forum, BCA Gelar Diskusi Lintas Generasi

Indonesia Knowledge Forum, BCA Gelar Diskusi Lintas Generasi

“Saat ini sudah waktunya Indonesia untuk naik kelas, saya sendiri yakin Indonesia bisa segera naik kelas. Penyelenggaraan IKF tahun ini sangat menarik dan sejalan dengan pemerintahan Jokowi agar bangsa ini bisa segera melakukan berbagai perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Mengembangkan kreativitas dan inovasi juga termasuk ke dalam revolusi mental yang selama ini digaungkan oleh pemerintahan Jokowi-JK,” jelasnya.

Hadir pula pada acara pembukaan tersebut Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadia.

Kata Jahja, pelaku industri kreatif perlu mendapat fasilitas untuk kegiatan kreasi, serta memproduksi dalam skala usaha yang layak dan mendapatkan akses ke pasar. Usaha baru industri kreatif pun perlu mendapat fasilitas membangun pasar, serta membangun repositori untuk produk-produk kreatif.

“Kami menyadari adanya optimisme dan tekad yang kuat dari masyarakat Indonesia untuk meraih kemajuan dan perubahan ada pada setiap sektor. Optimisme dan tekad yang kuat ini harus didukung melalui pembelajaran yang memadai dari orang-orang yang tepat, yang mumpuni dari sisi pengetahuan dan pengalaman,” ucapnya.

Selain itu, hadir juga Komisaris independen BCA sekaligus Pembina BCA Learning Service Cyriiius Harinowo dan segenap jajaran Direksi BCA. Forum ini ditutup oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya yang memberikan inspiring closing speech dengan tema “Optimizing Knowledge and Creativity of New Generation”.**

BCA Senantiasa di Sisi Anda

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + nine =