Simak Tawaran Waralaba NEST Family Reflexology and Spa

Bagi Anda yang berminat, cukup menyiapkan kocek antara Rp 1,3 miliar- Rp 1,5 miliar untuk menjadi franchisee atau penerima waralaba NEST Family Reflexology & Spa.

Banyak cara yang bisa digunakan untuk mengembangkan usaha. Salah satunya adalah dengan skema waralaba. Namun diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk mengembangkan usaha hingga akhirnya mendapatkan izin untuk mewaralabakan usaha.

Hal tersebut juga dialami Fendy Julianto, pemilik NEST Family Reflexology & Spa. Fendy mengaku, sesuai ketentuan yang diberlakukan Kementerian Perdagangan, bahwa usaha yang bisa melakukan skema waralaba adalah usaha yang telah berjalan setidaknya selama lima tahun.

 Fendy Julianto, pemilik NEST Family Reflexology & Spa.

Fendy Julianto, pemilik NEST Family Reflexology & Spa.

Oleh karena itu NEST mulai mengembangkan bisnis dengan skema ini pada tahun 2016. NEST bahkan telah mengantongi Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) dari Kementerian Perdagangan, sehingga diperkenankan untuk mewaralabakan bisnisnya.

Fendy menjelaskan STPW bisa diperoleh jika pengembangan usaha telah dilakukan selama lima tahun. Tak hanya itu, Kementerian Perdagangan juga memberikan syarat tentang laporan keuangan yang tersusun dengan baik, bisnis tersebut menguntungkan dan terbukti bisa diaplikasikan di tempat lain.

Pasca mendapatkan STWP, NEST pun melakukan sejumlah persiapan untuk menyongsong ekspansi bisnis dengan skema waralaba. NEST melakukan peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM), menyiapkan standard operating procedure (SOP), peningkatan layanan, pembenahan manajemen serta melakukan peningkatan kualitas dan fasilitas layanan.

“Karena suatu bisnis yang ingin mengembangkan skema franchise maka berbeda dengan pengembangan bisnis secara mandiri.

Sampai dengan akhir tahun 2016 ini, NEST Family Reflexology & Spa berencana memiliki lima cabang tambahan yang sebagian besar merupakan skema waralaba. Tiga dari lima cabang yang akan dibuka NEST yaitu di Bandung, Tegal dan juga Mall St Moritz, Puri Indah Jakarta Barat yang merupakan cabang franchise NEST. Sedangkan dua sisanya akan berlokasi di Yogyakarta yang juga merupakan cabang franchise serta cabang NEST di Bekasi.

Dalam mencari mitra bisnis, Fendy menitikberatkan pada tiga hal. Pertama, pihak manajemen NEST terlebih dahulu akan menilai karakter calon mitra bisnis atau calon pewaralaba. “Apakah calon mitra cocok dengan jiwa perusahaan kami diantaranya jiwa pelayanan kepada pelanggan dan juga jiwa kasih yang cukup terhadap para karyawan. Kami mencari mitra yang tidak hanya mencari untung semata, tetapi juga ingin membesarkan bisnis bersama. Karakteristik calon mitra usaha menjadi pertimbangan usaha dalam mencari mitra bisnis,” kata Fendy.

Kedua, penentuan lokasi usaha. Strategis atau tidaknya suatu lokasi usaha akan berpengaruh terhadap perkembangan bisnis kedepannya. Sedangkan yang ketiga adalah kecukupan modal. Bagi Sahabat Prioritas yang berminat, cukup menyiapkan kocek antara Rp 1,3 miliar sampai dengan Rp 1,5 miliar untuk menjadi franchisee atau penerima waralaba NEST Family Reflexology & Spa.

Nominal ini adalah biaya keseluruhan yang perlu disiapkan bagi calon mitra bisnis penerima waralaba NEST. Dana tersebut digunakan untuk membayar franshise fee sebesar Rp 300 juta, biaya renovasi satu unit ruko atau kios dengan luas area minimal 120 meter persegi dengan biaya renovasi senilai Rp 4 juta per menter persegi, produk yang digunakan untuk layanan pijat refleksi dan spa senilai Rp 30 juta, commitment fee senilai Rp 10 juta dan juga biaya royalti sebesar 5 persen dari penjualan kotor.

Dalam laman NEST Family Reflexology & Spa, http://www.nestspa.co.id/franchise.php#skema dirinci pula hitungan balik modal alias break event point (BEP).

Bagi Anda yang berminat menjadi penerima waralaba NEST, maka langkah yang perlu dilakukan adalah; siapkan presentasi. Presentasi merupakan tahap awal yang harus ditempuh calon franchisee untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk franchise NEST. Dalam tahap ini, NEST Family Reflexology & Spa akan berbagi informasi dan juga kiat sukses bisnis selama ini, sejak NEST berdiri sampai dengan NEST menjadi besar seperti sekarang ini.

Langkah berikutnya adalah Letter of Intent atau LoI, yang merupakan proses lanjutan dari presentasi. Bagi yang menyatakan minat menjadi calon franchisee NEST, diarahkan untuk mengisi form LoI sebagai pendataan yang kemudian akan diproses ke tahap yang lebih serius lagi. Langkah ketiga adalah calon franchisee membayar commitment fee sebesar Rp 10 juta. Besaran nilai tersebut adalah sebagai tanda keseriusan calon mitra bisnis untuk maju ke tahap survei lokasi. Dalam keterangannya, NEST menyebutkan bahwa commitment fee ini bersifat refundable atau bisa dikembalikan, tergantung hasil survei yang dilakukan manajemen NEST.

Keempat merupakan tahap survei lokasi. Dimana pada tahap ini, tim franchise NEST akan mengupas secara menyeluruh mengenai lokasi yang dimiliki franchisee mulai dari territorial, demand, fasilitas umum maupun fasilitas sosial di sekitar lokasi usaha. Selain itu, manajemen NEST pun akan turut menilai mengenai potensi-potensi lainnya yang dapat mendukung perkembangan bisnis NEST ke depannya di lokasi tersebut.

Langkah berikutnya adalah approval yang merupakan tahap paling menentukan mengenai bisnis waralaba NEST. Keputusan menerima ataupun juga menolak kerja sama dengan calon franchisee disadarkan pada perhitungan feasibility lokasi usaha yang matang. Fendy bilang, manajemen NEST akan membantu para calon franchisee untuk mendapatkan lokasi yang ideal dalam mengembangkan bisnis.

Langkah selanjutnya adalah tahap administrasi, dimana calon franchisee harus memenuhi segala persyaratan administrative untuk bergabung sebagai penerima waralaba. Dalam tahap ini, seluruh dokumen legal harus dipenuhi. Setelah melalui berbagai tahapan tersebut, akhirnya calon franchisee tiba di proses yang menentukan yaitu signing agreement. Pada tahap ini, Sahabat Prioritas secara resmi dapat menyandang predikat sebagai franchisee NEST Family Reflexology & Spa dan telah menjadi bagian dari keluarga besar NEST.

Setelah tahapan agreement, untuk mendapatkan dukungan penuh yang akan diberikan oleh NEST dalam rangka pengembangan outlet franchise tersebut, penerima waralaba diarahkan pada proses pembayaran franchise fee senilai Rp 300 juta. Selanjutnya, masuk dalam proses penggambaran lokasi. Di proses ini, lokasi yang telah ditentukan akan diukur dan dibuatkan desain. Proses ini menurut Fendy memakan waktu hingga enam minggu dikarenakan berbagai akspek detail yang harus diperhatikan termasuk berapa banyak fasilitas yang akan dibangun sampai dengan furniture fixture dan equipment yang akan digunakan.

Tahap berikutnya adalah renovasi tempat usaha milik franchisee. Fendy bilang, penerima waralaba tidak perlu khawatir mengenai renovasi tempat usaha lantaran tim NEST akan mensupervisi secara langsung sesuai standar, desain dan gambar kerja yang telah dibuat. Langkah selanjutnya adalah set-up dan trial, yang bertujuan untuk mempersiapkan outlet setelah dilakukan renovasi.

Uji kelayakan akan dilakukan pada tahap ini dan winning team akan diturunkan untuk membantu franchisee menata outlet. Dengan demikian, tujuan duplikasi outlet bisa dicapai. Set-up dan trial akan dilakukan secara keseluruhan termasuk dari segi fasilitas sampai dengan kesiapan operasional.

Momentum yang paling dinanti-nanti oleh franchisee akhirnya tiba juga, yaitu grand opening. Dalam fase ini, outlet akan sepenuhnya mengudara. Pada tahap ini pula, program marketing akan mulai dilakukan dengan tujuan outlet tersebut dapat mulai diperkenalkan kepada masyarakat sekitar.

“Untuk sistem waralaba, NEST pusat sudah mengadopsi SOP dan struktur kerja ke cabang-cabang NEST lainnya dan bisa diaplikasikan dengan baik. Hasilnya sama seperti NEST pusat. Ini kami lakukan karena tetap ingin mempertahankan kualitas layanan NEST yang selama ini sudah sangat baik. Dengan begitu, kami merasa percaya diri untuk mengembangkan bisnis dengan skema franchise sekaligus untuk membantu mengembangkan bisnis masyarakat secara lebih luas,” kata Fendy.

Penerima waralaba pun tak perlu khawatir mengenai sumber daya manusia. Ini karena, NEST memiliki pusat pelatihan atau training center untuk melatih keterampilan para terapis. Training center berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Dan SDM yang dicetak di training center akan ditempatkan diseluruh cabang NEST, sehingga mutu dan kualitas tetap terjaga.

Fendy mengakui, permintaan waralaba tidak hanya datang dari Pulau Jawa saja tetapi juga di luar Pulau Jawa. Menurut Fendy, animo dan peluang di luar Pulau Jawa jauh lebih besar. Oleh karena itu, NEST telah melakukan survey ke Makassar, Batam, Bali dan Pulau Sumatera.

Source : Website BCA Prioritas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *