Tek Po Siapkan Sang Putra untuk Regenerasi Bisnis (Bagian 2)

Beragam usaha yang ditekuni Tek Po, pebisnis asal Batam, kini mulai diserahkan kepada anak-anaknya untuk dikelola sebagai bentuk regenerasi.

Beragam usaha yang ditekuni  Abi, panggilan akrab Tek Po, pebisnis asal Batam, kini mulai diserahkan kepada anak-anaknya untuk dikelola sebagai bentuk regenerasi. Ayah tiga orang anak ini telah menyiapkan anak-anaknya untuk memegang tampuk kepemimpinannya. Ia meminta David Gunawan, anak pertamanya untuk menjalankan bisnis hotel.

Tek Po Siapkan Sang Putra untuk Regenerasi Bisnis

Tek Po Siapkan Sang Putra untuk Regenerasi Bisnis

David mengaku tak mudah mendapatkan kepercayaan dari ayahnya. Untuk bisa mengelola bisnis hotel, David mengaku digembleng terlebih dahulu. Awalnya, David hanya diminta ayahnya untuk mengelola toko swalayan yang memiliki keuntungan kecil.

“Ayah ingin lihat bagaimana saya mengelola bisnis dengan keuntungan kecil. Kalau bisnis itu tetap berjalan maka saya sudah bisa mengelola bisnis dengan skala besar. Ayah sering menanamkan folosofi ke saya agar saya bekerja keras,” ungkapnya.
Menurut David, ayahnya ingin agar David merasakan kesusahan yang dirasakan dan belajar dari bisnis yang lebih kecil. Hal ini akan membuat mental David lebih terasah dan lebih memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Tak hanya itu, David juga akan tidak dengan mudah menyerah dalam menghapasi persoalan.

David percaya dalam membangun bisnis harus dilakukan secara teamwork agar bisa menciptakan hasil yang memuaskan. “Terkadang saya suka makan di kantin agar tidak ada jarak dengan karyawan sehingga mereka dengan mudah bercerita ke saya soal kendala-kendala yang dihadapi agar kita bisa menyelesaikan masalah tersebut secara bersama-sama,” papar dia.

Banyak Bantu Orang

Kesuksesan yang diraih Abi tak membuatnya jumawa. Ia mengaku kerap membantu banyak orang untuk memulai berbisnis. Abi kerap kali memberikan tempat dan modal kepada orang untuk menjalankan usaha. Menurut Abi, kebanyakan orang yang dibantu ini adalah mereka yang gagal dalam usaha yang telah dijalani sebelumnya.

“Kalau sudah untung mereka memiliki kewajiban untuk membagi ke saya. Saya percaya mereka bisa bangkit karena ada pepatah ‘tak ada uang akal jalan, banyak uang akal hilang’. Sehingga usaha mereka akan sukses karena akal mereka akan brilian akibat ‘keterbatasan’ uangnya,” ungkap dia.

Suami dari  Hariah ini juga memberikan tempat jualan gratis kepada 20 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini dilakukannya hanya untuk membantu semakin banyak orang. Oleh karena itu, Abi tidak pernah memikirkan keuntungan dalam berbisnis. Ia mengaku sudah senang selama bisa membayar gaji karyawan dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang. ”Kalau banyak orang senang saya sudah merasa seperti di surga,” ungkap Abi.

Selain tekun, ulet dan jeli dalam menjalankan usahanya, Abi juga mengaku mendapatkan sokongan dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam mengembangkan bisnisnya, mulai dari kredit investasi hingga kredit modal kerja. Abi merupakan nasabah yang loyal. Ia telah menjadi nasabah BCA sejak bank ini mulai merambah Batam, sekitar tahun 1989.

“Namun yang mengurus keuangan di BCA adalah adik saya. Saya lebih banyak di tempat usaha demi mengembangkan bisnis,” ungkap dia.

Sumber : Website BCA Prioritas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Source: smart-money.co
Rumah Kian Tak Terbeli Generasi Muda (Bagian 2)

Artinya, dengan penghasilan Rp 12 juta per bulan itu, generasi muda tak lagi mampu membeli rumah yang sebenarnya terjangkau oleh...

Close