Akulaku Finance Tangkap Peluang Pembiayaan Digital di Era Pandemi

Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Efrinal Sinaga dalam webinar Indonesia Original Brands "Kebangkitan Merek Asli Indonesia di Era Bisnis Baru".

Pandemi Covid-19 telah memberi tekanan yang cukup dalam bagi semua sektor ekonomi, termasuk industri pembiayaan yang mengalami kontraksi pertumbuhan minus 17% pada tahun lalu. Namun, PT Akulaku Finance Indonesia menilai hal tersebut justru semakin mengarahkan konsumen untuk menjadi lebih selektif dan cerdas dalam menentukan prioritas antara kebutuhan (needs) dengan kemauan (wants), sehingga transaksi lebih tertuju kepada kebutuhan mendasar.

Seiring dengan membaiknya prospek ekonomi Indonesia, Akulaku berhasil kembali on track sejak Kuartal III hingga akhir 2020. Secara umum, Akulaku dapat menutup tahun 2020 dengan pencapaian positif termasuk di antaranya adalah dengan mencatatkan pertumbuhan pengguna baru sebesar 40%.

Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Efrinal Sinaga mengungkapkan, “Pandemi menjadi salah satu game changer yang mengubah berbagai kebiasaan masyarakat untuk mengedepankan social distancing, transaksi digital, contactless dan cashless. Termasuk dalam hal mengakses layanan keuangan.”

Kenaikan trafik dari berbagai platform e-commerce saat pandemi turut memicu konsumen untuk lebih sering bertransaksi menggunakan layanan pembayaran digital. Adanya paylater dan cicilan sebagai opsi pembayaran belanja online juga membantu konsumen agar tidak mengganggu cashflow kebutuhan sehari-hari.

Mengacu pada beberapa tren tersebut, Akulaku menghadirkan inovasi produk dalam bentuk kredit digital dengan brand Akucicil sebagai fasilitas keuangan yang dapat membantu masyarakat yang masuk dalam kategori underserved dan unbankable untuk memenuhi kebutuhannya serta mengatur keadaan keuangannya dengan menggunakan cicilan di lebih dari 600 merchant termasuk sejumlah platform e-commerce. Populasi unbanked (26%) dan underbanked (50,8%) yang begitu besar di Indonesia memberi ruang bagi Akulaku untuk tumbuh dan berkesinambungan.

Berdasarkan data internal dari sisi merchant menunjukkan bahwa penggunaan Akucicil sebagai salah satu metode pembayaran check out ecommerce, bisa meningkatkan pelanggan/user baru sebanyak 30%, dan rata-rata transaksi pun meningkat sebesar 40%.

Sebagai pelaku usaha pembiayaan digital, Akulaku Finance bergerak untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat yang belum terlayani dan belum memiliki akses terhadap layanan perbankan. “Dengan semakin populernya penggunaan pembiayaan digital, kami berharap juga dapat terus meningkatkan tingkat inklusi keuangan di Indonesia,” tutur Efrinal.

Kolaborasi yang solid dengan sejumlah mitra baik dari marketplace sampai perbankan mewujudkan digital value chain dari Akulaku sebagai key success factor mereka. Kemudian pihaknya juga memaksimalkan big data untuk melakukan risk management dan data analytics dalam ekosistem, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik dan memberikan produk yang menjawab kebutuhan user.

Adapun salah satu bentuk usaha untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan adalah dengan menyediakan pilihan pembayaran menggunakan pembiayaan melalui Akulaku di berbagai macam merchant, termasuk di antaranya adalah berbagai layanan marketplace, maupun lifestyle platform. Kolaborasi dengan berbagai merchant baru dan layanan pilihan masyarakat juga terus diperluas sehingga masyarakat yang termasuk dalam kategori underserved dan/atau unbankable dapat memenuhi berbagai kebutuhannya melalui pilihan pembiayaan dari Akulaku Finance.

Akulaku Finance mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan lebih dari 40% di sepanjang 2020 menjadi Rp5,1 triliun. Sementara kualitas penyaluran pembiayaan terlihat dari rasio non performing financing (NPF) nett Akulaku terjaga di level yang sehat sebesar 0,05%. Sementara pada semester I-2021, Akulaku telah menyalurkan pembiayaan hampir menembus Rp4,5 triliun.

Akulaku Finance menargetkan penyaluran pembiayaan dapat tumbuh hingga 50% secara tahunan (year on year) pada tahun ini. Perusahaan optimistis target ini bisa tercapai karena semakin kuatnya adaptasi layanan keuangan digital oleh masyarakat, adanya pergeseran tren yang mengarah ke penggunaan layanan yang mengedepankan aspek teknologi, cashless dan contactless. Selain itu, dengan semakin gencarnya program vaksinasi Covid-19 harapannya akan semakin mempercepat pemulihan perekonomian Indonesia dan meningkatkan volume pembiayaan perusahaan.

Ke depannya, Akulaku Finance akan terus konsisten memberikan pelayanan pembiayaan digital yang dapat diandalkan. Selain itu, akan terus mengedepankan proses e-KYC yang lengkap, proses transaksi yang transparan serta contactless, dan memperhatikan kontribusi positif kepada lingkungan hidup.

“Wajah baru dunia usaha akan dipenuhi dengan kolaborasi yang luas dengan berbagai ekosistem dan platform yang digunakan secara luas di Indonesia. Kami ingin selalu hadir sebagai pilihan pembiayaan terbaik yang dapat diandalkan sekaligus meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” ungkap Efrinal.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)