Vitany Bakery, Jadikan Kepuasan Pelanggan Sebagai Prioritas

Harum roti menguar dari dalam outlet Vitany Bakery sejak pukul 06:45 pagi. Beraneka kue dan pastry seperti roti manis, roti tawar, bolu gulung, kue tart, shifon cake, dan donat, telah siap untuk dibeli. Sepintas, toko roti yang sudah 14 tahun berdiri di Jalan Griya Utama, Sunter, Jakarta Utara ini tampak sederhana. Namun jangan salah, produknya sangat digemari oleh banyak pelanggan setia. Terlebih, Vitany Bakery belum membuka cabang di tempat lain, sehingga kualitas dan pelayanannya amat terjaga.

Vitany Bakery

Vitany Bakery

Adalah Jans Jusuf dan Yulianti, pasutri yang merintis bisnis ini pada tahun 2001. Ketika itu, pekerjaan Jans di bidang IT menuntutnya untuk selalu berkeliling ke berbagai negara. Sebut saja Australia, Singapura, Hong Kong, dan Kanada. Hanya dua pekan sekali ia pulang ke Indonesia. Jans pun berpikir, alangkah baik jika ia merintis bisnis sendiri di Indonesia, sembari tetap menjalankan pekerjaannya. Gayung bersambut, bersama beberapa rekannya, Vitany Bakery pun didirikan.

Vitany itu dari bahasa Czech, yang artinya welcome,” ujar Jans menceritakan asal usul nama usahanya. “Alasan mendirikan toko roti ini, karena salah satu rekan kami punya background di industri bahan-bahan roti. Kami pun memilih lokasi ini, dan terus berkembang sampai sekarang. Untuk pengelolaan sehari-hari dan marketingnya, kami serahkan ke Ibu (Yulianti),” imbuhnya.

Semua produk yang dijual di Vitany Bakery, diproduksi sendiri di lantai atas toko ini. Sebagian dibuat untuk memenuhi pesanan, sebagiannya lagi untuk dijual di toko. Saat momen hari raya, pihaknya juga memproduksi kue kering seperti kastengel, nastar, dan lidah kucing. Yulianti menyebutkan, sebagian besar karyawan Vitany Bakery telah bekerja bersamanya sejak usaha ini dibuka. “Hampir 90 persen karyawan ini semuanya orang lama, termasuk baker kami, sehingga keaslian resep selalu terjaga. Totalnya sekarang sudah 14 karyawan,” katanya.

Bolu gulung Vitany, ungkap Yuli, adalah yang paling banyak diminati oleh pelanggan. “Bolu gulung kami berbeda, baik dari rasa maupun tampilannya. Selain itu juga banyak pilihan selainya, hingga 10 macam. Konsumen bisa memilih antara strawberry, blueberry, coklat, mocca, nanas, keju, srikaya, atau selai kombinasi. Produksi bolu bisa tiga hingga empat kali setiap harinya,” terang Yuli seraya menyebutkan bahwa Vitany meluncurkan produk roti baru setiap tiga bulan.

Menghadapi persaingan, Vitany Bakery membanderol produk-produknya dengan harga jual lebih murah, dengan rasa dan kualitas yang tidak kalah dengan bakery lain. Bahkan bagi pelanggan yang membeli di toko, ada promo beli 5 gratis 1. Kini, Vitany Bakery telah memiliki pelanggan setia mulai dari kalangan individu, perusahaan, sekolah, hotel, rumah sakit, hingga tempat futsal. Terdapat pula dua armada motor untuk berkeliling menjajakan roti. Semua ini tidak terlepas dari tangan dingin Yuli dalam memegang kendali pemasaran Vitany Bakery.

Saya memang hobi sekali soal marketing. Papa saya memiliki pabrik garam di Bangka, sejak kecil saya sudah senang membantu beliau memasarkan garamnya ke toko-toko. Umumnya mereka yang kini menjadi pelanggan Vitany Bakery adalah karena sudah mencoba sendiri produknya dan merasa cocok. Sebagian lagi tahu dari brosur yang kami bagikan. Saya pribadi juga punya banyak teman, yang ketika mereka ada acara keluarga atau keagamaan, memesan roti ke saya,” ujar Yuli.

Soal menjaga kualitas, Yuli tak kenal kompromi. Jika pihaknya melakukan kesalahan atau keterlambatan penyelesaian pesanan, Yuli tidak mau menerima bayaran dari konsumen. “Kami tidak terima uangnya, itu bentuk tanggung jawab atas kelalaian kami. Tapi itu sangat jarang terjadi, mungkin hanya sekali dua kali dalam setahun,” jelasnya. Hal inilah yang menjadikan bisnis Vitany Bakery terus berkembang. Kini pasangan pasutri ini juga merambah ke bisnis penjualan mobil bekas dan memiliki showroom sendiri di bilangan Daan Mogot, sesuai dengan ketertarikan Jans di dunia otomotif.

Di kala nilai mata uang Rupiah sedang melemah seperti saat ini, Jans mengungkapkan bahwa harga bahan-bahan roti meningkat secara signifikan. Alih-alih menaikkan harga, Vitany Bakery memilih untuk menekan margin keuntungannya. “Yang namanya berdagang, kita harus melihatnya secara jangka panjang, tidak bisa seenaknya menaikkan harga. Mutu dan pelayanan juga harus tetap kita utamakan. Dalam memproduksi roti dan kue, kami tidak memakai bahan pengawet dan diproduksi dengan standar kesehatan yang tinggi. Apapun kondisinya, kita harus tetap fight, ” tutur Jans.

Layanan perbankan dari BCA, diakui Jans dan Yuli sangat memudahkan dalam menjalankan bisnis. Keduanya telah menjadi nasabah BCA jauh sebelum membuka Vitany Bakery. Yuli bahkan menyebutkan bahwa mereka memiliki lima rekening BCA, yang masing-masing memiliki peruntukkannya sendiri. “Pokoknya semua layanan BCA kami manfaatkan. Mulai dari Tahapan BCA, Giro BCA, KPR BCA, BCA Dollar, ATM BCA, hingga Internet Banking BCA. Selama ini layanan BCA sangat bagus, cepat dan gesit. Saya tidak ada kritik untuk BCA,” tandas Yuli seraya tersenyum.

Bagi para pengusaha yang baru dalam tahap merintis, Jans memberikan nasehatnya agar tidak ragu dalam melangkah. “Dalam memulai bisnis, setelah kita memiliki perencanaan yang cukup baik, langsung melangkah saja dan berikan yang terbaik. Banyak hal berada di luar kuasa kita, yang setelah kita terjun barulah kita akan mengetahuinya. Jika kita memberikan yang terbaik, mudah-mudahan Tuhan memberkati sehingga hal-hal yang baik pula yang akan kembali kepada kita,” pungkasnya.

BCA Senantiasa di Sisi Anda.


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 3 =