Menggali Ide Pemasaran dari Sosok Virtual Mukidi (2)

Setelah mengetahui empat pelajaran yang bisa kamu pelajari dari sosok virtual Mukidi, masih ada beberapa pelajaran yang bisa kamu pelajari.

Kelima, Mukidi hadir dalam keseharian masyarakat. Bila kamu cermati, kisah-kisah Mukidi tak jauh dari peristiwa-peristiwa kehidupan yang kerap terjadi di kehidupan sehari-hari orang.

Demikian, Mukidi menjadi mudah datang dan diterima audiens. Pemasar perlu belajar dari hal tersebut, yakni mengangkat tema-tema populer di kalangan bidikan target audiens.

Keenam, Mukidi secara konsisten muncul. Selama beberapa hari berturut-turut, Mukidi muncul dan direproduksi terus-menerus dengan gaya baru. Seolah-olah, Mukidi adalah sebuah cerita yang tak pernah habis.

Dari sini, pemasar perlu mengusung semangat produktif dalam membuat pemasaran konten. Begitu tidak produktif, audiens akan meninggalkannya.

Sebaliknya, bila terus dikeluarkan, pembaca kemungkinan juga akan bosan. Ketujuh, Mukidi menjadi ‘selebriti’ di media utama. Meski tak jelas siapa Mukidi dan siapa penciptanya, fenomena Mukidi akhirnya membuat media-media utama melirik dan menjadikannya berita gratis.

Model ini tentunya akan menjadi hal yang sangat menguntungkan bagi merek jika konten pemasarannya bisa menjadi bahan berita gratis bagi media-media utama. Syaratnya, konten harus menarik, heboh dan menghibur terlebih dahulu.

Source : smart-money.co


Baca juga:

Menggali Ide Pemasaran dari Sosok Virtual Mukidi (1)

 


 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × three =