Konsistensi Momogi di Puncak Peringkat

Momogi Riswan Purba, Sales Supervisor Momogi

Dominasi merek Momogi di kategori produk wafer stick jagung rasanya tidak terbantahkan. Hampir setiap tahun, di ajang survei IBBA, merek besutan PT Sari Murni Abadi itu berada di peringkat pertama dengan perolehan nilai jauh di atas para pesaingnya seperti Nabati Sipp dan Sip-Sip.

Pada survei kali ini, Momogi mendapat skor total Brand Value (BV) sebesar 79,2; dengan nilai Brand Share sebesar 91,9; skor Satisfaction 99,2 dan skor Brand Index sebesar 18,5. Hanya saja, meski mencatatkan skor BV cukup baik, untuk tahun ini nilai BV Momogi sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang sebesar 79,9.

Menurut Riswan Purba, Sales Supervisor Momogi, pencapaian nilai merek Momogi yang konsisten tersebut tidak terlepas dari usaha PT Sari Murni Abadi untuk selalu menjaga kualitas produk. Riswan mengklaim, perusahaannya juga selalu menjaga para agen atau toko hingga pelanggan bisa mendapatkan pelayanan yang optimal. “Sebab kualitas pelayanan berperan besar dalam meningkatkan kepuasan pelanggan,” katanya yakin.

Dari sisi komunikasi, Riswan melihat perusahaannya masih fokus beriklan di televisi. Alasannya, target pasar Momogi masih banyak dari kalangan anak-anak Sekolah Dasar yang belum begitu lekat dengan promosi digital. “Namun, kami juga tetap melakukan promosi di media sosial kami,” ungkapnya

Jika dilihat dari angka TOM Ad dan TOM Brand, pencapaian Momogi memang jauh di atas merek-merek pesaingnya. Momogi berhasil mencatatkan TOM ad sebesar 74,6 dan TOM Brand sebesar 48. Merek Nabati Siip saja yang berada di urutan kedua hanya mencatatkan skor TOM Ad dan TOM Brand masing masing sebesar 7,1 dan 4,5. “Inovasi dalam bentuk pemasaran juga kami lakukan, baik ATL (above the line), BTL (below the line), maupun digital marketing,” ujarnya.

Selain itu, agar tetap relevan di pasar, Riswan mengklaim pihaknya selalu berinovasi untuk Momogi. Misalnya dengan penambahan rasa seperti Momogi stick dengan taburan coklat, keju, atau rasa barbeque. “Kami selalu mencoba melihat keinginan pasar,” katanya.

Dari aspek pasarnya, Riswan melihat potensi pasar makanan ringan nasional masih sangat besar lantaran tingkat konsumsi masyarakat Indonesia selalu naik dengan rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 10-15%. Ia mengklaim, pangsa pasar Momogi di kategori wafer stick jagung saat ini sebesar 28-30 %. (*)

Reportase: Ananda Putri

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)