Mitra Keluarga, Terus Tambah Cabang, Rating Mereknya “A”

Nurvantina Pandina, Direktur Corporate Branding and Communication Management PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.
Nurvantina Pandina, Direktur Corporate Branding and Communication Management PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.

Tahun 2020 ini brand value RS Mitra Keluarga kembali masuk dalam Top 100 di jagar bisnis Indonesia, tepatnya bercokol di peringkat 92. RS Mitra Keluarga meraih rating “AA” dengan nilai total brand value US$ 44 juta. Adapun enterprise value-nya mencapai US$ 1.542 juta. Pamor RS Mitra Keluarga memang terus meningkat seiring dengan ekspansi bisnis yang dilakukan dan peningkatan pelayanan yang dikembangkan. Wajar pula bila hal itu mengimbas pada nilai ekuitas mereknya yang terus makin bernilai.

Berdiri sejak 1989, RS Mitra Keluarga yang dikelola PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. sekarang memiliki dan mengoperasikan 24 rumah sakit: 16 RS berlokasi di Jabodetabek, empat RS di Jawa Barat, tiga RS di Surabaya (Jawa Timur), dan satu di Tegal (Jawa Tengah). “RS Mitra Keluarga merupakan salah satu operator rumah sakit swasta terbesar dengan jumlah pasien mencapai 2,8 juta pasien pada tahun 2019 dan dalam hal kapasitas tempat tidur rawat inap dengan 2.876 tempat tidur operasional,” ungkap Nurvantina Pandina, Direktur Corporate Branding and Communication Management PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.

Nilai merek RS Mitra Keluarga yang terus menanjak tentu tak lepas dari strategi ekspansi dan perkembangan kinerjanya yang tumbuh mantap dari tahun ke tahun. Mari kita ambil contoh kinerja 2019. Sepanjang 2019, total pendapatannya mencapai Rp 3,2 triliun, meningkat 18,1% dibandingkan pendapatan 2018 yang sebesar Rp 2,7 triliun.

Jumlah total pasien rawat jalan dan rawat inap yang dilayani juga meningkat signifikan, masing-masing meningkat 22,7% dan 28,9%. Tahun 2019, total ada 2,67 juta pasien rawat jalan dan 208 ribu pasien rawat inap. Yang juga menarik, di kuartal I 2020 yang diwarnai situasi makro ekonomi nan sulit, pendapatan Mitra Keluarga masih tumbuh 8,7% secara y-o-y.

Dari sisi strategi bisnis, RS Mitra Keluarga terus meningkatkan kualitas dan kompetensi layanan. Kini tiap rumah sakitnya dilengkapi ruang gawat darurat, klinik rawat jalan, kamar rawat inap, ruang operasi, unit perawatan intensif, dan farmasi. Disediakan pula layanan laboratorium dan radiologi. Selain itu, menawarkan pula layanan khusus, seperti kebidanan, pediatrik, penyakit dalam, angiografi, bedah ortopedik, dan bedah saraf.

RS Mitra Keluarga juga makin aktif ikut program JKN. Jangan heran, kontribusi segmen JKN terhadap pendapatan di kuartal I/2020 ini sudah sebesar 14,8% dari total pendapatan.

Menghadapi pandemi Covid-19, Grup Mitra Keleuarga juga melakukan sejumlah langkah penting. RS Mitra Keluarga Pratama Jatiasih, misalnya, ditunjuk Menteri Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan untuk mengobati kasus Covid-19. Hal itu kemudian diikuti keputusan para Gubernur Daerah untuk 13 rumah sakit Mitra Keluarga lainnya yang juga membantu penanganan Covid. Yakni, RS Mitra Keluarga yang berlokasi di DKI Jakarta (3 RS), Jawa Barat (9 RS), dan Jawa Timur (1 RS). “Hingga 30 April 2020, Mitra Keluarga Group telah menangani lebih dari 600 kasus suspect Covid-19 dan positif Covid-19,“ Nurvantina menjelaskan.

Lalu, untuk memperkuat jangkauan pelayanan, RS Mitra Keluarga juga terus membuka cabang baru, baik dengan membangun rumah sakit baru sendiri dari awal (greenfield project) maupun dengan mengakuisisi rumah sakit lama milik pihak lain. Tahun 2019, misalnya, Mitra Keluarga mengakuisisi dua rumah sakit: RS Bina Husada (Cibinong) dan RS Mutiara Hati (Subang).

Di awal 2020 ini, Mitra Keluarga kembali melakukan akuisisi, yakni terhadap RSIA Panti Abdi Dharma di Cirebon, Jawa Barat. Manajemen RS Mitra Keluarga yakin, ekspansi cabang dan peningkatan pelayanan akan berdampak positif pada nilai merek Mitra Keluarga meningkat. (*)

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)