Kiprah Albert Santoso Kibarkan Bisnis Plywood

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, kayu adalah salah satu di antaranya. Jenis kayu lunak seperti plywood memiliki waktu panen yang relatif cepat, antara tiga sampai lima tahun. Karenanya, bisnis penjualan plywood sangatlah seksi. Meski sudah mulai bermunculan berbagai alternatif, plywood tetap menjadi pilihan utama konsumen karena unggul dari segi kualitas, terjangkau harganya, dan mudah diaplikasikan. Bahan plywood juga cocok untuk daerah tropis, yang dapat meredam cuaca panas serta mampu mengahangatkan ruangan saat cuaca dingin.

Kiprah Albert Santoso  Kibarkan Bisnis Plywood

Kiprah Albert Santoso Kibarkan Bisnis Plywood

Albert Santoso baru berusia 21 tahun ketika didaulat ayahnya mengelola PT Alam Citra Lestari, perusahaan yang bergerak di industri plywood. Sang ayah, Lukas Santoso, mendirikan usaha ini pada tahun 2011 karena melihat prospek bisnis kayu yang cerah. Kematangan Lukas di dunia bisnis telah teruji sebelumnya dengan keberhasilannya membesarkan CV Makmur Lestari, perusahaan paint & protection coating yang dirintisnya sejak 30 tahun lalu.

Ilmu tentang bahan kimia diperoleh Lukas ketika masih bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan di Jakarta. Karena terdorong untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ia memutuskan resign dan mendirikan perusahaan sendiri pada tahun 1985. Hanya berselang empat tahun, pada 1989 Lukas memutuskan untuk memindahkan bisnisnya dari Jakarta ke Semarang. Sebagai ibukota provinsi yang tengah bertumbuh, Lukas menilai Semarang adalah lokasi yang tepat baginya untuk menggarap pasar Jawa Tengah.

Benar saja, CV Makmur Lestari berkembang pesat, hingga akhirnya Lukas memutuskan untuk merambah ke bisnis plywood. Guna menjaga keberlangsungan bisnisnya, sejak dini Lukas telah mempersiapkan Albert selaku putra sulungnya untuk mengikuti jejaknya sebagai pengusaha. Antara lain, dengan menyekolahkan Albert ke Universitas Newcastle, Singapura, untuk mengambil studi bisnis. Usai menyelesaikan kuliahnya di awal 2012, Albert diminta pulang untuk mengurus PT Alam Citra Lestari yang masih ‘amburadul’. Maklum, ketika itu perusahaan baru beroperasi beberapa bulan. Produksinya minus dan sistem keuangannya masih berantakan.

Plywood

Plywood

Terjun ke Bisnis Plywood

“Awal tahun 2012 itulah saya mulai terjun ke dunia bisnis secara praktis. Tanpa pengalaman, hanya berbekal teori bisnis yang diperoleh di Newcastle. Tampaknya membenahi bisnis lebih berat daripada memulai bisnis dengan kajian sendiri,” tutur Albert. Langkah pertama yang ia lakukan adalah melihat kondisi, mempelajari manajemen dan aturan main, serta sistem kerja. Belum membuat suatu kebijakan, tantangan dari karyawan senior yang memandangnya sebagai anak kemarin sore.

Albert mengenang, “Mereka yang merasa lebih paham dan berpengalaman di situ tentu tidak mau begitu saja menerima ide dan perintah dari orang baru, sekalipun itu anak pemilik. Mengatasinya diperlukan kesabaran dan kebijakan yang tetap berwibawa. Saya tidak mau menang sendiri. Saya tetap mendengar masukan dan mengambil sisi-sisi yang benar. Berbisnis dari hati, berani basah, dan penuh totalitas. Itulah kiat saya menjalankan bisnis ini,” kata Albert Santoso.

Berkat prinsipnya itu, Albert berhasil menggerakkan roda bisnis PT Alam Citra Lestari yang terseok. Dalam empat tahun sejak ia memegang kendali manajemen, perusahaan plywood ini telah mengekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Korea dan Hong Kong. Di pasar domestik, 40 persen dari produk-produknya terserap di Jawa Tengah dan Jawa Barat, selebihnya daerah lain. ”Untuk memenuhi pasar luar negeri ini tidak mudah, karena standar kualitas mereka sangat tinggi dan spesifikasi material bahan sangat diperhatikan,” kata Albert.

Beruntung, dalam mendatangkan bahan baku, Albert memang sangat berhati-hati. Ia hanya mengambil kayu yang mempunyai Sertifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Karena mengambil kayu secara sembarangan dinilai sangat berisiko dan memengaruhi kelangsungan perusahaan. Biasanya bahan baku diperoleh dari berbagai lahan subur di dataran tinggi sekitar Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Agar ketersediaan bahan baku aman, Albert bekerja sama dengan pengepul untuk memasok bahan baku. Jika langsung dengan petani, menurutnya, cenderung sulit bagi mereka untuk menjalin komitmen kerja.

Dalam memenuhi kebutuhan pasar, Albert menawarkan produk plywood dalam tiga grade yakni A, B, dan C. Inilah yang menjadikan PT Alam Citra Lestari mampu menjangkau pasar yang cukup luas. Walhasil, dibanding empat tahun lalu, kini omzet usahanya telah bertumbuh empat kali lipat. Hal ini diiringi kapasitas produksi yang juga meningkat. Sistem kerja yang sebelumnya satu shift, diubah menjadi tiga shift yang berjalan 24 jam penuh. Karyawan yang awalnya hanya 60 orang juga telah bertambah menjadi 300 orang. Hingga setidaknya 10 tahun ke depan, Albert optimistis bisnis plywood masih cerah. Sebab, bisnis ini berkaitan erat dengan pembangunan yang terus berjalan di Indonesia.

Kini, sebagai Managing Director PT Alam Citra Lestari, Albert juga membantu ayahnya dalam mengurusi keuangan di CV Makmur Lestari. Sang ayah yang kaya pengalaman pun kerap memberikan wejangan-wejangan bisnis kepadanya. Menurut Albert, ada perbedaan sikap dan cara kerja antara dirinya dan sang ayah. Hal itu tak terlepas dari perbedaan generasi. “Orang tua biasanya maunya pelan-pelan, cenderung sabar dalam berbisnis. Kalau anak muda, relatif ingin cepat dan instan, serta lebih inovatif. Keduanya bisa saling melengkapi sehingga memberikan hasil yang lebih baik,” paparnya.

Segala pencapaian yang diperoleh Albert, diakuinya tidak terlepas dari bantuan BCA. Sebagaimana ayahnya yang sejak lama menjadi nasabah BCA KCU Gang Tengah, Semarang, Albert pun telah menjadi nasabah BCA dari kecil. Ia bahkan mengaku hanya menggunakan single bank service untuk keperluan pribadinya, yang tidak lain adalah BCA. Layanan yang digunakannya mulai dari Tahapan BCA, permodalan usaha, transaksi pembayaran, hingga payroll. “Customer service-nya bagus, kedekatannya terhadap nasabah dan cara berkomunikasinya sangat optimal. Dua jempol untuk BCA, kalau bisa empat jempol deh,” kata Albert seraya tertawa.

BCA Senantiasa di Sisi Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − three =