IndiHome Agresif Gelar Fiber Optic dan Perkuat Kanal Distribusi

 

Internet kini bukan barang baru lagi bagi kebanyakan masyarakat Indonesia di kawasan perkotaan. Belakangan ini, jenis layanan akses Internet yang populer adalah layanan fixed broadband, atau akses Internet berkecepatan tinggi menggunakan jaringan fixed line, terutama jaringan fiber optic.

Di kategori layanan ini, berdasarkan hasil survei Indonesia Original Brands 2017, layanan IndiHome yang disediakan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom), terpilih sebagai merek asli Indonesia terbaik, mengalahkan beberapa merek lokal lainnya, seperti Biznet dan FirstMedia/FastNet. IndiHome memperoleh nilai Indeks IOB sebesar 7,21, di atas kedua pesaingnya itu (masing-masing berturut-turut mendapat skor Indeks IOB sebesar 7,17 dan 6,98) . IndiHome unggul di tiga parameter perhitungan indeks IOB (loyalitas, advokasi, dan tingkat daya saing merek lokal); di parameter kepuasan, Biznet mencapai skor lebih tinggi.IndiHome

Telkom menerjuni bisnis layanan fixed broadband lewat merek IndiHome secara intensif sejak Januari 2015. Target pasarnya adalah kalangan keluarga, profesional, serta pelajar/mahasiswa yang membutuhkan layanan komunikasi, layanan Internet berkecepatan tinggi, serta konten edukasi dan hiburan.

Memang, IndiHome bukan hanya menyediakan layanan akses Internet, tetapi juga layanan yang diistilahkan sebagai “triple play”. Selain menyediakan layanan akses Internet berkecepatan tinggi, IndiHome menyediakan pula layanan telepon rumah (Movin) dan layanan TV digital interaktif (USeeTV).

Menurut Mas’ud Khamid, Direktur Layanan Konsumer Telkom, IndiHome unggul dibandingkan produk lain karena menggunakan jaringan 100% fiber optic (FTH/Fiber to the Home) yang stabil dan mampu mentransmisikan data hingga kecepatan gigabyte per second (Gbps). Dengan layanan IPTV, pelanggan juga dapat menyimpan tayangan favorit sampai 10 tayangan selama berlangganan.

IndiHome juga menyediakan customized services. Di samping layanan triple play, pengguna IndiHome pun sudah dapat menelepon dari telepon rumah ke 10 negara pilihan dengan harga menarik (IndiHome Global Call), layanan musik unlimited download dengan lebih dari 4 juta katalog lagu, baik lokal maupun mancengara (layanan MelOn), layanan Internet security agar komputer telindung dari virus, malware, spyware, dan semacamnya (Trend Micro), serta aneka layanan OTT (over the top) seperti CatchPlay, iFlix, dan Hooq.

Mas’ud menyebutkan layanan IndiHome akan ditawarkan ke seluruh daerah di Indonesia dengan menggunakan jaringan serat optik. Saat ini, sudah ada 160 kota (baik kota-kota besar maupun kota-kota kecil) yang dilayani IndiHome.

Agar tetap kompetitif di pasar, menurut Mas’ud, Telkom melakukan banyak hal. Yang utama, Telkom agresif menggelar jaringan serat optik di seluruh kota Indonesia untuk menjamin keandalan dan coverage layanan. Telkom juga mengembangkan channeling untuk mendistribusikan layanan IndiHome, baik dengan cara aktif (push) melalui sales force, cara pasif (pull) memanfaatkan website, Plasa Telkom, Grapari Telkom Group, call agent 147; maupun cara kerjasama dengan mitra (put) baik berupa retail partner maupun online partner. Kanal media sosial pun ikut dikembangkan.

Agar dekat dengan pelanggan, Telkom juga berupaya mengimplementasikan rencana induk (master plan) di bidang customer experience (CX), dengan memonitor gaya hidup pelanggan, mengevaluasinya, dan selanjutnya membuat program-program yang customized, baik dari sisi produk maupun kualitas layanan. Salah satu contohnya, mengembangkan mobile app myIndiHome.

Menurut Mas’ud, untuk mengukur kepuasan dan loyalitas pelanggan IndiHome, Telkom tiap tahun menggelar survei. Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil survei tahun 2016 Customer Satisfaction Index IndiHome sekitar 85%, naik dibandingkan tahun 2015 yang sebesar 83,06%.

Dari segi pangsa pasar, Mas’ud mengklaim IndiHome per April 2017 menguasai sekitar 75% dari total penyedia Internet dan TV kabel di Indonesia. “IndiHome adalah market leader di kelasnya,” katanya.

Mas’ud juga mengklaim, pertumbuhan pelanggan IndiHome pada 2016 (dibandingkan 2015) mencapai 52%. “Dan pada tahun 2017 diprediksi akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Untuk masa depan, kata dia, Telkom mengantisipasi hadirnya teknologi IoT (Internet of Things), yang diperkirakan bakal melahirkan layanan-layanan digital yang bersifat ritel. (Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)