Konsistensi Indosat Ciptakan Brand Value Perusahaan

Berhasil masuknya Indosat Ooredoo dalam daftar 10 besar Indonesia's Most Valuable Brand menjadi kebanggaan tersendiri. Bertengger di posisi 9, Indosat Ooredoo menjadi perusahaan telekomunikasi swasta yang teratas dibanding pesaing lainnya. Meningkatnya brand value Indosat menjadikan dirinya mencapai posisi sekarang ini. Menurut Alexander Rusli, Dirut Indosat Ooredoo, pencapaian ini hasil kerja keras timnya dalam perencanaan yang telah dilakukan sejak empat tahun lalu. Secara konsisten mereka mengerjakan rencana yang mereka buat hingga terwujud secara nyata sesuai misinya. “Empat tahun lalu kami mulai dengan membangun jaringan data. Kemudian masuknya 4G, kami menyambutnya dengan mengeluarkan produk-produk yang lebih inovatif dan kompetitif. Semua dilakukan step by step selama empat tahun dengan konsisten,” jelasnya.

Memasuki era digital, Indosat bergerak cepat dengan menciptakan organisasi yang lebih digital dan melakukan restrukturisasi utang. Perbaikan ini menciptakan hasil yang positif secara keseluruhan. Tim pemasaran juga menjadi perhatian dengan menciptakan end customer experience. Tim ini berkolaborasi bersama sales untuk membangun strategi.

Baginya tak kalah penting adalah sinergi tim komersil dengan tim teknis dalam memperluas area jaringan. Maka dari itu dibentuklah COO (Chief Operating Officer) ayang bertugas memadupadankan tim teknis dan komersil agar berjalan secara smooth. Mengenai pembangunan jaringan Indosat yang masif, menurutnya tidak dilakukan dengan terburu buru, sasarannya harus tepat. Produk dan jaringan harus selaras. Namun ia meyakinkan Indosat terus memperluas jaringan mereka agar pelanggan dapat meinikmati layanan dengan baik.

Indosat Ooredo berupaya meningkatkan brand preference merek-merek yang dimilikinya. Matrix, Mentari tetap pada positioning-nya, Indosat kini fokus mendorong IM3 dengan fitur postpaid dan pre-paid yang dimiliki. “Jadi, teriakannya lebih kencang karena hanya fokus pada satu merek. Kalau dulu harus teriak tiga-tiganya, Matrix, Mentari, dan IM3,” ujarnya. Hal ini ditinjau dari pasar yang bergeser, dari penggunaan pre-paid ke postpaid. Di Indonesia, pengguna pre-paid bisa sampai jutaan dalam sebulan dikarenakan unit cost yang lebih muarah dibanding postpaid. Saat ini IM3 juga mengeluarkan postpaid dengan harga yang lebih murah seperti di negara-negara lain.

 

Reporter: Arie Liliyah

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)