Jobstreet.com, Penguasa Pasar Rekrutmen Online

Tidak mudah membangun awareness Jobstreet.com saat pertama kali hadir di Indonesia pada 2006. Maklum, pengguna Internet kala itu tidak sesemarak seperti saat ini. Perlu kerja keras agar rekrutmen online ini bisa dikenal masyarakat luas di Indonesia. Saat itu, dalam memanfaatkan Internet, orang masih menggunakan personal computer (PC), belum lewat ponsel.

E-mail saja saat itu belum banyak yang punya, saya sampai bagi-bagikan voucer warnet ke mahasiswa untuk bisa bikin akun Jobstreet.com,” kata Faridah Lim, Country Manager Jobstreet.com, mengenang. Bahkan, 10 tahun lalu ia dan tim pemasarannya harus mengedukasi bagaimana membuat surat elektronik dan akun Jobstreet ke pengguna baru. Sekarang, hal tersebut tidak perlu lagi, orang sudah melek Internet dan semuanya bisa dilakukan via ponsel.

JobStreet Faridaj Lim, Country Manager JobStreet.com

Jobstreet.com bukanlah e-commerce webstore, yang dikonotasikan sebagai jualan lewat online seperti yang sekarang marak. Jobstreet.com adalah rekrutmen online. Awalnya, Jobstreet mendefinisikan diri sebagai platform online yang menyediakan informasi lowongan kerja dan membantu perusahaan mendapatkan kandidat. Kemudian, dengan semakin berkembangnya teknologi, Jobstreet melakukan penyesuaian, dengan meningkatkan layanan melalui teknologi dengan memberikan kemudahan, baik dari sisi pencari kerja maupun pemberi kerja.

Populasi Indonesia yang besar menjadi daya tarik bagi Jobstreet masuk ke sini. Sejalan dengan semakin berkembangnya teknologi, Jobstreet terus melakukan inovasi untuk menjawab berbagai masalah, baik dari sisi pencari kerja maupun perusahaan pemberi pekerjaan. Salah satunya yang akan diluncurkan pada 23 November ini adalah company review untuk perusahaan yang menjadi kliennya sehingga kepercayaan pengguna semakin meningkat.

Pengguna Jobstreet sekarang sudah hampir 5 juta pencari kerja. Dari awal berdiri hingga sekarang ada 50 ribu perusahaan yang sudah menggunakan jasa Jobstreet. Namun, yang benar-benar aktif --dalam arti setiap tahun melakukan placement-- 15 ribuan perusahaan atau sekitar 30%-nya. UKM biasanya membeli 1-2 job posting (lowongan kerja), sedangkan perusahaan skala besar bisa mencapai 100-500 lowongan per tahun. “Jobstreet di Indonesia merupakan pemain dominan untuk online recruitmentyang menguasai 80%-90% pangsa pasar ini,” ujar Faridah.

Jobstreet berdiri sejak 1997 di Malaysia, kemudian di Indonesia masuk pada 2006. Jobstreet saat ini di bawah Grup Seek Asia, yang juga pemilik JobsDB. Grup Seek Asia berbasis di Australia, juga memiliki kantor di Brasil. Grup Seek Asia mengakuisisi JobsDB 2012, sedangkan Jobstreet diakuisisi pada 2014. JobsDB sebenarnya sudah lebih awal hadir di Indonesia, yaitu sejak 1999, tetapi sampai saat ini hanya ada di Jakarta. Sementara Jobstreet jangkauannya luas karena ada enam kantor cabang, yaitu di Medan, Bali, Jakarta, Semarang, Surabaya dan Makassar.

Twitter & IG: @ddsuryadi

Cari Lowongan Di ASEAN, Klik Jobstreet.com

 Survei Jobstreet: Mayoritas Karyawan Tidak Puas dengan Fasilitas yang Diterima
 Cari Lowongan Di ASEAN, Klik Jobstreet.com

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)