BRI Akan Tetap Fokus di UMKM

Sejak awal berdiri, BRI konsisten fokus pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tak mengherankan bila bank BUMN  ini menjadi pelopor microfinance di Indonesia. Komitmennya tetap terjaga hingga saat ini dengan pengalaman memberikan layanan perbankan di segmen mikro.

BRI juga mampu mencatatkan prestasinya sebagai bank dengan laba terbesar selama 13 tahun berturut-turut sejak tahun 2005. Produk-produk BRI terus diperbaharui untuk mengadopsi perkembangan perilaku nasabah yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kinerja terbaiknya ini didorong oleh jaringan layanan BRI yang solid dan terkoneksi real time online di seluruh Indonesia sejak tahun 2009.

Tahun 2016, BRI memiliki satelit untuk efisiensi dan memperkuat infrastruktur penunjang layanan digital masa depan. Menurut Direktur Utama Bank BRI, Suprajarto, langkah ambisius ini untuk membawa teknologi perbankan yang berkualitas dari pusat kota hingga ke pelosok. Kinerja BRI juga didorong oleh pengalamannya sebagai Integrated Financial Institution dengan melakukan pertumbuhan anorganik, yaitu memiliki BRI Syariah (2007), BRI Agro (2011), BRIRemittance (2011), BRI Life (2015), dan BRI Finance (2016),” tambahnya.

Tantangan yang dihadapi BRI adalah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan customer preference yang dapat mendisrupsi bisnis industri perbankan. “Pertumbuhan digitally savvy customer yang sangat pesat mengubah customer preference dalam bertransaksi. Nasabah lebih menyukai cara bertransaksi yang tidak lagi dibatasi waktu dan juga tempat sehingga produknya industri perbankan pun harus sesuai dengan preferensi nasabah atau customer centric,” ungkap Suprajarto.

Bagi Suprajarto, melihat perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir, teknologi akan menjadi main driver dari perkembangan industri perbankan dalam beberapa dekade ke depan. Menurutnya, teknologi biometric identification, open api, cloud technology dan blockchain merupakan teknologi yang telah banyak diaplikasikan oleh perbankan dunia. “Oleh karena itu, BRI pun telah mengarah pada penggunaan teknologi tersebut, BRI telah memiliki lisence untuk pengembangan open api dan akan menggunakan cloud technology dalam mengembangkan digital banking,” ujarnya.

Dalam waktu 50 tahun ke depan, BRI akan mengedepankan prnggunaan teknologi dan melakukan inovasi terhadap produk, jaringan dan point of contact dengan nasabah dan tetap memiliki fokus bisnis di segmen UMKM. BRI juga terus berinovasi dan melakukan kerja sama dengan perusahaan financial technology untuk menjawab tantangan-tantangan hingga 50 tahun kedepan dan seterusnya.

Terkait dengan kesiapan manajemen BRI ke depan, perusahaan telah memiliki kebijakan talent management yang dijadikan sebagai dasar fondasi untuk menyempurnakan mekanisme succession plan. “Dengan mekanisme succession plan yang baik, pengisian jabatan kunci lebih efektif dan efisien sehingga BRI dapat terus bersaing dengan kompetitif walaupun manajemen dan generasi telah beralih,” jelasnya.

Rata-rata pertumbuhan bisnis BRI, antara lain untuk tingkat pertumbuhan aset 19,2%, kredit 21,5%, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) 18,6%. Seiring dengan tingkat pertumbuhan BRI yang konsisten di atas pertumbuhan nasional, pangsa pasar BRI terus meningkat setiap tahunnya. Market share aset mencapai 14,7%, kredit 15,3%, dan DPK 14,8%. Untuk menjaga kinerjanya,  BRI  melayani  dengan cepat dan setulus hati bagi seluruh nasabahnya tanpa terkecuali. Melalui program-programnya, BRI juga bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat. BRI menjadi salah satu agent of development yang mendukung berbagai macam program pemerintah untuk kemajuan bangsa dengan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Reportase: Yosa Maulana

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)