Zoya Perkuat Distribusi

Ada banyak merek hijab di Tanah Air. Semuanya ingin menggarap pasar wanita muslimah di Inodnesia. Bagian dari Shafco Group, Zoya mantap menyasar kelas menengah. Mereka kin tengah memperkuat jaringan distribusi, untuk mendekatkan diri dengan target pasar. Inilah tantangan terbesar merek yang lahir tahun 2007 silam itu.

General Manager Zoya, Chandra Rahmad menuturkan, perseroan masih fokus meningkatkan brand awareness. Salah satunya dengan menambah jaringan toko fisik di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Ini untuk menjawab banyaknya permintaan dari kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Sebenarnya, kalau brand yang banyak di dunia online belum menganggu karena pasarnya berbeda. Kami juga sudah punya online dan pertumbuhannya cukup signifikan. Tetapi, tantangan utama kami di offline yakni distribusi. Kami sedang fokus mendistribusikan barang sampai titik paling jauh," kata dia.

zoya

Perseroan sempat melakukan survei dengan melibatkan sekitar 1.200 responden. Sebagian besar sudah mengenal brand hijab Zoya. Hanya saja, mereka tidak tahu harus membeli di mana," ujar dia.

Sinergi online dengan offline (O2O) ini penting. Skema inilah yang digunakan Mataharimall dengan memanfaatkan jaringan outlet Matahari. Alfacart juga melakukan hal serupa dengan mengoptimalkan jaringan luas outlet Alfamart, yang bahkan sudah tersebar hingga ke mancanegara. Belanja online, barang akan dikirim melalui jaringan toko fisik.

"Tujuannya, agar ongkos kirim lebih murah. Barang juga lebih cepat sampai. Secara tidak langsung, kami juga mengenalkan toko kami yang ada di wilayah tersebut. Ke depan, kami juga ingin ongkos kirim satu harga, ke wilayah mana pun sama," kata dia.

Dia melihat bisnis online akan terus tumbuh, termasuk untuk penjualan hijab. Hanya saja, perseroan masih fokus di offline. Ini karena masih banyak konsumen yang tidak puas hanya melihat warna, desain di web. Mereka biasanya datang langsung untuk menyentuh bahan busana.

“Tapi, penjualan lewat online juga sangat bagus. Pengguna internet di Indonesia tumbuh pesat. Pertumbuhan (penjualan online) di atas 30%,” katanya.

Untuk bertahan dari ketatnya persaingan, Zoya memilih strategi word of mouth (WOM) dengan menjaga kualitas produk. Member yang berjumlah ratusan ribu adalah pelanggan loyal yang mesti dijaga agar tidak mudah melirik merek lain. Untuk mereka, Zoya memberikan diskon 10% dan potongan harga 20% untuk member yang tengah berulang tahun.

“Kami juga menerapkan strategi ATL (above the line) seperti branding lewat sinetron dan acara ramadhan. Untuk BTL (below the line), kami menggelar Hijab Walk & Run. Tahun ini, ada di Purwokerto, Semarang, Malang, Riau,” kata dia. (Reportase: Sri Niken Handayani)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)