Cara Nojorono Menjaga Relevansi Merek Lewat Corporate Values

PT Nojorono Tobacco International adalah perusahaan keluarga yang memiliki merek rokok legendaris Minak Djinggo dan Clas Mild. Produsen rokok asal Kudus, Jawa Tengah ini kini menduduki peringkat kelima dalam industri rokok di Indonesia.

Arief Goenadibrata, Managing Director Nojorono membagikan kiat sukses Nojorono membangun dan menjaga mereknya agar tetap relevan meski sudah berusia 89 tahun. "Nojorono dilahirkan oleh generasi pertama dan kedua sebagai home industry. Kemudian, di tangan genrasi ketiga dan keempat tumbuh menjadi perusahaan besar yang semakin hari semakin sehat,” ujarnya.

Menurut Arief, pada masa generasi pertama dan kedua, para pendiri Nojorono dengan konsisten membangun nilai budaya perusahaan sebagai pondasinya yang dikenal dengan 3B yaitu Bersatu, Berdoa dan Berkarya. Nilai budaya ini harus diimplementasikan secara runut sesuai urutannya dan tidak boleh diubah-ubah. “Karena itu ada filosofinya, bahwa dalam sebuah perusahan jika ingin maju, maka yang pertama semua orang harus bersatu, kompak, menyamakan visi dan misi. Kedua, berdoa artinya melibatkan Tuhan dalam setiap pekerjaan sehingga ada keberkahan dan terakhir berkarya, artinya semua orang diharapkan bisa bekerja yang menghasilkan karya, karena karya itu pasti melalui proses bekerja” jelas Arief.

Di era generasi ketiga dan keempat, Nojorono dibesarkan dari home industry menjadi perusahaan besar dan saat ini masuk dalam lima besar di industri rokok Indonesia. Pada generasi ketiga dan keempat ini ada lima core value yang diusung sebagai pilar perusahaan. Pertama adalah fraternity, yaitu persaudaraan. Setiap orang dalam Nojorono harus menjaga persatuan dengan menjadikan rekan kerja layaknya saudara. Kedua, accountibility, tanggung jawab setiap orang wajib bertanggung jawab atas setiap hal dikerjakan atau dipercayakan. Ketiga, innovation, setiap karyawan semakin hari harus semakin inovatif karena hasil akhirnya akan berdampak pada performa perusahaan. Keempat, trustworthy, ini berisikan mengenai integritas dan kepercayaan, sehingga setiap karyawan harus punya level trustworthy. Kelima, high performance, ini maksudnya adalah soal bagaimana setiap karyawan memaksimalkan setiap pekerjaannya. Ini adalah kunci yang membuat Nojoroono semakin besar. Lima core values tersebut jika disingkat menjadi akan menjadi kata “FAITH”.

“Saat ini kami ingin menjadi perusahaan yang inovatif dan best managed. Oleh karena itu, kami harus punya agility, yang membuat kami semakin relevan, semakin inovatif, terutama di masa pandemi seperti ini penting untuk menjadi relevan. Kami juga sedang membangun sebuah R&D center semata-semata untuk bisa menghasilkan produk yang semakin relevant dengan konsumen, dan yang namanya agility atau agile,” papar Arief.

Lebih lanjut Arief menjelaskan saatini Nojorono sudah dibuatkan rencana kerja jangka panjangnya. Yang dibagi menjadi dua fase besar, fase pertama adalah fase pemantapan atau fase stabilitas itu sampai kira-kira tahun depan (2022), kemudian di tahun 2022-2025 itu fase development, berarti persiapan untuk lepas landas.

Di fase stabilitas ini yang di;akukan adalah pembenahan internal. Di antaranya adalah pembenahan proses, penyiapan gedung R&D sebagai pendukung jaminan kualitas, kemudian pembenahan dalam hal manajemen, khusus bagaimana membuat tata kelola yang mengombinasikan antara perusahaan keluarga dan profesional. Kemudian pembenahan-pembenahan dari sistem, pola kerja, penataan man power dan lainnya.

“Pembenahan internal ini sudah dilakukan dalam dua tahun setengah tahun ini, setelah itu baru kemudian kami masuk ke tahapan lepas landas. Itu diharapkan 2023 memang sudah sangat mumpuni untuk bersaing dengan yang lain," ungkapnya.

Yang menjadi KPI Nojorono sebenarnya ada lima, pertama adalah peningkatan penjualan, kedua, mencapai peningkatan profit, ketiga mencapai sebuah titik optimum untuk level productivity. Keempat, memaksimalkan penggunaan aset menjadi produktif, karena menurut Arief, pengelolaan perusahaan menjadi best managed itu juga berarti pengelolaan asetnya , harus aktif dan produktif jangan ada yang “tidur”, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang, optimal. Kelima, compliance, ini akan membuat Grup Nojorono patuh dengan aturan (Good Corporate Governance), baik aturan internal maupun aturan dari negara atau pemerintah.

“Nah lima ini menjadi parameter kesuksesan kami nanti untuk siap lepas landas. Jadi kalau mau lepas landas, kelima-nya ini harus tercapai semua baru bisa siap,” tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)