Enervon-C Proaktif Dekati Konsumen Muda

Demi memuaskan pelanggan di era digital dan media sosial, Darya-Varia Laboratoria dengan brand Enervon-C, memilih untuk lebih proaktif mendekati konsumen muda (college student dan first jobber). Perusahaan tersebut melakukan kampanye melalui video di situs youtube menggunakan tema yang relevan dengan gaya hidup anak-anak muda.

Di sisi lain, perusahaan itu juga fokus membangun percakapan dan mengoptimalkan pengalaman pelanggan di media digital, terutama di jejaring facebook yang mana Enervon-C saat ini memiliki satu juta fans dengan engagement rate di atas rata-rata untuk kategori multivitamin.

Trecy Vitriana, GM Darya-Varia Laboratoria (Enervon-C), menuturkan, bagi perusahaannya yang sudah hadir di Indonesia lebih dari 30 tahun, kepuasan pelanggan atau konsumen adalah kunci keberhasilan. Karena itu, menjalin hubungan baik dan memuaskan konsumen menjadi pendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa-masa mendatang.

enervon-c

“Di kategori multivitamin, beberapa tahun belakangan menunjukkan performansi negative growth, namun Enervon-C berhasil bertumbuh positif dan mempertahankan kepemimpinan di segmen body resistance. Kami komit berinvestasi untuk membangun brand dalam jangka waktu yang panjang,” kata dia.

Saat ini, kegunaan media sosial selain sebagai sebuah wadah digital dan interaktif untuk mengomunikasikan brand secara lebih personal, review produk di media sosial, e-commerce, maupun komunitas dapat menjadi masukan dan insight bagi perusahaan dalam mengembangkan produk, memberikan pelayanan dan komunikasi (content) untuk selalu menjadi terdepan dalam menjawab kebutuhan pelanggan.

“Kami juga sedang mempersiapkan untuk mengintegrasikan aset-aset digital yang ada untuk hasil yang lebih efektif dan efisien. Kami juga lebih proaktif mendekati konsumen muda melalui video-video Youtube yang relevan dengan lifestyle anak-anak muda,” kata dia.

Di era pemasaran tradisional, kata dia, pendekatan ke konsumen menggunakan komunikasi satu arah. Namun di era pemasaran digital, konsumen dapat dengan mudahnya melihat teman merekomendasikan produk di Facebook misalnya, memutuskan untuk mencoba produk berdasarkan review di Instagram atau berdasarkan vlog product testing di Youtube, kemudian dapat membeli secara online di wadah e-commerce.

Konsumen memiliki kemampuan untuk membangun atau menghancurkan reputasi brand, word of mouth menjadi faktor terpenting karena konsumen akan selalu dipengaruhi oleh opini atau masukan teman atau keluarga, terlebih lagi kini makin diperkuat oleh social media likes dan testimoni.

“Konsumen memiliki perjalanan pengalaman produk yang benar-benar berbeda dari era sebelumnya. Tapi meski era berbeda, yang paling mendasar adalah bagaimana memberikan solusi untuk membuat hidup konsumen lebih baik atau lebih mudah,” kata Trecy.

Karena itu, marketer di era digital perlu mengetahui di mana dan kapan konsumen menghabiskan waktu pada saat online dan bagaimana brand bisa hadir di sana hingga membuat konsumen merasa istimewa ketika menggunakan brand tersebut.

Pada akhirnya, konsumen dapat menjadi brand ambassador yang terus merekomendasikan produk ke keluarga dan teman-temannya. Dalam mengembangkan inovasi produk, baik pelayanan maupun komunikasi, marketer juga harus selalu melihat tren yang berkembang.

“Kami fokus untuk meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan dengan menggunakan informasi/consumer insight agar mengenal lebih baik apa yang konsumen inginkan dan butuhkan. Dari insight ini kemudian diterjemahkan ke komunikasi di media televisi, radio, digital, dan consumer activation,” jelas dia. (Reportase: Syukron Ali)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)