Ini Gurita Bisnis Emtek Group

Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2010, bisnis PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek Group) makin menggurita. Wajar, kalau sahamnya terus diburu investor. Mereka tergiur dengan nilai dividen yang meroket. Kalau pada 2010 hanya Rp 51 miliar, setahun berikutnya nak menjadi di atas Rp 500 miliar. Tahun 2014, perusahaan yang didirikan Eddy Kusnadi Sariaatmadja ini membayarkan dividen Rp 1,97 triliun. “Ada banyak driver-nya. Kami melakukan ekspansi bisnis baik yang kami bangun sendiri maupun yang kami akuisisi,” kata Sutanto Hartono, Chief Operation Officer (COO) Emtek Group.

Berikut ini gurita bisnis Emtek Group: Pertama, divisi media yakni PT Surya Citra Televisi (SCTV), PT Indosiar Visual Mandiri (Indosiar), PT Screenplay Produksi (Screenplay Productions), PT Amanah Surga Produksi (Amanah Surga Productions), PT Omni Intivision (O Channel), PT Animasi Kartun Indonesia (Dreamtoon).

“Dari periode 2010 – 2015, corporate action terbesar kami adalah akuisisi IKM, perusahaan yang menaungi Indosiar. Kemudian kami lakukan merger, Indosiar disatukan ke dalam SCM (Surya Citra Media),” katanya.

 

Menurut dia, perseroan juga mendirikan PT Kreatif Media Karya (KMK) yang menaungi online digital Liputan6.com, Vidio.com, Bintang.com, Bola.com yang langsung ke konsumen. Selain itu, KMK juga berinvestasi di beberapa startup digital seperti Bukalapak.com, propertiguru.com, rumah.com. kudo.com, hijup.com dan bobobo.com. Ada juga kudo.com, lakupon dan karir.com.

“Kami masuk sebagai investor. Yang kami bangun sendiri ataupun milik orang lain, semua dimasukkan ke KMK Online,” katanya.

emtek sutanto Sutanto Hartono, Chief Operation Officer (COO) Emtek Group.

Di bawah asuhan, Emtek Group, performa Indosiar makin menggelegar. Awalnya, pendapatan di bawah Rp 1 triliun, stasiun TV yang kondang dengan acara Dangdut Academy itu menjadi salah satu stasiun TV yang mencetak laba tertinggi dengan cashflow yang sangat sehat. Untuk online digital, seperti liputan6.com dan bola.com, pageview-nya sudah menembus 500 juta perbulan.

“Cost perview-nya juga turun lebih dari separuh. Kami yakin tren bisnisnya semakin sehat. Kami juga create anak usaha yang khusus men-develop konten, yakni IEG (Indonesia Entertainment Group) tahun 2015 lalu,” katanya.

Emtek Group juga menempatkan investasi di Suitmedia yang fokus di bisnis digital seperti digital strategy, desain dan konten, inovasi teknologi, dan media sosial. Investasi ini boleh dibilang sangat strategis untuk mendukung jaringan bisnis online mereka. Seperti, untuk download aplikasi mobile dan meningkatkan Search Engine Optimation (SEO).

Sukses di bisnis media, mereka masuk ke bisnis TV berbayar seperti PT Mediatama Anugrah Citra (Nexmedia). Mereka juga tak mau ketinggalan ikut menyeruput cuan di bisnis TV dan film berbayar yakni iflix.com yang merupakan pesaing Netflix di wilayah Asia Tenggara. Para pelanggannya bisa menonton TV ataupun film favorit di mana saja kapan saja lewat gadget mereka.

“OTT (over the top) ini adalah salah satu platform yang akan sangat populer ke depannya. Sebelumnya, kami sudah punya TV FTA, DTT. Nah, yang terakhir ini OTT,” katanya. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)