Menggali Ide Pemasaran dari Sosok Virtual Mukidi (1)

Bagi para pengguna aplikasi pesan singkat WhatsApp, tentu sosok Mukidi sudah tak asing lagi. Nama itu mendadak terkenal karena banyak yang membicarakannya di media sosial.

Mukidi muncul dengan kisah bertema humor yang bisa membuat pembacanya tertawa. Selain tulisan, banyak meme soal Mukidi yang bermunculan dan tak kalah lucu. Kisah-kisah Mukidi pun terus menjadi viral.

Dalam kisah yang muncul, Mukidi kerap menyapa secara horizontal, tak peduli status dan jabatannya, baik karyawan, tukang tahu bulat, manajer toko, maupun pejabat.

What's Your Story?

Dari kacamata pemasaran, nama tokoh fiktif itu setara dengan sebuah merek atau produk tertentu. Muliadi sendiri mampu menjadi perbincangan banyak orang secara positif sebagai hiburan.

Lalu, apa yang harus dilakukan merek atau produk agar mampu seperti Mukidi?

Pertama, merek perlu menciptakan tema atau ikon atau tokoh tertentu yang menarik untuk menyapa masyarakat pengguna internet. Dalam hal pemasaran konten, tema atau ikon atau tokoh tersebut tak harus berhubungan kuat dengan merek atau produk.

Kedua, pentingnya membangun keawasan di kalangan masyarakat. Banyak orang mengenal Mukidi karena awalnya merasa ingin tahu kenapa orang-orang membicarakan sosoknya. Setelah mengenal, orang mulai menikmati kehadiran Mukidi.

Pada akhirnya, orang ikut menyebarkan Mukidi ke teman-teman lain. Bahkan, ada yang turut menciptakan konten-konten baru (cerita maupun meme) soal Mukidi. Ini seperti pola jalur konsumen di era konektivitas yang dikenal dengan WOW Marketing.

Jalur tersebut dikenal dengan 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate) dan saat ini banyak yang mengadvokasi Mukidi.

Ketiga, Mukidi muncul dengan humor ringan. Dari sini, pemasar bisa belajar membuat pemasaran konten yang ringan dan menghibur. Dua sifat tersebut berpotensi menciptakan pemasaran konten yang mudah terhubung dengan audiens.

Audiens tak perlu menguras pikiran untuk memahami sebuah pesan pemasaran konten. Keempat, Mukidi hadir dalam bentuk cerita. Satu hal yang menjadi senjata ampuh dalam pemasaran konten adalah story telling.

Mengapa cerita? Cerita lebih mudah dipahami, lebih mudah menggugah dan menyentuh emosi audiens. Melalui cara ini, pesan pemasaran konten akan lebih mengena.

Berlanjut ke bagian kedua.

Source : smart-money.co


Baca juga:

Menggali Ide Pemasaran dari Sosok Virtual Mukidi (2)

 


 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Buka Rekening Bertabur Hadiah Hadir di 33 Kota
Buka Rekening Bertabur Hadiah Hadir di 33 Kota

Ingin punya mobil Avanza Veloz? Bagi Anda yang berdomisili di Padang , Pekanbaru, Palembang, Lampung, Manado, Solo, Yogya, Samarinda dan...

Close