Rizka Yuliani, Srikandi Penerus Titipan Kilat Bekasi

Rizka Sari Yuliani (25) adalah salah satu wanita yang beruntung. Di usianya yang masih sangat muda, ia telah menamatkan pendidikan hingga S2, dipercaya untuk memimpin perusahaan, dan berkarya di bidang yang dicintainya.

Mengampu posisi sebagai Direktur Operasional CV Titipan Kilat Bekasi, yang merupakan kantor cabang utama TIKI di wilayah Bekasi, perjalanan Rizka di jasa kurir memang dimulai sangat dini. Sewaktu masih duduk di Sekolah Dasar, ayahnya kerap mengajak Rizka kecil berkeliling Bekasi dengan mobil blind van TIKI untuk mengantarkan paket.

Rizka Sari Yuliani, Direktur Operasional CV Titipan Kilat Bekasi

Rizka Sari Yuliani, Direktur Operasional CV Titipan Kilat Bekasi

Dari setiap paket yang diantarkan Rizka ke tangan penerima, ia sering diberikan imbalan berupa permen bahkan tak jarang ia diberikan uang Rp 1.000 oleh penerima barang dan Ayahnya memberi imbalan berupa tambahan uang jajan. “Dari aktivitas ngeloper itu saya belajar, oh begini caranya mencari uang,” ujar Rizka mengenang. Ketika beranjak ke bangku Sekolah Menengah Atas, ia pun mulai dilibatkan secara aktif untuk mempelajari sistem operasional TIKI secara menyeluruh. Semua istilah sulit dalam pengiriman barang dikuasainya.

Sebelum memutuskan untuk merintis franchise TIKI Bekasi dari nol pada Maret 1997, Zainuddin, sang ayah adalah seorang karyawan TIKI Pusat di Jakarta. Dengan jabatan terakhir sebagai kepala koordinator cabang, ia turun langsung memperbaiki manajemen TIKI di berbagai penjuru daerah agar sesuai dengan standar pusat. Di usia 43 tahun, ia pun mengundurkan diri dan mengambil franchise TIKI di Bekasi.

Papa merintis dari nol banget,” kata Rizka. “Dari hanya memiliki tiga karyawan termasuk dirinya sendiri, hingga kini telah memiliki 165 karyawan. Mulai dari berkeliling menggunakan motor dan mobil sendiri, hingga kini menaungi lebih dari 160 gerai TIKI di seluruh wilayah Bekasi dan Cikarang,” imbuh lulusan S2 Corporate Communications di London School of Public Relations (LSPR) ini.

Setiap orang yang ingin membuka gerai TIKI di wilayah Bekasi dan Cikarang, jelas Rizka, memang harus melalui pihaknya. Agar mampu mengelola tanggung jawab ini, kini TIKI Bekasi memiliki tiga kantor yang masing-masing berlokasi di Jalan Kartini, Harapan Indah, dan Cikarang. Dari sinilah semua paket akan mengalami transit untuk kemudian diantarkan ke alamatnya masing-masing.

Melanjutkan Estafet Bisnis Keluarga

Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Rizka sangat mencintai usaha yang dibesarkan oleh ayahnya ini. Itulah mengapa setelah lulus, ia tak keberatan langsung terjun memimpin operasional di TIKI Bekasi. “Kalau bukan anaknya sendiri, siapa lagi yang akan meneruskan bisnis ini? Apa yang melekat di badan saya, apa yang saya makan, semuanya berkat dari usaha TIKI. Di sinilah letak passion saya,” tandas Rizka seraya menyebutkan adik lelakinya kini masih menempuh studi di Amerika Serikat.

Rizka Sari Yuliani, Direktur Operasional CV Titipan Kilat Bekasi

Rizka Sari Yuliani, Direktur Operasional CV Titipan Kilat Bekasi

Ketika ditanya seperti apa sosok sang ayah di matanya, Rizka tak kuasa membendung air matanya. “Saya sangat bangga dengan Papa. Saya mengetahui benar seperti apa susahnya hingga bisa seperti sekarang. Papa mengajarkan saya agar tidak duduk-duduk nyaman saja di ruangan. Harus mau turun langsung, kerja keras, dan pantang menggantungkan pekerjaan. Yang bisa diselesaikan hari ini, selesaikan,” tandasnya.

Di negara dengan tren e-commerce yang berkembang pesat seperti Indonesia, peran jasa pengiriman barang memang semakin krusial. Para pemain besar yang telah puluhan tahun menguasai pasar dengan jaringan menggurita seperti TIKI, lambat laun bisa tergeser juga jika berkutat dengan proses tradisional. Agar tetap memenangkan hati pelanggan, TIKI konsisten melakukan inovasi teknologi yang menawarkan kepraktisan, kecepatan, hingga kemampuan memantau posisi barang.

Member kami 80 persennya adalah pemilik online shop. Di kantor pusat ini kami buka 24 jam, karena tengah malam justru ramai oleh para penjual yang ingin melakukan pengiriman. Selain inovasi teknologi dari pusat, kami juga kerap memberikan promo penjualan seperti potongan harga, event-event untuk menarik pelanggan baru, dan diskon tersendiri untuk member,” jelas Rizka.

Sekali waktu, ia mengakui adanya perbedaan pendapat dengan sang ayah, khususnya terkait investasi dalam meningkatkan infrastruktur teknologi. “Misalnya, perlu menambah kecepatan internet. Awalnya Papa mengatakan bahwa dulu, tanpa teknologi itu, beliau toh bisa bertahan. Kalau sudah begitu, biasanya saya paparkan dulu dampak buruknya jika investasi itu tidak dilakukan. Prinsip saya efisiensi kerja akan berdampak pada peningkatan pendapatan. Sekarang kita masuk ke era teknologi dimana teknologi ini memudahkan kita untuk bekerja sehingga pelayanan ke pelanggan pun bisa ditingkatkan.,” terangnya seraya tersenyum.

Rizka mengaku tantangan terbesar di bisnis ini adalah dalam mengedukasi pelanggan. Banyak pelanggan yang ngotot mengirimkan barang-barang yang tidak sesuai dengan standar keamanan. Sebut saja cairan, barang pecah belah, hingga makhluk hidup yang tidak dibekali dengan surat karantina resmi. Ia mengutarakan, “Saat kami menyarankan pengirim untuk menggunakan packing kayu atau asuransi, itu bukan untuk mencari pemasukan ekstra, melainkan memastikan keamanan kiriman dan mempertahankan kualitas pelayanan.”

Soal pelayanan perbankan, TIKI Bekasi mempercayakan kepada BCA. “Kami mempercayakan semuanya ke BCA, baik untuk kebutuhan kantor maupun pribadi saya. Sebagai bank besar dengan nasabah terbanyak di Indonesia, saya merasakan sendiri nyamannya menjadi nasabah BCA Prioritas,” ucap Rizka. Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang dalam proses perubahan status menjadi PT.

BCA Senantiasa di Sisi Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 5 =