Sindra Dewi, Penerus Estafet Bisnis PT Cahaya Kharisma Plasindo

Berawal dari sebuah usaha rumahan di Banyu Agung, PT Cahaya Kharisma Plasindo kini telah berkembang pesat menjadi perusahaan yang diperhitungkan di industri plastik kemasan. Adalah Chandra Setiawan (47), yang menekuni bisnis ini secara otodidak sejak 1997. Saat ini perusahaannya telah memiliki ratusan karyawan serta dilengkapi mesin berteknologi tinggi sehinggga menghasilkan produk-produk berkualitas.

PT Cahaya Kharisma Plasindo

PT Cahaya Kharisma Plasindo

Keunggulan plastik kemasan yang diproduksi PT Cahaya Kharisma Plasindo adalah bahannya yang higienis dan aman untuk makanan, yaitu plastik jenis PP, PE dan HD dengan standar food grade serta tahan dipanaskan hingga 200°C. Tak hanya itu, produk-produk andalannya bahkan telah mendapatkan Sertifikat Halal dari LPPOM MUI.

Dengan kegiatan bisnis yang berpusat di Sukoharjo, Solo, PT Cahaya Kharisma Plasindo kini telah memiliki empat anak cabang yang tersebar di Solo dan Jakarta dengan distribusi produk yang telah tersebar di hampir seluruh pasar di Indonesia. Mengusung motto “Handal, profesional, dan kualitas maksimal”, perusahaan ini memiliki misi untuk menjadi perusahaan manufaktur plastik terkemuka di Indonesia.

Untuk mencapai misi jangka panjang itu, Chandra menyadari cepat atau lambat ia harus mempercayakan anak-anaknya untuk meneruskan estafet bisnisnya. Beruntung, Sindra Dewi (27) putri sulung Chandra, cukup siap untuk menerima tanggung jawab tersebut. Wanita yang pernah bersekolah dua tahun di Tiongkok dan menyelesaikan kuliah International Business di Melbourne ini merasa tertantang untuk membawa perusahaan keluarganya ke arah yang lebih baik lagi.

Kiprah Generasi Penerus Chandra Setiawan

Ketika mulai terjun mengelola pabrik, Sindra berusaha membaur dengan para karyawan yang rata-rata sudah belasan tahun mengabdi. Dari merekalah Sindra mendapat pelajaran praktis mengenai situasi riil di perusahaan. Ia meyakini bahwa bisa membaur adalah langkah penting yang harus dilakukan ketika masuk ke sebuah perusahaan sebagai orang baru, meski ia berstatus sebagai pewaris usaha.

Awalnya, Sindra dipercayakan ayahnya memegang kendali bagian gudang. Kala itu manajemen gudang memang masih sangat tradisional. Stok antara bahan baku dan barang jadi masih membaur sehingga semrawut dan tidak praktis. Sindra pun mulai melakukan penataan dan pembenahan sistem di sana sini. Hal ini tentunya sedikit banyak mengusik karyawan yang selama ini sudah merasa nyaman bekerja dengan sistem lama.

“Saya berusaha merangkul mereka dengan belajar kepada mereka. Saya memperlakukan mereka seperti teman dan mencoba memahami masalah-masalah mereka dalam bekerja. Karena dari sinilah saya bisa memikirkan inovasi-inovasi terbaru yang dapat mengatasi masalah dan membawa usaha ini ke arah yang lebih baik,” ungkap Sindra.

Berkat kerja keras dan keluwesannya berbaur dengan para karyawan, Sindra mengumpulkan informasi yang kemudian dia kelola dengan kreativitas dan ilmu bisnis yang dimilikinya. Hasilnya, sistem gudang yang lebih tertata dan praktis mampu membuat pekerjaan menjadi efektif dan efisien. Para karyawan pun mulai percaya kepada kemampuan Sindra dan melihatnya sebagai pimpinan yang patut didengarkan dan didukung.

Setelah membenahi sistem stok dan gudang, Sindra pun mulai mempelajari sistem pemasaran yang merupakan ujung tombak usaha plastik kemasan ini. Sindra menelurkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan bisnis plastik kemasan yang kompetitif ini. Salah satunya, Sindra kerap mendatangi para pelanggan untuk berdiskusi. Dengan cara ini, Sindra banyak mendapat masukan tentang kebutuhan pasar dan brand PT Cahaya Kharisma Plasindo pun semakin dikenal.

Sindra juga mulai mengajak kedua adiknya, Hendrix dan Vebriany, untuk terlibat membantu usaha orang tua mereka. Vebriany, adik bungsunya yang belum lama lulus belajar ilmu desain di 3D Sense Media School, Singapura, kini membantu merancang desain produk yang unik dan digemari pasar. Perusahaan juga semakin kuat dengan dukungan Hendrix, putra kedua Chandra yang juga lulusan Melbourne, yang kini dipercaya mengampu urusan SDM.

Dalam hal keuangan, sejak tahun 2003 PT Cahaya Kharisma Plastindo telah bermitra dengan BCA. Salah satu alasan memilih BCA adalah karena sebagian besar pelanggannya menggunakan rekening BCA dalam bertansaksi bisnis. “Rekening BCA menjadi seperti wajib dimiliki oleh setiap pebisnis, karena banyak mitra yang memang menggunakan BCA,” ujar Sindra.

Selain itu, BCA inovatif dan selalu mampu memenuhi semua kebutuhan perbankan nasabahnya. BCA juga sangat apresiasif dan tak segan memberi konsultasi kepada nasabah yang membutuhkan, termasuk konsultasi tentang perkembangan bisnis ke depan. Tidak diragukan oleh Sindra bahwa BCA peduli dengan perkembangan bisnis dan usaha para nasabahnya.

BCA Senantiasa di Sisi Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × four =