Kiat Honda Kuasai 70 Persen Pasar Motor Skutik Indonesia

Bermodalkan keinginan untuk memenuhi kebutuhan pasar pengendara motor segmen perempuan pada 2006 silam, Astra Honda Motor meluncurkan produk Vario. Peluncuran produk tersebut berangkat dari banyaknya konsumen yang menginginkan posisi duduk lebih nyaman. Inovasi produk kembali dilakukan dengan meluncurkan produk Honda Beat. Kendaraan berjenis skutik ini diluncurkan untuk memenuhi kenyamanan pengendara perempuan agar tidak jinjit saat mengendarai motor. Selain itu, ukuran kendaraan yang tidak terlalu besar akan membuat motor tidak terlalu berat saat dikendarai.

HondaBeat

Terobosan ini membuahkan hasil dan mendongkrak penjualan Astra Honda Motor (AHM). Tercatat penjualan motor Honda Beat pada 2016 segmen skutik Honda berkontribusi sebesar 78,4% terhadap pasar skutik nasional dengan torehan penjualan 339.445 unit atau tumbuh 123,9% dibandingkan Juli 2016 yang hanya 151.585 unit. Kontribusi terbesar terhadap penjualan skutik Honda diperoleh dari model Honda BeAT series yang terjual sebanyak 157.462 unit.

General Marketing And Planning Analysis, Agustinus Indraputra, mengatakan, Honda BeAT saat ini menjadi tulang punggung penjualan. Hal tersebut mengingat pertumbuhan perempuan yang menggandrungi otomotif di Indonesia terus meningkat. “Kalau di kota besar seperti Jakarta kondisi jalanan bagus tetapi macet jadi orang sekarang lebih suka pakai motor matik,” jelas Agustinus kepada SWA Online.

Penggunaan jenis motor, memiliki target tersendiri. Misalnya, untuk penggunaan varian Honda BeAT lebih ditargetkan untuk segmen pemula atau di tingkat sekolah menengah atas. Untuk segmentasi di usia bekerja, biasanya akan lebih masuk di segmen Honda Vario.

Adapun untuk jenis penjualan motor kategori Sport, Agustinus mengatakan saat ini terjadi pergeseran selera konsumen. Jika dulu Honda berjaya dengan tipe motor Honda Tiger karena memang jenis touring sedang digandrungi saat itu. Saat ini, konsumen lebih menyukai jenis motor sport dengan design yang lebih sporty. “Ini menjadi tantangan bagi seluruh tim mulai dari tim riset hingga produksi untuk menghadirkan motor-motor yang sesuai dengan selera konsumen,” kata Agustinus.

Terkait segmen motor sport, bisa dikatakan Honda pemain baru. Pasalnya, beberapa kompetitor sudah lebih dulu berfokus pada segmen ini. Menurutnya, Honda terus melakukan edukasi terhadap konsumen agar dapat terus melakukan penetrasi pasar. Salah satu cara yang dilakukan dengan terus menggandeng komunitas-komunitas pemilik motor Honda. “Komunitas motor Honda lahir karena kepercayaan mereka terhadap brand itu sendiri dan itu begitu kuat antara ikatan pemilik dan motor yang mereka kendarai,” kata Agustinus.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)