Ekspansi Bakmi GM Jelang Usia 60 Tahun

Akan menginjak usianya yang ke-60 di tahun 2019, Bakmi GM semakin ekspansif dalam menjalankan usahanya. Berbagai pengembangan dilakukan oleh restoran yang dulu bernama Bakmi Gajah Mada ini.

Menurut General Manager Operation and Channel Sales PT Griya Miesejati (Bakmi GM) Budi Purnama, dari bidang produk Bakmi GM selalu mengembangkan produk-produk baru dan selalu menyesuaikan dengan kondisi sekarang. “Kita jual nasi goreng smoked chicken, lalu untuk generasi milenial kita kembangkan crispy chips salted egg, choco noodle peach bowl,” ungkapnya.

Produk-produk ini diciptakan menyesuaikan dengan setiap generasinya. Dalam bidang pemasaran, belum lama ini Bakmi GM mengembangkan CRM (Customer Relationship Management) yang akan mempermudah mengetahui siapa saja yang menjadi customer-nya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari cara mereka melakukan treat yang lebih baik dan mengetahui polanya. “Inilah inovasi yang kami kembangkan untuk mendapatkan pemetaan setiap customer kami. Kita juga secara regular melakukan survey, baik survey yang dilakukan oleh mistery shopper dan juga rekanan pihak ketiga untuk menilai seberapa compliance-nya karyawan dan satisfaction customer,” tambahnya.

Bakmi GM juga melakukan survey bersama YouGov untuk memetakan dimana sebenarnya market Bakmi GM secara keseluruhan di pasar Indonesia. Untuk di sisi manajemen, inovasi terakhir yang sedang  dijalankan adalah coaching and consuling. Upaya ini sebagai suatu bagian dari pergeseran strategi manajemen Bakmi GM yang arahnya guna untuk mengembangkan karyawan dan memaksimalkan potensi mereka.

Bertahan lebih dari 60 tahun, Bakmi GM senantiasa menjaga kualitas produknya. Bagi Budi, kualitas merupakan fondasinya selama ini. Selain itu, pelayanan dari karyawan Bakmi GM kepada customer, kebersihan area restaurant, perlengkapan makan, juga menjadi bagian dari konsistensinya. “Inilah fondasi yang kita gunakan selain people. Kita terus mengembangkan soft competency karyawan melalui consuling, hard competency melalui training yang dilakukan secara regular melalui Management Development Program,” ungkapnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi Bakmi GM saat ini adalah disrupsi di industri restoran. Dengan bermunculan restoran-restoran baru yang tidak memerlukan bentuk fisik. Saat ini restoran dapat berdiri dari atas sebuah nama. Bentuk inilah yang kini menjadi kompetitor Bakmi GM. “Dulu kompetitor itu nampak (tangible) seperti McD, KFC, HokBen, dll, dan sekarang mulai bermunculan restoran-restoran yang tidak nampak (intangible). Inilah bentuk-bentuk disrupsi baru terhadap bisnis kami,” ujarnya.

Maka dari itu Bakmi GM harus terus mengikuti perkembangan di dunia dalam menghadapi disrupsi. Bakmi GM melakukan kerja sama dengan Go-Food untuk berkembang bersama-sama dan menjajaki kerja samanya dengan Grab. “Inilah upaya kami dalam menghadapi tantangan baik dalam 10, 20, bahkan 50 tahun kedepan. Kita juga punya kurir khusus Bakmi GM untuk delivery order, kontribusinya berkisar 20-22%. Tentunya dengan bekerjasama dengan Go-Food dan Grab Food akan menambah porsi kami lebih besar lagi,” tambahnya.

Menghadapi ancama disrupsi ini, Bakmi GM juga bermitra dengan konsultan EY dan BK Management yang membantu memberikan arah strategi bisnis kedepan. Sampai saat ini pun Bakmi GM belum ekspansi keluar negeri. Namun akan merambah dulu di Bali untuk memperkenalkan produk kita di market internasional melalui daerah ini. “Lalu kalau tidak ada hambatan, kami juga akan buka di Batam sebagai bentuk transisi kita untuk menuju ke Singapore, Malaysia, Australia, bahkan ke China,” ungkap Budi.

Reportase: Chandra Maulana

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)