Strategi Sharp Bertarung di Era Digital

Di era digital ini, konsumen sangat terbantu untuk mencari barang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Tinggal browsing sana sini, mereka bisa membandingkan satu produk dengan produk lainnya. Mulai dari fitur, harga, layanan, serta kelebihan dan kekurangannya. Apalagi produk massal seperti elektronik rumah tangga.

Bagaimana strategi Sharp, salah satu produsen elektronik terkemuka, bertempur di era digital ini? Berikut petikan wawancara wartawan SWANerissa Arviana dengan Andry Adi Utomo, GM Senior Divisi Penjualan & Pemasaran PT Sharp Electronics Indonesia di kantornya, Ruko Italian Walk Blok C 51-53, Mall of Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Apa saja tantangan Sharp di tengah persaingan yang kian ketat?

Memang ada satu cara yang mudah, yaitu bersaing di harga. Kalau murah, pasti orang beli. Tetapi kalau hanya bersaing di harga, tentu tidak bagus bagi perusahaan. Otomatis kami harus punya kelebihan. Kami pun melakukan analisis SWOT. Hasilnya, kami harus memiliki merek yang kuat. Merek yang kuat ini dihasilkan dari produk yang bagus, kualitas yang bagus, promosi, desain, servis yang bagus. Kebetulan Sharp sudah puluhan tahun hadir di Indonesia. Kami sudah memiliki hubungan yang baik dengan pelanggan kami di Indonesia dan memiliki jaringan perdagangan yang luas. Kami punya 27 cabang dan 300 servis. Jadi, kami mencoba menjawab tantangan yang ada dengan kekuatan merek kami.

Andry Adi Utomo, Senior GM National Sales PT Sharp Electronic Indonesia Andry Adi Utomo, Senior GM National Sales PT Sharp Electronic Indonesia

Adakah strategi khusus untuk menghadapi era digital ini?

Kami sedang mengubah arah aktivitas kami dari analog ke digital. Dulu, orang dagang menawarkan barang menggunakan stok dan menjelaskan benefit produk dengan kertas. Sekarang kami mencoba mengubah hal tersebut ke digital. Kami buat ada beberapa video pendek. Promosi kami lebih ke digital. Kami juga akan lebih banyak menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram. Produk unggulan kami yang baru akan keluar dan sudah keluar kami buatkan video di YouTube. Dulu, point of purchase (POP) kami jelaskan menggunakan gambar, sekarang kami gunakan video. Untuk beberapa kategori produk, kami sudah mulai jalankan dengan cara tersebut. Untuk membuat video di YouTube ini, kami bekerja sama dengan YouTuber ternama dan kami cukup terkejut karena video itu bisa mencapai 1 juta lebih yang menonton. Ada satu produk kami yang mendapatkan penghargaan dari YouTube sebagai video nomor dua yang paling banyak ditonton.

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)